Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
3 Alasan di Balik Sikap Acuh Pria
14 Oktober 2012 - dibaca : 3.825 kali

3 Alasan di Balik Sikap Acuh Pria

Sudah curhat berapi-api karena rekan kerja menyebalkan, tapi si dia menanggapinya dengan santai sambil main ponsel. Si dia tak perhatian? Belum tentu, mungkin gaya curhat Anda yang kurang pas.

Bila ini sering atau baru saja menimpa, tak perlu cemas. Sebab, di luar sana ada banyak perempuan yang punya keluhan sama. Seperti yang diungkapkan Reene Weisman, penulis buku Winning in a Man's World, Advice for Woman Who Want to Succed. Ia bilang kalau keluhan ini sering sekali ia dengar dari kerabat perempuannya. Mengapa? Ternyata masalahnya ada pada gaya curhat kita yang ditanggapi “lain” oleh si dia.

Tertarik meneliti tentang persoalan ini, dalam bukunya itu, Reene memberikan alasan dibalik sikap cuek pria dan trik ampuh agar ia peduli terhadap curhatan kita, bahkan membuatnya tambah sayang. Ini dia:

1. Fokusnya terbagi.
Coba deh ingat-ingat lagi, jangan-jangan Anda curhat saat si dia lagi nyetir, nonton bola, balas email kliennya, atau mungkin saat ia asyik nonton film? Harap maklum, sebab sebagian besar pria memang diciptakan anti-multitasking. Bila fokusnya sedang terbagi, jangan ngambek kalau akhirnya ia hanya menjawab seadanya atau mungkin tak menjawab sama sekali.

Lakukan: Curhat saat makan agar ia fokus. Makan siang atau malam dianggap pas untuk bercerita, menyampaikan ide, hingga berkeluh kesah. Tak heran kalau masyarakat di beberapa negara mengaggap makan malam sebagai ajang kumpul keluarga. Serta pertemuan saat makan siang yang dianggap ampuh untuk merebut hati klien atau si bos.

Pasalnya, makanan favorit bisa meningkatkan mood dan membuat pikiran lebih rileks. Jadi, ajak dia makan di resto favoritnya sebelum berkeluh kesah. Cara ini juga membuat Anda lebih rileks, berpikir jernih, dan tidak mengebu-gebu.

2. Bisa jadi, ia sedang banyak pikiran.
Bukan hanya perempuan yang ingin didengar, pria juga punya kebutuhan sama untuk diperhatikan. Sikap diamnya bukan berarti ia tak punya masalah, hanya kadang mereka enggan bercerita karena takut dianggap lemah. Jangankan mencari solusi untuk masalah Anda, mungkin dia juga sedang kepikiran tentang masalahnya sendiri.

Lakukan: Tanyakan dulu kabarnya. Sudah menemukan waktu yang tepat untuk curhat, sebaiknya tanyakan dulu kabarnya hari ini, apa yang ia alami di kantor, sebelum kita memulai. Dengan begitu, kalaupun ia sedang banyak pikiran, bebannya akan sedikit berkurang. Perhatian kecil ini bisa membuatnya nyaman dan balik memperhatikan kita. Kalau kata pepatah, “Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.” Untuk khasus ini, cara ini cukup jitu.

3. Banyak pria yang tak mengerti “drama”.
Ngomel-ngomel atau menangis mungkin biasa kita jadikan senjata untuk menyalurkan emosi, tapi cara ini akan terlihat aneh di mata pria. Bukannya peduli, bisa-bisa mereka malah bingung harus berbuat apa. Dan bukannya membela, jangan-jangan mereka malah akan menyalahi sikap “drama” yang kita tunjukkan itu.

Lakukan: Bicara langsung pada tujuan. Banyak pria yang bilang, tak cukup satu hari untuk mendengar perempuan bicara. Sebab, satu masalah bisa dibicarakan berulang kali. Mungkin ada benarnya. Dan ini sukses membuat mereka hilang simpati. Cara terbaik agar ia tetap fokus ialah bicara langsung pada pokok masalah.


Terpopuler