Manfaat Ginseng bagi Pasien Kanker
14 Oktober 2012 - dibaca : 4.943 kali

Manfaat Ginseng bagi Pasien Kanker

Sebuah riset mengindikasikan, penggunaan ginseng dalam jangka waktu tertentu dapat secara signifikan membantu mengurangi kelelahan pada pasien kanker. Para peneliti mencatat bahwa ginseng tampaknya tidak memiliki efek samping berbahaya.

Dalam studi tersebut, para peneliti memberikan plasebo atau 2.000 miligram kapsul akar ginseng untuk 340 pasien yang dirawat karena kanker atau telah menyelesaikan pengobatan kanker. Kelelahan adalah kondisi umum yang sering dialami oleh pasien kanker. Sebagian besar peserta yang terlibat dalam studi menderita kanker payudara.

Para pasien dlam stud ini meminum kapsul ginseng murni dan bukan produk ginseng yang mengandung etanol. Mengapa? Karena menurut Debra Barton dari Mayo Clinic Cancer Center, etanol mungkin akan membahayakan bagi pasien kanker payudara.

"Setelah delapan minggu, kami melihat ada perbaikan kelelahan di 20 titik pada pasien kanker, dari skala 100 titik yang merupakan kelelahan standar," kata Barton.

Partisipan yang mengonsumsi ginseng dalam bentu kapsul dilaporkan tidak banyak mengalami perbaikan pada empat minggu, tetapi setelah delapan minggu mereka merasa jauh lebih baik (tidak gampang capek, tidak mudah lelah, lebih bersemangat) ketimbang partisipan yang menggunakan plasebo.

Sebuah studi di Mayo Clinic sebelumnya menemukan bahwa sekitar seperempat pasien yang pernah menderita kanker dan menderita kelelahan mengatakan bahwa mereka merasa cukup baik atau lebih baik setelah mengambil kapsul ginseng 1.000 miligram atau 2.000 miligram. Sebagai perbandingan, hanya 10 persen dari mereka yang menggunakan plasebo yang memperoleh hasil tersebut.

Laura Murphy, seorang profesor fisiologi di Southern Illinois University Carbondale mengatakan temuan ini cukup membantu memberikan pengetahuan tambahan. Menurut Murphy, biaya ginseng akan lebih murah dibandingkan dengan obat resep yang digunakan untuk mengobati kelelahan.

Mengapa ginseng membantu kelelahan? Belum jelas, kata Murphy, yang selama ini fokus mempelajari masalah tanaman obat herbal.

"Pada dasarnya, ketika orang sehat menelan ginseng, tidak ada efek penting," katanya. "Namun, ketika orang sakit mengonsumsi ginseng, mereka cenderung merasa lebih normal," ujarnya.

Penelitian ini didanai oleh US National Cancer Institute dan Breast Cancer Research Foundation. Rencananya temuan ini akan dirilis pada 4 Juni 2012 dalam pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology di Chicago.

Data dan kesimpulan dari penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan medis harus dilihat sebagai kesimpulan awal sampai temuan ini dipublikasikan dalam jurnal peer-review.

 

 

 

Sumber : kompas.com

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler