Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
3 Mitos Kehidupan Seksual Kaum Pria
10 Oktober 2012 - dibaca : 2.525 kali

 3 Mitos Kehidupan Seksual Kaum Pria

VIVAlife - Mitos adalah sesuatu yang dipercayai oleh orang banyak, namun belum terbukti kebenarannya. Termasuk untuk urusan soal seksualitas. Banyak kaum pria percaya bahwa ukuran alat vital menjadi penentu tingkat kepuasan kaum hawa. Namun, hingga kini penelitian belum dapat membuktikannya.

Berikut ini adalah tiga mitos seputar dunia seksualitas kaum pria yang patut Anda ketahui, seperti yang dilansir Men's Helath:

1. Kualitas sperma ditentukan oleh ejakulasi
Berdasarkan sebuah studi yang telah di-review jurnal Fertility and Sterility, ejakulasi harian dapat merusak susunan DNA sperma.

"Tapi meski masturbasi setiap hari akan menurunkan jumlah sperma Anda saat ejakulasi, hal ini tak perlu terlalu dikhawatirkan jika Anda tidak sedang berupaya membuat istri Anda hamil," papar pakar urologi Larry Lipshultz, M.D.

2. Ukuran alat vital saat ereksi menjadi 8 inci
Ukuran tersebut melebihi batas normal, jadi ini sama sekali tidak benar. Yang benar adalah menurut sebuah review pada tahun 2007 yang dipublikasikan dalam British Journal of Urology International, panjang rata-rata sebuah penis ketika ereksi berkisar antara 5,5 hingga 6,2 inci.

Faktanya, hanya 9 persen wanita yang membicarakan ukuran sangat penting untuk seks yang hebat. 67 Persen wanita mengatakan teknik dan sentuhan yang lambat yang paling penting dalam kepuasan seksual. Jadi, mengapa banyak pria yang menginginkan ukuran lebih besar?


4. Air mani rendah karbohidrat

Banyak penelitian yang mengupas tentang manfaat air mani. Jika ada yang mengatakan air mani rendah karbohidrat, ini sangatlah tidak tepat. "Air mani sebagian besar mengandung gula dan enzim yang bukan rendah karbohidrat," kata Marc Goldstein, dari di Weill Cornell Medical College, Cornell University, New York.


Terpopuler