TUMBUH KEMBANG ANAK
22 September 2012 - dibaca : 3.120 kali

TUMBUH KEMBANG ANAK

TUMBUH KEMBANG ANAK

 

PENGASUHAN ANAK USIA 0-1 TAHUN


Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan
Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan, menurut
Soetjiningsih, pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm,meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh);
sedangkan perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan.

Menurut Depkes RI, pertumbuhan adalah bertambah banyak dan besarnya sel seluruh bagian tubuh yang bersifat kuantitatif dan dapat diukur; sedangkan perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi dari alat tubuh.

Menurut Markum dkk, pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu; perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ atau individu, termasuk perubahan aspek sosial atau emosional akibat pengaruh lingkungan.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang 
Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, yaitu :
1. Faktor Genetik
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Faktor ini juga merupakan faktor bawaan anak, yaitu potensi anak yang menjadi ciri khasnya. Melalui genetik yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. Ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan, derajat sensitivitas jaringan terhadap rangsangan, umur pubertas dan berhentinya pertumbuhan tulang.

2. Faktor Lingkungan
Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Faktor ini disebut juga milieu merupakan tempat anak tersebut hidup, dan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak. Lingkungan yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya. Lingkungan merupakan lingkungan ”bio-fisiko-psiko-sosial” yang memepengaruhi individu setiap hari, mulai dari konsepsi sampai akhir hayatnya.

Faktor lingkungan pranatal yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin mulai dari konsepsi sampai lahir, antara lain :

a. Gizi ibu pada waktu hamil
Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil, lebih sering menghasilkan bayi BBLR/lahir mati, menyebabkan cacat bawaan, hambatan pertumbuhan otak, anemia pada bayi baru lahir,bayi baru lahir mudah terkena infeksi, abortus dan sebagainya.

b. Mekanis
Trauma dan cairan ketuban yang kurang, posisi janin dalam uterus dapat kelainan bawaan, talipes, dislokasi panggul, tortikolis kongenital, palsi fasialis, atau kranio tabes.

c. Endokrin
Hormon-hormon yang mungkin berperan pada pertumbuhan janin, adalah somatotropin, tiroid, insulin, hormon plasenta, peptida-peptida lainnya dengan aktivitas mirip insulin. Apabila salah satu dari hormon tersebut mengalami defisiensi maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada pertumbuhan susunan saraf pusat sehingga terjadi retardasi mental, cacat bawaan dan lain-lain.

d. Faktor psikososial
Stimulasi merupakan hal penting dalam tumbuh kembang anak, selain itu motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini, dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar, ganjaran atau hukuman yang wajar merupakan hal yang dapat menimbulkan motivasi yang kuat dalam perkembangan kepribadian anak kelak di kemudian hari, Dalam proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya, stres juga sangat berpengaruh terhadap anak, selain sekolah, cinta dan kasih sayang, kualitas interaksi anak orangtua dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang anak.

e. Faktor keluarga dan adat istiadat
Faktor keluarga yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak yaitu pekerjaan/pendapatan keluarga yang memadai akan menunjang tumbuh kembang anak karena orang tua dapat menyediakan semua kebutuhan anak baik yang primer maupun sekunder, pendidikan ayah/ibu yang baik dapat menerima informasi dari luar terutama tentang cara pengasuhan anak yang baik, menjaga kesehatan, dan pendidikan yang baik pula, jumlah saudara yang banyak pada keluarga yang keadaan sosial ekonominya cukup akan mengakibatkan berkurangnya perhatian dan kasih sayang yang diterima anak, jenis kelamin dalam keluarga seperti apad masyarakat tradisonal masih banyak wanita yang mengalami malnutrisi sehingga dapat menyebabkan angka kematian bayi meningkat, stabilitas rumah tangga, kepribadian ayah/ibu, adat-istiadat, norma-norma, tabu-tabu, agama, urbanisasi yang banyak menyebabkan kemiskinan dengan segala permasalahannya, serta kehidupan politik dalam masyarakat yang mempengaruhi prioritas kepentingan anak, anggaran dan lain-lain.

Ciri-ciri Tumbuh Kembang Anak
Tumbuh kembang anak yang sudah dimulai sejak konsepsi sampai dewasa itu mempunyai ciri-ciri tersendiri, yaitu :
1. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu sejak dari konsepsi sampai maturitas/dewasa, yang dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan.
2. Terdapat masa percepatan dan masa perlambatan, serta laju tumbuh kembang yang berlainan organ-organ.
3. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak,tetapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya.
4. Perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem susunan saraf.
5. Aktifitas seluruh tubuh diganti respon individu yang khas.
6. Arah perkembangan anak adalah sefalokaudal.
7. Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang sebelum gerakan volunter tercapai.

KEBUTUHAN DASAR YANG HARUS DIPENUHI ORANG TUA (UNTUK ANAK USIA 0 – 1 TAHUN)
1. Kebutuhan Perawatan Kesehatan dan Gizi
a. Memberikan ASI ekslusif sampai usia 6 bulan
b. Memberikan makanan pendamping (MP) ASI setelah bayi berumur 6 bulan. MP. ASI diberikan dalam bentuk lumat mulai dari bubur nasi sampai nasi tim 3x sehari bisa dicampur dengan hati, ikan, tahu, tempe, telur, sayur dan kacang-kacangan.
c. Jumlah makanan yang diberikan sesuai dengan jumlah bulan umur anak (9 bulan 9 sendok makan)
d. Tetap diberikan ASI sampai usia 2 tahun
e. Memberikan imunisasi secara lengkap (sesuai anjuran dokter / petugas kesehatan)
f. Memberikan vitamin A setiap 6 bulan sampai usia 5 tahun
g. Menjaga kebersihan badan (mandi, membersihkan gusi, cuci tangan, gunting kuku dll)
h. Mengamati pertumbuhan anak dengan membawa anak ke posyandu setiap bulan (KMS)

KEBUTUHAN KASIH SAYANG DAN STIMULASI 
1. Kebutuhan Kasih Sayang
a. Berikan cinta, rasa aman, dan kasih sayang kepada anak, agar anak mengerti bahwa kita menyayangi dan selalu berada didekatnya
b. Belai dan sentuh anak setiap hari agar menambah kedekatan antara anak dan orang tua
c. Dekap dan peluk anak untuk menenangkan anak terutama saat anak sedih atau menangis bila mimpi buruk/ketakutan
d. Berikan pujian jika anak melakukan perbuatan yang baik atau berhasil mencapai tahap perkembangan selanjutnya
e. Jika anak melakukan kesalahan, hendaknya jangan dimarahi namun ditegur dan beritahu apa yang seharusnya dilakukan
f. Bacakan dongeng
g. Berikan kata-kata halus/penuh makna untuk melatih kepekaan anak
h. Memotivasi anak agar ia mampu mencoba melakukan sesuatu
i. Berikan panggilan sayang kepada anak

2. Kebutuhan stimulasi
Stimulasi adalah setiap kegiatan merangsang kemampuan dasar anak yang dilakukan oleh lingkungan (bapak, ibu, pengasuh anak, anggota keluarga lain) untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan kelambatan tumbuh kembang anak.
Melakukan stimulasi yang memadai artinya merangsang otak balita sehingga perkembangan kemampuan gerak, bicara, bahasa, sosialisasi dan kemandirian pada balita berlangsung secara optimal sesuai umur anak Contoh perkembangan sesuaidengan usia

KEMAMPUAN PERKEMBANGAN YANG HARUS DIKUASAI ANAK USIA 0 -1 TAHUN
1. GERAKAN KASAR
Gerakan kasar adalah gerakan yang dilakukan dengan melibatkan sebagian besar otot tubuh dan biasanya memerlukan tenaga.

Kemampuan gerakan kasar yang harus dikuasai antara lain:
a. Mengangkat kaki dang menggerakan jari-jari
b. Memiringkan badan
c. Mengangkat kepala
d. Tengkurap tanpa dibantu
e. Merangkak
f. Berjalan

Salah satu contoh kegiatan :
“Kemampuan memiringkan badan”

Cara melatih:
a. Letakkan bayi dalam posisi tengkurap
b. Letakkan mainan berbunyi diatas/ didepan bayi
c. Bunyikan / gerak-gerakan mainan agar mendengar dan mencoba bergerak mencacari sumber bunyi

Tujuan :
Melatih kekuatan dan keseimbangan badan

Alat bantu :
Permainan seperti boneka, giring-giring dan benda lain yang berwarna-warni atau berbunyi.

2. GERAKAN HALUS
Gerakan halus adalah gerakan yang dilakukan oleh bagian-bagian tubuh tertentu saja dan hanya melibatkan sebagian kecil tubuh. Gerakan halus tidak begitu memerlukan tenaga tetapi perlu koordinasi (kerjasama) mata dan anggota badan (tangan dan kaki)

Kemampuan gerakan halus yang harus dikuasai antara lain:
a. Menjangkau, menggenggam dan memasukan benda ke mulut
b. Menjatuhkan benda / mainan dan memungutnya kembali
c. Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain
Salah satu contoh kegiatan mengembangkan gerakan halus:
Menjatuhkan benda / mainan dan memungutnya kembali.

Cara melatih:
a. Letakkan bayi dipangkuan ibu
b. Berikan mainan pada anak
c. Jika anak menjatuhkan benda tersebut, ajak anak untuk memungut kembali benda tersebut

Tujuan :
Melatih keterampilan tangan

Alat bantu:
Permainan seperti giring-giring, bebek-bebekan, plastik beroda, atau mainan lain yang berwarna-warni, berbunyi, dan bergerak

3. KOMUNIKASI PASIF
Komunikasi pasif adalah kemampuan seseorang untuk mengerti isyarat/pembicaraan orang lain.

Kemampuan komunikasi pasif yang harus dikuasai:
a. Menengok kearah sumber bunyi
b. Memberi reaksi yang berbeda terhadap bermacam-macam jenis suara
Salah satu contoh kegiatan mengembangkan komunikasi pasif:
Menengok ke arah sumber bunyi
Cara melatih :
a. Letakkan anak dalam posisi telentang
b. Bunyikan giring-giring dari berbagai tempat, misalnya disamping, diatas kepala, atau dibawah dagu
c. Perhatikan apakah anak mengalihkan pandangan matanya kesumber suara

Tujuan:
Melatih anak menangkap suara

Alat bantu :
Giring-giring, benda-benda yang berwarna menarik dan berbunyi

4. KOMUNIKASI AKTIF
Komunikasi aktif adalah kemampuan menyatakan perasaan, keinginan dan pikiran, baik melalui tangisan, gerakan tubuh/ isyarat maupun kata-kata.

Kemampuan komunikasi aktif yang harus dikuasai antara lain:
a. Mengoceh kalau sedang sendiri atau diajak bicara
b. Mencoba meniru bunyi / suara menurut kemampuan anak
Salah satu contoh kegiatan mengembangkan komunikasi aktif:
Mencoba meniru bunyi / suara menurut kemampuan anak

Cara melatih :
a. Ajak anak berbicara atau bernyanyi, lihat apakah reaksi anak berbeda apabila mendengar suara ibu atau ayahnya
b. Perdengarkan lagu-lagu dengan irama berbeda kepada anak
c. Ajak anak bermain sambil mengenalkan bunyi tertentu, misal: mainan bebek-bebekan, disertai suara kwek.....kwek, kucing-kucingan disertai bunyi meong....meong, Ajak anak agar mau menirukan suara-suara tersebut.

Tujuan
Melatih anak mengenali dan menirukan suara

Alat bantu :
a. Kaset lagu anak-anak atau suara ibu sendiri
b. Mainan berbentuk binatang, misal: bebek-bebkan atau kucing-kucingan

5. KECERDASAN 
Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk berfikir (cerdas artinya : cepat tanggap, cepat paham, mampu dan melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu, serta mampu menyelesaikan masalah sesuai dengan usianya).

Kemampuan kecerdasan yang harus dikuasai antara lain :
a. Mengikuti benda bergerak dengan mata
b. Memberi reaksi pada orang yang belum dikenal dengan menangis atau menatap terus
c. Memberikan reaksi pada pertanyaan / perintah yang sangat sederhana
d. Meniru gerakan dan perbuatan

Salah satu contoh kegiatan mengembangkan kecedasan: 
Memberi reaksi pada orang yang belum dikenal dengan menangis atau menatap terus

Cara melatih :
a. Minta orang yang baru dikenal untuk menyapa anak dengan kata-kata lembut dan tidak menakutkan
b. Ajak anak untuk bertemu dengan orang yang belum dikenalnya

Tujuan :
Melatih anak untuk merespons, mengenali dan membedakan orang yang dikenal dan yang tidak dikenal

Alat bantu:
Bapak, ibu, saudara, teman

6. MENOLONG DIRI SENDIRI
Menolong diri sendiri adalah kemampuan dan keterampilan anak untuk dapat melakukan sendiri kegiatan-kegiatan sehari-hari bagi dirinya sendiri, agar secara bertahaptidak terlalu tergantung pada orang lain.

Kemampuan menolong diri sendiri yang harus dikuasai antara lain:
a. Menyuapkan makanan kemulut (bisa memakai sendok maupun dengan tangan)
b. Memegang cangkir dengan kedua tangan tanpa dibantu
c. Memakai baju atau celana
Salah satu contoh kegiatan mengembangkan kemampuan menolong diri sendiri:
Menyuapkan makanan kemulut

Cara melatih:
a. Letakkan makanan dipiring
b. Biarkan anak memegang sendok dan menyuapkan makanan kemulut
c. Bantuan diberikan bila anak bisa memegang sendok

Tujuan :
Melatih anak dapat makan tanpa bantuan orang lain

Alat bantu:
Piring dan sendok.

7. BERGAUL / TINGKAH LAKU SOSIAL
Bergaul / tingkah laku sosial adalah kemampuan anak untuk menjalin hubungan yang baik dengan anggota keluarga maupun dengan orang lain.

Kemampuan bergaul yang harus dikuasai:
a. Tersenyum kepada orang lain
b. Memberi reaksi yang berbeda-beda terhadap orang yang belum dikenal
c. Melihat kearah yang memanggil namanya
d. Memberi reaksi terhadap perkataan “tidak”
e. Memberi reaksi terhadap perkataan “tidak”
f. Menyayangi orang-orang dan lingkungan sekitarnya.

Salah satu contoh kegiatan mengembangkan kemampuan bergaul:
Menyayangi orang-orang dan lingkungan sekitarnya

Cara melatih:
Orang tua memperlihatkan sikap/ perilaku menyayangi semua mahluk ciptaan tuhan, dengan cara tidak berkata berkata dan bertindak kasar, memeluk, mengusap, merangkul, dan membelai

Tujuan:
Melatih anak bersosialisasi dan menyayangi orang-orang sekitar

Alat bantu:
Bapak, ibu, saudara, teman . 

UPAYA ORANG TUA UNTUK MENCAPAI BALITA SEHAT,CERDAS, TERAMPIL,SERTA IMAN DAN TAQWA.
1. Memberikan perhatian dan kasih sayang dengan mengajak anak bermain, bercerita, Bernyanyi, sesuai dengan usianya
2. Ikuti pertemuan penyuluhan BKB dan kegiatan pos yandu
3. Membantu anak untuk mengembangkan segala kemampuanya sesuai dengan usianya
4. Luangkan waktu untuk makan bersama dan berikan makanan dengan gizi berimbang
5. Jangan membandingkan karena setiap anak berbeda.
6. Memberikan contoh yang baik, karena semua tingkah laku dan ucapan orang tua akan ditiru Anak
7. Mengajak anak dalam kegiatan sehari-hari untuk memperkaya pengalamanya
8. Periksakanlah kesehatan ibu dan anak secara rutin ke tempat pelayanan yang tersedia
9. Memuji anak bila sudah menyelesaikan tugasny
10. Manfaatkan waktu makan bersama untuk saling menyampaikan pendapat dan keinginan
11. Ingatlah setiap anak mempunyai minat dan kemampuan yang berbeda

DAFTAR PUSTAKA

1. Prawirohardjo, S, 2002. Ilmu Kebidanan.Jakarta : YBSP
2. Mahfoed, I,2005. Promosi kesehatan, bagian dari Pendidikan Kesehatan. Yogyakarta : Itramaraya
3. Prof. Dr. Haryono Suyono, 2007. Pembentukan dan pengembangan pos pemberdaya keluarga, POSPADAYA. Jakarta
4. Direktorat Pengembangan Keluarga Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, 2007. Pembentukan Karakter Sejak Dini (PSKD) Melalui Delapan fungsi Keluarga, Jakarta
5. Departemen kesehatan RI.2006.Buku kader Posyandu dalam rangka perbaikan Gizi keluarga. Jakarta : Departemen kesehatan
6. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, 2007. Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh Kembang Anak. 2007, Jakarta

 

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler