Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Kondom, Tak 100 Persen Efektif?
18 September 2012 - dibaca : 1.778 kali

Kondom, Tak 100 Persen Efektif?

Penggunaan karet pengaman atau kondom secara konsisten memang dapat mengurangi penyebaran HIV. Namun apakah penggunaan kondom juga dapat menjadi jawaban atas meningkatnya rata-rata kasus penyakit menular seksual akhir-akhir ini? Itulah pertanyaan yang menjadi perdebatan para ahli dalam jurnal British Medical Journal edisi terbaru. 

Beberapa ahli seperti Markus Steiner dan Willard Cates dari Family Health International berpendapat bahwa  kondom sejauh ini tetap menjadi sebuah solusi terbaik khususnya bagi orang yang terbilang "aktif" secara seksual.  Kondom dapat menekan risiko dan kemungkinan mengidap penyakit menular seksual atau pun menyebarkan infeksi (jika pengguna sudah terinfeksi). 

Walaupun dalam sejumlah pembuktian masih terbilang inkonsisten, beberapa riset menunjukkan bahwa kondom merupakan sebuah benteng fisik yang efektif terhadap penularan patogen atau bibit penyakit, ungkap Steiner dan Cates. 

Sebagai bukti akan efektivitas kondom, Steiner dan cates merujuk pada sebuah tinjauan terbaru yang mengungkapkan bahwa penggunaan kondom juga dapat menurunkan risiko penyakit gonore dan chlamydia baik pada priamaupun  wanita. Riset juga menunjukkan bahwa penggunaan kondom yang konsisten dan benar dapat menurunkan risikopenyakit herpes dan infeksi human papillomavirus.

Walaupun begitu, efektivitas kondom masih menjadi perdebatan terutama berkaitan dengan upaya promosi penggunaannya di banyak negara termasuk Amerika Serikat. Masalah lain yang muncul adalah promosi penggunaan kondom pun dapat menimbulkan risiko lainnya.

Tidak sepenuhnya aman
Seperti halnya sebuah alat pengaman (sabuk pengaman  atau kantung udara pada kendaraan), para ahli menilai kondom tidaklah 100 persen efektif.  Pesan yang akurat tentang kondom seharusnya dibangun dengan risiko pencegahan yang seluas-luasnya serta pendekatan penurunan risiko.

Para ahli menganjurkan agar para dokter memberi penyuluhan kepada orang yang aktif secara seksual bahwa penggunaan kondom dapat menurunkan risiko berbagai jenis infeksi.  Mereka juga perlu menekankan pentingnya akan penggunaan kondom yang benar dan konsisten untuk mengurangi risiko secara optimal.

Sementara itu ahli dari Universitas Alberta, Stephen Genuis, berargumen bahwa pendekatan yang lebih komprehensif dibutuhkan dalam menangani masalah ini.  Menurutnya, kondom bukanlah jawaban pasti dalam mengatasi infeksi penyakit seksual, karena alat ini tidak memberikan cukup proteksi terhadap penyakit biasa. Hubungan seksual secara umum melibatkan kontak antara kulit di dalam area genital eksternal yang tidak dilindungi oleh kondom.

Namun problem utama kondom menurutnya adalah kebanyakan orang, terutama remaja dan dewasa, tidak menggunakannya secara konsisten, dan terkesan menghiraukan bukti ilmu pengetahuan. Ia merujuk pada banyak penelitian besar di mana upaya bersama untuk mempromosikan penggunaan kondom secara konsisten terbukti gagal  mengendalikan penyebaran penyakit seksual - bahkan di negara-negara dengan pendidikan seks yang maju seperti Kanada, Swedia dan Swiss.

Data juga menunjukkan bahwa mengubah perilaku seksual (setia dengan pasangan, menurunkan jumlah pekerja seks) terbukti lebih baik ketimbang penyebaran kondom dalam menurunkan risiko terjadinya infeksi di beberapa negara seperti Thailand dan Kamboja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan  dua pertiga kasus penyakit menular seksual di dunia terjadi pada remaja dan dewasa muda.  Sejauh ini banyak sekali remaja yang belum tersentuh pendidikan seksual khususnya yang terfokus mengenai kondom. 

 

 

sumber : kompas.com


Terpopuler