Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Depresi Saat Hamil Hambat Pertumbuhan Anak
18 September 2012 - dibaca : 2.340 kali

Depresi Saat Hamil Hambat Pertumbuhan Anak

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, bayi-bayi yang lahir dari seorang ibu yang mengalami depresi, terutama pada negara-negara berkembang, mempunyai risiko 40 persen mengalami kekurangan berat badan atau pertumbuhan terhambat dibandingkan mereka yang lahir dari ibu secara mental baik.

"Analisis kami menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara depresi pada ibu hamil terhadap gangguan pertumbuhan anak di negara berkembang," kata seorang analis dalam buletin bulanan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bahkan menurutnya, masalah terhambatnya pertumbuhan anak akan menjadi lebih serius pada ibu hamil yang mengalami depresi lebih berat. Selain masalah depresi, diperkiraan sekitar 15-57 persen ibu hamil di negara miskin rentan mengalami konflik dalam perkawinan dan kekerasan rumah tangga.

Analisis ini didasarkan pada 17 studi yang  mengamati hampir 14.000 ibu dan anak di beberapa Negara seperti Afrika, Asia, Amerika Selatan dan Karibia. Termasuk di antaranya Brazil, India dan Nigeria.

"Sekarang kita berada dalam masa kritis, setelah melihat hasil penelitian di 17 negara-negara berkembang tersebut. Ini merupakan kasus pertama berdasarkan banyaknya jumlah kasus yang ada,” kata Pamela Surkan dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

Menurut Surkan, pertumbuhan yang tidak adekuat di masa kecil dapat mengakibatkan anak tumbuh pendek, tingkat pendidikan rendah, produktivitas berkurang dan risiko lebih besar terkena penyakit.

"Ibu hamil yang mengalami depresi selalu dikaitkan dengan pola asuh yang kurang responsif. Dan kemungkinan untuk memberikan ASI akan lebih rendah atau pendek," kata Surkan.

Menurut Surkan, untuk mencegah depresi ibu hamil di negara-negara berkembang, bisa disiasati dengan memberikan dukungan sosial, melakukan terapi kelompok atau kunjungan ke rumah, dan pemberitahuan informasi oleh masyarakat awam.

Hal tersebut menurutnya cukup efektif, dan telah terbukti dapat membantu mengurangi gejala depresi ibu hamil di beberapa Negara seperti Cina, Jamaika, Pakistan, Afrika Selatan dan Uganda.

 

 

 

sumber : kompas.com


Terpopuler