KELUARGA BERENCANA
12 September 2012 - dibaca : 10.822 kali

KELUARGA BERENCANA

  1. Pengertian

Keluarga berencana merupakan suatu perencanaan tentang waktu yang tepat untuk memiliki anak. Di dalam keluarga berencana terdapat teknik kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah kehamilan sebagai upaya untuk mengatur kehamilan (Meri, 2007).

Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah kehamilan. Upaya  itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas (Wiknjosastro, 2005).

  1. Syarat Kontrasepsi

Menurut Mochtar (1998) syarat kontrasepsi adalah sebagai berikut:

  1. Aman pemakaianya dan dapat dipercaya
  2. Efek samping yang merugikan tidak ada
  3. Lama kerjanya dapat diatur menurut kainginan
  4. Tidak mengganggu hubungan sersetubuhan
  5. Tidak memerlukan bantuan medik atau kontrol yang ketat selama pemakaiannya
  6. Cara penggunaanya sederhana
  7. Harganya murah agar dapat dijangkau masyarakat luas
  8. Dapat diterima oleh pasangan suami istri.
  9. Mtode Kontrasepsi

Metode KB yang dapat digunakan menurut Manuaba (1998) adalah:

  1. Metode sederhana :
    1. Kondom

Kondom merupakan selubung/sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks, plastik, atau bahan alami yang dipasang pada penis saat hubungan seksual. Kondom terbuat dari karet sintetis yang tipis, berbentuk silindris, dengan muaranya berpinggir tebal, yang bila digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti puting susu. Standar dilihat dari ketebalan, pada umumnya standar ketebalan adalah 0,02 mm. Kondom tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga mencegah IMS termasuk HIV/AIDS. Efektif bila dipakai dengan baik dan benar.

1)      Tipe kondom

a)   Kondom biasa

b)      Kondom berkontur (bergerigi)

c)      Kondom beraroma

d)     Kondom tidak beraroma

e)      Kondom pria dan wanita

2)      Cara kerja

Kondom menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma diujung selubung karet yang dipasang pada peniasehingga sperma tidak tercurah kedalam saluran reproduksi perempuan. Mencegah penularan mikroorganisme (IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS) dari satu pasangan kepada pasangan yang lain (khusus kondom yang terbuat dari lateks dan vinil.

3)      Manfaat

a)   Efektif bila digunakan dengan benar

b)   Tidak mengganggu reproduksi ASI

c)   Tidak menggangu kesehatan klien

d)  Tidak mempengaruhi sistemik

e)   Murah dan dapat dibeli secara umum

f)    Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus

g)   Metode kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda.

4)      Keterbatasan

a)      Efektivitas tidak terlalu tinggi.

b)      Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi.

c)      Agak menggangu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung).

d)     Pada beberapa klien bisa menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi.

e)      Harus selalu siap sedia setiap kali berhubungan seksual.

  1. Spermiside

Adalah bahan kimia (biasanya non oksinol-9) digunakan untuk menonaktifkan atau membunuh sperma.

                  Dikemas dalam bentuk:

1)     Aerosol (busa)

2)   Tablet vaginal, suppositoria, atau dissolvable film.

3)   Krim

1. Cara Kerja

Menyebabkan sel membran terpecah, memperlambat pergerakan sperma, dan menurunkan kemampuan pembuahan sel telur.

  1. Pilihan
  2. Busa (Aerosol) efektif segera setelah insersi.
    1. Busa spermisida dianjurkan apabila digunakan sebagai metode kontrasepsi.
    2. Tablet vagian, suppositoria, dam film penggunaannya disarankan menunggu 10- 15 menit sesudah dimasukan sebelum jeli biasanya hanyan digunakan dengan giafragma.
    3. Manfaat
      1. Efektif seketika (busa dan krim)
      2. Tidak menggangu reproduksi ASI
      3. Tidak menggangu kesehatan klien
      4. Tidak mempengaruhi sistemik
      5. Mudah digunakan
      6. Meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual.
      7. Keterbatasan
        1. Efektivitas kurtang (18-29 kehamilan per 100 perempuan per tahun)
        2. Efektifitas sebagai kontrasepsi bergantung pada kepatuhan mengikuti cara penggunaan.
        3. Pengguna harus menunggu 10-15 menit setelah aplikasi sebelum melakukan hubungan seksual (tablet busa vagina, suppositoria dan film)
        4. Efektivitas aplikasi hanya 1-2jam.
        5. Koitus interupus (senggama terputus)

Adalah metode keluarga berencana tradisional, dimana pria mengelurkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum pria mencapai ejakulasi.

1)      Cara kerja

Alat kelamin pria dikelarkan sebelum ejakulasi sehingga sperema tidak masuk kedalam vagina sehingga tidak ada pertemuan antara sperma dan ovum, dan kehamilan dapat dicegah.

2)      Manfaat

a)   Efektif bila diugunakan dengan benar

b)   Tidak mengganggu produksi ASI

c)   Dapat digunakan sebagai pendukung metode KB lainnya.

d)  Tidak ada efek samping

e)   Dapat digunakan setiap waktu

f)    Tidak membutuhkan biaya

3)      Keterbatasan

a)   Efektiufitas sangat berganbtung pada kesediaan pasangan untuk melakukan senmggama setiap melaksanakannya.

b)   Efektifitas jauh akan menurun apabila sperma dalam 24 jam sejak ejakulasi masih melekat pada penis.

c)   Memutus kenikmatan dalam hubungan seksual.

4)      Dapat dipakai untuk

a)   Suami yang ingin berpartisipasi aktif dalam keluarga berencana.

b)   Pasangan yang taat beragama atau mempunyai alasan filosofi untuk tidak memakai metode-metode lain

c)   Pasangan yang memakai kontrasepsi dengan ssegera

d)  Pasangan yang memerlukan metode sementara

e)   Pasangan yanng membutuhkan metode pendukung

5)      Tidak dapat dipakai untuk

a)   Suami dengan pengalaman ejakulasi dini

b)   Suami yang sulit melakukan senggama terputus

c)   Suami yang memiliki kelainan fisik

d)  Istri yang mempunyai pasangan yang sulit bekerjasama

6)      Intruksi bagi klien

e)   Meningkatkan kerjasama dan dan membangun saling pengertian sebelum melakukan hubungan seksual dan pasangan harus mendiskusikan.

f)    Sebelum berhubungan pria terlebih dulu mengosongkan kandung kemih dan membersihkan penis untuk menghilangkan sperma dari ejakulasi sebelumnya.

g)   Apabila merasa akan ejakulasi, pria segera mengeluarkan penisnya dari vagina.

h)   Pastikan pria tidak terlambat melaksanakannya.

  1. Metode Efektif

a. Hormonal

1)   Pil KB : progesteron only pill, pil KB kombinasi, pil KB sekuensial

a)   Pil Kombinasi

(1)      Profil

(2)      Efektif dan reversibel

(3)      Harus diminum setiap hari

(4)      Pada bulan-bulan pertama efek samping berupa mual dan   perdarahan bercak yang tidak berbahaya dan segera akan hilang.

(5)      Efek samping serius sangat jarang terjadi

(6)       Dapat dipakai oleh semua ibu usia reproduksi, baik yang sudah mempunyai anak maupun belum.

(7)       Dapat mulai minum setiap saat bila yakin sedang tiodak hamil.

(8)      Tidak dianjurkan pada ibu yang menyusui.

(9)      Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat.

(10)  Jenis

(a)     Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet yang mengandung hurmon aktifestrogen/progestin dalam dosis yang sama dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

(b)   Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet yang mengandung hormon aktif estrogen/progestin denag dosis yang tersedia 7 tablet tanpa hormon aktif.

(c)    Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progestin dengan 3 dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

(11)  Cara Kerja

(a)    Menekan ovulasi

(b)   Mencegah implantasi

(c)    Lendir servik mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma.

(d)   Pergerakan tuba terganggu sehingga trasnportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula.

(12)  Manfaat

(a)    Memilik efektivitas yang tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi), bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan).

(b)   Resiko terhadap kesehatan sangat kecil

(c)    Tidak mengganggu hubungan seksual

(d)   Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia) tidak terjadi nyeri haid.

(e)    Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih ingin menggunakannya untuk mencegah kehamilan.

(f)    Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause.

(g)   Kesuburan segera kembali setelah pengguna pil dihentikan.

(h)   Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat.

(13)  Keterbatasan

(a)    Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari.

(b)   Mual, terutama 3 bulan pertama

(c)    Perdarahan bercak atau perdarahan sela, terutama 3 bulan pertama.

(d)   Pusing

(e)    Nyeri payudara

(f)    Berat badan naik sedikit, tetapi pada perempuan tertentu kenaikan berat badan justru memiliki dampak positif.

(g)   Berhenti haid (amenorea), jarang pada pil kombinasi.

(h)   Tidak boleh diberikan pada perempuan menyusui

(i)     Pada sebagian kecil perempuandapat menimbulkan depresi, dan perubahan suasana hati sehinnga keinginan untuk melakukan hubungan seks berkurang.

(j)     Tidak mencegah IMS, HBV, HIV/AIDS

(14)  Yang dapat menggunakan pil kombinasi

(a)    Pada prinsipnya hampir semua ibu boleh menggunakan pil kombinasi, seperti:

(b)   Usia reproduksi

(c)    Telah memiliki anak ataupun belum memiliki

(d)   Gemuk atau kurus

(e)    Menginginkan metode komtrasepsi dengan efektivitas tinggi

(f)    Setelah melahirkan dan tidak menyusui

(g)   Setelah melahirkan 6 bulan yang tidak memberikan asi eksklusif, sedangkan semua alat kontrasepsi yang dianjurkan tidak cocok bagi ibu tersebut.

(h)   Pasca keguguran

(i)     Anemia karena haid berlebihan

(j)     Nyeri haid hebat

(k)   Kelainan payudara jinak

(l)     Riwayat kehamilan ektopik.

(m) Kencing manis tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata dan saraf.

(n)   Penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis dan tumor ovarium jinak.

(15)  Yang tidak boleh menggunakan pil kombinasi

(a)    Hamil atau dicurigai hamil

(b)   Menyusui eksklusif

(c)    Perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya.

(d)   Penyakit hati akut

(e)    Perokok dengan usia >35 tahun

(f)    Riwayat penyakit jantung, struke, atau tekanan darah >180/110 mmHg

(g)   Kanker payudara dan dicurigai kanjer payudara

(h)   Migrain dengan gejala neurologik fokal

(i)     Tidak dapat menggunakan pil secara teratur setiap hari.

(16)  Waktu mulai menggunakan pil kombinasi

(a)    Setiap saat selagi haid, untuk meyakinkan kalau wanita tersebut tidak hamil

(b)   Hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid

(c)    Boleh menggunakan pada hari ke 8, tetapi perlu menggunakan metode kontrasepsi yang lain (kondom) mulai hari ke 8 sampai ke 14 atau tidak melakukan hubunagan seksual sampai anda menghabiskan paket pil tersebut.

(d)   Setelah melahirkan:

(e)    Setelah 6 bulan pemberian ASI eksklusif

(f)    Setelah 3 bulan dan tidak menyusui

(g)   Intruksi pada klien

(h)   Sebaiknya pil diminum setiap hari, lebih baik pada saat yang sama setiap hari.

(i)     Pil yang pertama dimulai pada hari pertama sampai hari ke 7 siklus haid

(j)     Sangat dianjurkan penggunaanya pada hari pertama haid

(k)   Pada paket 28 pil, dianjurkan mulai minum pil plasebo sesuai dengan hari yang ada pada paket.

(l)     Beberapa paket pada pil mempunyai 28 pil, yang lain 21 pil. Bila paket 28 pil habis, sebaiknya anda mulai minum pil dari paket yang baru.bila paket 21 habis, sebaiknya tunggu 1 minggu baru kemudian minum pil dari paket yang baru.

(m) Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil, ambilah pil yang lain

(n)   Bila tidak haid, perlu segera ke klinik untuk tes kehamilan.

b)   Pil progestin (minipil)

(1)    Profil

(a)    Cocok untuk perempuan menyusui yang ingin memakai pil KB

(b)   Sangat efektif pada masa laktasi

(c)    Tidak menurunkan produksi ASI

(d)   Tidak memberikan efek samping estrogen

(e)    Efek samping utama adalah gangguan perdarahan; perdarahan bercak, atau perdarahan tidak teratur.

(f)    Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat.

(2)   Jenis minipil

(a)    Kemasan dengan isi 35 pil: 300µg levonorgestrel atau 350 µg noretindron.

(b)   Kemasan dengan isi 28 pil: 75 µg desogestel

(3)   Cara kerja minipil

(a)    Menekan skresi gonadotropin dan sintesis steroid seks di ovarium (tidak begitu kuat)

(b)   Endometrium mengalami tranformasi lebih awal sehinnga implantasi lebih sulit.

(c)    Mengentalkan klendir serviks sehingga menghambat penetrasi sperma

(d)   Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma terganggu.

(4)   Efektivitas

Sangat efektif (98,5%). Pada penggunaan minipil jangan sampai terlupa satu-dua tablet atau jangan sampai terjadi gangguan gastrointestinal (muntah, diare) akibatnya kemungkinan terjadi kehamialn sangat besar. Pengguna obat-obat kolitik asetilsistein bersamaan dengan minipil perlu dihindari karena mukolitik jenis ini dapat meningkatkan penetrasi sperma sehingga kemampuan kontrasetif dari minipil dapat terganggu.

(5)   Keuntungan kontrasepsi

(a)    Sangat efektif bila digunakan dengan benar

(b)   Tidak mengganggu hubungan seksual

(c)    Tidak mempengarui ASI

(d)   Kesuburan cepat kembali

(e)    Nyaman dan mudah digunakan

(f)    Sedikit efek samping

(g)   Dapat dihentikan setiap saat

(h)   Tidak mengandung estroge

(6)   Keuntungan nonkontrasepsi

(a)    Mengurangi nyeri haid

(b)   Mengurangi jumlah darah haid

(c)    Menurunkan tingkat anemia

(d)   Mencegah kanker endometrium

(e)    Melindungi dari penyakit radang panggul

(f)    Tidak meningkatkan pembekuan darah

(g)   Dapat diberikan pada penderita endometrium

(h)   Kurang menyebabkan peningkatan tekanan darah, nyeri kepala, dan depresi.

(i)     Sedikit sekali mengganggu metabolisme karbohidrat sehingga relatif aman diberikan padfa perempuan pengidap kencing manis yang belum mengalamin komplikasi.

(7)   Keterbatasan

(a)    Hampir 30-60 % mengalami gangguan haid (perdarahan sela, spoting, amenorea)

(b)   Peningkatan/penuruna berat badan

(c)    Harus digunakan setiap hari pada waktu yang sama

(d)   Bila lupa satu pil saja kegagalan menjadi lebih besar

(e)    Payudara menjadi tegang, mual, pusing, dermatitis atau jerawat

(f)    Resiko kehamilan ektopik cukup tinggi.

(g)   Tidak melindungi diri dari PMS atau HIV/AIDS

(8)   Yang boleh menggunakan minipil

(a)    Usia reproduksi

(b)   Telah memiliki anak atau yang belum memiliki anak

(c)    Menginginkan suau metode kontrasepsi yang sangat     

(d)   Efektif selama periode menyusui

(e)    Pasca persalinan dan tidak menyusui

(f)    Pasca keguguran

(g)   Perokok segala usia

(9)   Yang tidak boleh menggunakan minipil

(a)    Ibu hamil atau diduga hamil

(b)   Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya

(c)    Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid

(d)   Menggunakan obat tiberkolosis atau obat untuk epilepsy

(e)    Kanker payudara atau riwayat kanker payudara

(10)  Waktu menggunakan minipil

(a)    Mulai hari pertama sampai hari ke-5 haid. Tidak

(b)   Diperlukan pencegahan dengan kontrasepsi lain.

(c)    Dapat menggunakan setiap saat, asal tidak terjadi

(d)   Kehamilan. Bila menggunakanya setelah hari ke-5 siklus

(e)    Haid, jangan melakukan hubungan seksual selama dua

(f)    Hari atau menggunakan metode kontrasepsi lain untuk 2

(g)   Hari saja.

(h)   Bila klien tidak haid, minipil dapat digunakan setiap saat,

(i)     Asal saja diyakini tidak hamil.

(j)     Bila menyusui antara 6 minggu dan 6 bulan pasca

(k)   Persalinan dan tidak haid, minipil dapat dimulai setiap saat.

(l)     Bila lebih dari 6 minggu pasca persalinan dank lien telah

(m) Mendapat haid, minipil dapat dimulai pada hari 1-5

(n)   Siklus haid.

(o)   Minipil dapat diberikan segera pascakeguguran.

 

(11)  Intruksi pada klien

(a)    Minum minipil setiap hari pada saat yang sama.

(b)    Minum pil yang pertama pada hari pertama haid.

(c)     Bila klien muntah dalam waktu 2 jam setelah

(d)    Mengunakan pil, minumlah pil yang lain, atau

(e)     Menggunakan metode kontrasepsi lain bla klien berminat

(f)     Melakukan hubungan seks pada 48 jam berikutnya.

(g)    Bila klien menggunakan pil terlambat lebih dari 3 jam, minum pil tersebut begitu klien ingat. Gunakan metode pelindung selama 48 jam.

(h)   Bila klien lupa minum pil yang terlupa tersebut segera klien ingat dan gunakan metode pelindung sampai akhir bulan.

(i)     Walaupun klien belum haid, mulai paket baru sehari setelah paket terahir habis. 

2)   Suntikan KB : depoprovera setiap 3 bulan, norigest setiap 10 minggu, cyclofem setiap bulan.

a)   Jenis

Menurut Saifuddin (2006) tersedia 2 jenis kontrasepsi suntikan yang hanya mengandung progestin yaitu:

(1)   Depo Medruksiprogesteron Asetat (Depoprovera), mengandung 150 mg DMPA, yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuskular (didaertah bokong).

(2)   Depo Noretisteron Enantat (Depo noristerat)m yang mengandung 200 mg Noretidron Enamtat diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik intramuskular.

 

b)   Cara Kerja Kontrasepsi Suntikan Progestin

    Cara kerja kontrasepsi suntikan progestin antara lain (Saifuddin, 2006):

(1)   Mencegah ovulasi.

(2)   Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan     penetrasi sperma.

(3)   Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atropi.

(4)   Menghambat transportasi gamet oleh tuba.

c)   Efektivitas

Kedua kontrasepsi suntik tersebut memiliki efektivitas yang tinggi, dengan kehamilan per 100 perempuan-tahun, asal penyuntikannya dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan (Saifuddin, 2006).

d)  Keuntungan

Kontrasepsi suntikan progestin memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut (Saifuddin, 2006):

(1)      Sangat efektif.

(2)      Pencegahan kehamilan jangka panjang.

(3)      Tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri.

(4)      Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung, dan gangguan pembekuan darah.

(5)      Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI

(6)      Sedikit efek saniping.

(7)      Klien tidak perlu menyimpan obat suntik.

(8)      Dapat digunakan oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampai perimenopause.

(9)      Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamulai ektopik.

(10)  Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara.

(11)  Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul.

(12)  Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sickle cell).

 

 

e)   Keterbatasan

Kontrasepsi suntikan progestin memiliki keterbatasan (Saifuddin, 2006) yaitu:

(1)   Sering ditemukan gangguan haid, seperti:

(a)       Siklus haid yang memendek atau memanjang,

(b)      Perdarahan yang banyak atau sedikit,

(c)       Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting),

(d)      Tidak haid sama sekali.

(2)   Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntikan).

(3)   Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut.

(4)   Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering.

(5)   Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B virus, atau infeksi virus HIV.

(6)   Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian. Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan/kelainan  pada organ genitalia, melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan  dari deponya (tempat suntikan).

(7)   Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang.

(8)   Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan (densitas).

(9)   Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbu1kar kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi (jarang), sakit kepala, bervositas, jerawat.

f)    Indikasi Kontrasepsi Suntikan Progestin

Kontrasepsi suntikan progestin boleh diberikan pada (Saifuddin, 2006):

(1)   Usia reproduksi.

(2)   Nulipara dan yang telah memiliki anak.

(3)   Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang memiliki efektivitas tinggi

(4)   Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai.

(5)   Setelah melahirkan dan tidak menyusui.

(6)   Setelah abortus atau keguguran.

(7)   Telah banyak anak, tetapi belum menghendaki tubektomi.

(8)   Perokok.

(9)   Tekanan darah kurang dari 180/110 mmHg, dengan masalah gangguan pembekuan darah atau  anemia bulan sabit.

(10)  Menggunakan obat untuk epilepsi (fenitoin dan barbiturat) atau obat tuberkulosis (rifampisin).

(11)  Tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung estrogen.

(12)  Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi.

(13)  Anemia defisiensi besi.

(14)  Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.

g)   Kontraindikasi kontrasepsi Suntikan Progestin

Kontrasepsi suntikan progestin tidak boleh diberikan pada ibu dengan kondisi sebagai berikut (Saifuddin, 2006) :

(1)      Hamil atau dicurigai hamil (risiko cacat pada janin 7 per 100.000 kelahiran).

(2)      Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.

(3)      Tidak dapat menerima teerjadinya gangguan haid, terutama amenorea.

(4)      Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara.

(5)      Diabetes millitus disertai komplikasi.

h)   Waktu Mulai Menggunakan Kontrâsepsi Suntikan Progestin

Kontrasepsi suntikan progestin dapat dimulai pada (Saifuddin, 2006):

(1)      Setiap saat selama siklus haid, asal Ibu tersebut tidak hamil.

(2)      Mulai haid pertama sampai hari ke-7 sikius haid.

(3)      Pada ibu yang tidak haid, injeksi pertama dapat diberikan setiap saat, asalkan saja ibu tersebut tidak hamil. Selama 7 hari setelah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.

(4)      Ibu yang meaggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin mengganti dengan kontrasepsi suntikan. Bila ibu telah menggunakan kontrasepsi hormonal sebelum nya secara benar, dan ibu tersebut tidak hamil, suntikan pertama dapat segera diberikan. tidak perlu menunggu sampai haid berikutnya datang.

(5)      Bila ibu datang sedang meggunakan jenis kontrasepsi jenis lain dan ingin menggantinya dengan jenis kontrasepsi suntikan yang lain lagi, kontrasepsi yang akan diberikan dimulai pada saat jadual kontrasepsi suntikan yang sebelumnya.

(6)      Ibu  yang menggunakan kontrasepsi nonhormonal dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi hormonal, suntikan pertama kontrasepsi hormonal yang akan diberikan dapat segera diberikan, asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan pemberiannya tidak perlu menunggu haid berikutnya datang. Bila ibu disuntik setelah hari ke-7 haid, ibu tersebut selama 7 hari setelah suntikan -tidak boleh melakukan hubungan seksual.

(7)      Ibu ingin menggantikan AKDR dengan kontrasepsi hormona!, Suntikan pertama dapat diberiikan pada hari pertama sampai hari ke-7 sikius haid, atau dapat diberi.. kan setiap saat setelah hari ke-7 sikius haid, asal saja yakin ibu tersebut tidak hamil.

(8)      Ibu tidak haid atau ibu dengan perdarahan tidak teratut Suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal saja ibu tersebut tidak hamil, dan selama 7 hari setejah suntikan tidak boleh melakukan hubungan seksual.

i)     Cara Pemberian Kontrasepsi Suntikan

Cara pemberian kontrasepsi suntikan (Saifuddin, 2006) yaitu:

(1)      Kontrasepsi suntikan DMPA diberikani setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuskular  dalam di daerah pantat. Apabila suntikan diberikan terlalu dangkal penyerapan kontrasepsi suntikan akan lambat dan tidak bekerja segera dan efektif Suntikan diberikan setiap 90 hari. Pemberian kontrasepsi suntikan Noristerat unuk 3 injeksi berikutnya diberikan setiap 12 minggu. Mulai dengan injeksi kelima diberikan setiap 12 minggu.

(2)      Bersihkan kulit yang akan disuntik dengan kapas alcohol  yang dibasahi oleh etil atau isopropil alkohol 60 - 90%. Biarkan kulit kering sebelum disuntik. Setelah kulit kering baru disuntik.

(3)      Kocok dengan baik dan hindarkan terjadinya gelembung-gelembung udara. Kontrasepsi suntik tidak perlu didinginkan. Bila terdapat endapan putih pada dasar ampul. upayakan menghilangkannya dengan menghangatkannya.

  1. Metode Mekanis

a)   Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

1)      Jenis

(a)    AKDR CuT-380 A

(b)   AKDR lain yang beredar di Indonesia ialah NOVA T (Schering)

2)      Cara kerja

(a)   Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopi

(b)Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri

(c)   Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus

3)      Keuntungan

(a)    AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan

(b)   Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380 A dan tidak perlu diganti)

(c)    Tidak mempengaruhi hubungan seksual

(d)   Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI

(e)    Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi infeksi)

4)      Kerugian

(a)    Perubahan siklus haid (haid lebih lama dan benyak)

(b)   Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS

(c)    Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan

(d)   Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri

(e)    Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui 

5)      Indikasi

(a)    Usia reproduktif, nulipara

(b)   Menginginkan kontrasepsi jangka panjang

(c)    Resiko rendah dari IMS, tidak menghendaki metode hormonal

6)      Kontraindikasi

(a)    Perdarahan pervaginam yang tidak diketahui

(b)   Sedang menderita infeksi alat genital

(c)    Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yang dapat mempengaruhi kavum uteri

(d)   Diketahui menderita TBC pelvic

(e)    Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm

7)      Efektifitas 

Sangat efektif (0,6-0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama)

b)   Implan

1)      Jenis Implan

(a)     Norplan

Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 mm, yang diisi dengan 36 mg Levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun.

(b)    Implanon

Terdiri dari satu batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm, dan diameter 2 mm, yang diisi dengan 68 mg 3-Keto-desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.

(c)       Jadena dan Indoplan

Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg Levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun.

2)      Cara Kerja

(a)       Lendir serviks menjadi kental

(b)      Mengganggu proses pembentukan endometriumsehingga sulit terjadi implantasi

(c)       Mengurangi transportasi sperma

(d)      Menekan ovulasi

3)      Efektifitas

Sangat efektif (kegagalan 0,2- 1 kehamilan per 100 perempuan)

4)      Keuntungan

(a)       Daya guna tinggi

(b)      Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun)

(c)       Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan

(d)      Tidak memerlukan pemeriksaan dalam

(e)       Bebas dari pengaruh estrogen

(f)       Tidak mengganggu kegiatan senggama

(g)      Tidak mengganggu ASI

(h)      Klien hanya perlu kembali ke klinik jika ada keluhan

(i)        Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan.

5)      Efek Samping

Perubahan pola haid berupa perdarahan bercak (spooting), hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid, serta amenorea.

6)      Indikasi

(a)       Usia reproduksi

(b)      Telah memiliki anak ataupun yang belum

(c)       Pascakeguguran

(d)      Tidak menginginkan anak lagi tapi menolak sterilisasi

(e)       Riwayat kehamilan ektopik

(f)       Tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen

(g)      Sering lupa menggunakan pil

7)      Kontraindikasi

(a)    Hamil atau diduga hamil

(b)   Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya

(c)    Benjolan/ kanker payudara atu riwayat kanker payudara

(d)   Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi

(e)    Miom uterus dan kanker payudara

  1. Metode operatif

a)   Tubektomi pada wanita (MOW)

1) Pengertian

Kontrasepsi mantap atau sterilisasi pada wanita adalah suatu kontrasepsi permanen yang di lakukan dengan cara melakukan tindakan pada kedua saluran telur sehingga menghalangi pertemuan sel telur (ovum) dengan sel mani (sperma).Dalam perkembangan sejarahnya,sejak dulu sampai sekarang tercatat 4 macamsterilisasi bedasarkan tujuannya :

(a)    Sterilisasi hukuman (compulsary sterilization)

(b)   Sterilisasi eugenik ;untuk mencegah berkembangnya kelainan mental secara turun temurun.

(c)    Sterilisasi medis ;yang dilakukan berdasarkan indikasi medis demi keslamatan wanita tersebut karena kehamilan berikutnya dapat membahayakan jiwanya.

(d)   Sterilisasi sukarela (voluntsry sterilization);yang bertujuan ganda dari sudut kesehatan,sosio ekonomin, dan kependudukan.

2) Indikasi

      Kebanyakan sterilisasi dilakukan dalam masa pasca persalinan.sekitar 24-48 jam pasca persalinan,dengan keuntungan:

(a)    Teknik sederhana,dapat dilakukan di lipatan pusat untuk dilakukan di    lipatan pusat untuk tujuan estetika karena lukanya kecil sehingga parut tersembunyi di lipatan pusat.

(b)   Lama rawat inap di rumah sakit tidak di perpanjang.

(c)    Usia > 26 tahun

(d)   Paritas > 2

3) Kontraindikasi

(a) Tidak boleh menjalani proses pembedahan

(b) Kurang apsti mengenai keinginannya untuk fertilitas di masa depan

(c) Infeksi sistemik atau pelvic yang akut

b)   Vasektomi pada pria (MOP)

1)      Pengertian

Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.

2)      Indikasi

Vasektomi merupakan upaya untuk menghentikan fertilitas dimana fungsi reproduksi merupakan ancaman gangguan bterhadap kesehatan pria dan pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluarga.

 

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler
loading...