Pemberian Vit. K Pada Bayi Baru Lahir (BBL)
16 September 2012 - dibaca : 90.140 kali

Pemberian Vit. K Pada Bayi Baru Lahir (BBL)

Kejadian perdarahan karena defisiensi vit.K pada bayi baru lahir yang cukup tinggi,berkisar 0, 25-0,5%. Untuk mencegah terjadinya perdarahan tersebut,semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vit. K parenteral dengan dosis 0,5-1 mg IM.

Pemberian vit K diberikan selama 2 jam pertama kehidupan bayi baru lahir, untuk mencegah penyakit hemoragik bayi baru lahir.

Dosis  Vitamin K1 (phytomenadione) yang saat ini beredar di Indonesia:

  1. Suntik
  2. Obat minum (oral)
         10mg/ml = Rp. 1.033 / ampul

10 g per tablet salut gula = Rp. 735

Diberikan pada      :

  1. Semua bayi baru lahir harus mendapat profilaksis vitamin K1
  2. Jenis vitamin K yang digunakan adalah vitamin K1
  3. Cara pemberian K1 adalah disuntik di otot (intra muskular) atau oral (diminum)
  4. Dosis yang dianjurkan untuk semua bayi baru lahir adalah:
  5.  Untuk bayi yang lahir ditolong oleh dukun maka diwajibkan pemberian profilaksis vitamin K1 secara oral
  6. Kebijakan ini harus dikoordinasikan bersama Direktorat Pelayanan Farmasi dan Peralatan dalam penyediaan vitamin K1 dosis injeksi 2 mg/ml/ampul, vitamin K1 dosis 2 mg/tablet yang dikemas dalam bentuk strip 3 tablet atau kelipatannya
  7. Profilaksis vitamin K1 pada bayi baru lahir dijadikan sebagai   program nasional.
     a) IM, 1 mg dosis tunggal atau
     b) Oral, 3 kali @2mg, diberikan pada waktu bayi baru lahir, umur 3 – 7 hari, dan pada saat bayi berumur 1 - 2 bulan

Ada tiga bentuk vitamin K yang diketahui yaitu:

  1. Vitamin K1 (phytomenadione), terdapat pada sayuran hijau. Vitamin jenis ini yang dibutuhkan, bukan K2 atau K3
  2. Vitamin K2 (menaquinone) disintesa oleh flora usus normal seperti Bacteriodes fragilis dan beberapa strain E. coli.
  3. Vitamin K3 (menadione) merupakan vitamin K sintentik yang sekarang sudah tidak boleh diberikan lagi pada bayi baru lahir karena dilaporkan bisa menyebabkan anemia hemolitik.