Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Pesan Matematis dalam Al-Qur’an
13 September 2012 - dibaca : 4.108 kali

Pesan Matematis dalam Al-Qur’an

Pembahasan al-Qur’an dengan pendekatan paradigma angka atau numerik masih sangat langka bila dibandingkan dengan paradigma verbal. Pendekatan verbal di sini dimaksudkan sebagai keseluruhan kajian yang berangkat dari uraian konsep yang dituliskan dengan menggunakan huruf. Secara umum istilah verbal atau numerik tidak dikenal karena memang tidak dinyatakan dengan istilah tersebut dalam setiap kajian, namun disebutkan demikian di sini untuk memudahkan pengertian tentang klasifikasi yang didasarkan pada notasi simbol yang diurai melalui huruf dan angka. Kajian yang dikelompokkan pada paradigma verbal lebih dikenal dalam berbagai pendekatan disiplin ilmu yang sudah ada, seperti: sejarah, hukum, bahasa, dan lain sebagainya. Sedangkan paradigma numerik sendiri masih sangat umum, belum membentuk sebuah pendekatan tersendiri.

Pendekatan terhadap al-Qur’an melalui bahasa tulisan (huruf-huruf) seperti itu terus menerus dilakukan oleh umat manusia dan para ahli agama sejak masa awal al-Qur’an diperkenalkan di masa para khalifah sesudah wafatnya Rasulullah saw. Hal itu terus berlangsung sampai saat ini, dalam rangka mencari makna dari kedalaman pesan-pesan al-Qur’an. Tetapi tidak demikian halnya terhadap angka atau bilangan yang ada di dalamnya, yang sesungguhnya pernah diajarkan juga pada saat sebelumnya.

Keberadaan bahasa huruf (verbal) dan juga bahasa angka (numerik) di dalam al-Qur’an, pada hakikatnya memperkuat keterangan al-Qur’an itu sendiri bahwa isi dari ayat-ayat al-Qur’an bersifat seimbang atau berpasangan, ada ayat-ayat yang muhkamat, yaitu ayat-ayat yang jelas isi dan maksudnya serta mudah dipahami, dan ada ayat-ayat mutasyabihat, yaitu ayat-ayat yang tidak jelas atau tersamar maksudnya, dan membutuhkan penafsiran yang lebih jauh dan lebih mendalam.

“Bahasa angka” atau numerik dapat membantu dan mendukung di dalam memberi penjelasan yang “lebih” terhadap makna dari suatu keterangan yang disampaikan dengan bahasa verbal yang terkadang masih kurang jelas arti dan maksudnya. Bagaimana kita bisa yakin (mantap) kalau angka juga merupakan bagian dari pewahyuan al-Qur’an? Hal ini dapat dilihat dari reaksi umat Muslim apabila ada orang yangmencoba untuk mengubah ayat al-Qur’an secara redaksional atau mencoba mengubah jumlah bilangan ayat yang ada pada suatu surat atau juz, dengan cara menambah atau mengurangi jumlah atau bilangan ayat yang seharusnya ada pada sura atau juz itu. Maka dalam hal ini umat 

Muslim pasti tidak akan dapat menerima atau bahkan cenderung marah bila terjadi hal yang demikian. Inilah salah satu bukti bahwa ayat secara redaksional dan juga angka (numerik) atau bilangan yang terdapat dalam surat atau juz sudah bersifat baku dan tidak dapat diubah oleh siapapun. Dan inilah tanda bahwa huruf dan angka dalam al-Qur’an merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karen asebenrnya keduanya merupakan bagian dari pewahyuan.

Hakikatnya, Matematika merupakan ilmu pengetahuan dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari baik secara langsung maupun tidak langsung. Matematika juga merupakan ilmu yang tidak terlepas dari agama. Pandangan ini dengan jelas dapat diketahui kebenarannya dari ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan matematika, di antaranya adalah ayat-ayat yang berbicara mengenai bilangan, operasi bilangan, dan adanya penghitungan.

Hal ini dapat dilihat pada QS. al-Hajj (22):47, QS. Yunus (10):5, QS. al-Isra’ (17):12, QS. al-Syura (42):17, dan QS. Maryam (19):93-94. Ayat ini menyatakan bahwa “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang pada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.” Allah juga menyatakan bahwa penciptaan matahari dan bulan serta peredarannya menggunakan penghitungan yang cermat dan teliti. Ini dapat dilihat pada QS. al-Rahman (55):5. Hingga Allah menyebut hari kiamat (yaum al-qiyamah) dengan sebutan hari penghitungan amal (yaum al-hisab).

Ayat-ayat al-Qur’an yang disebutkan di atas hanya sebagian kecil dari ayat-ayat al-Qur’an lainnya yang mengandung bilangan, operasi bilangan dan konsep matematika yang lain. Salah satu firman Allah yang memberikan motivasi untuk mempelajari matematika adalah QS. Yunus (10):5. Dari ayat tersebut, Allah memberi motivasi kepada manusia untuk mempelajari ilmu perhitungan. Bidang ilmu perhitungan yang terinspirasi dengan ayat tersebut adalah astronomi dan matematika.


Terpopuler