TEORI BELAJAR AKTIF DALAM PEMBELAJARAN
13 September 2012 - dibaca : 2.583 kali

TEORI BELAJAR AKTIF DALAM PEMBELAJARAN

Belajar aktif itu apa? Apakah ada kegiatan belajar tidak aktif atau pasif? Sebenarnya semua kegiatan belajar merupakan kegiatan aktif. Tetapi mungkin saja di kelas seringkali ketika mengajar, guru hanya berbicara, bercerita, dan muridnya mendengar dan mencatat. Komunikasi satu arah yang terjadi. Guru seringkali bahkan bertindak seperti pengkotbah yang membacakan firman Tuhan lalu menguraikannya kepada jamaah. Jamaah dalam kondisi itu hanya sebagai penerima, yang merenung dan mencermati serta mengolah pesan yang didengar bagi dirinya sendiri. 

Tidak terlihat apa yang terjadi dalam diri warga jamaah itu. Tetapi kegiatan itu pun masih dapat dikatakan aktif, setidaknya dalam diri warga jamaah itu sendiri! Kecuali bila anggota jamaah tertidur. Sebab tidak sedikit juga kegiatan kotbah yang justru membuat jamaah pulas tertidur. 

Kegiatan belajar di sekolah harusnya tidak demikian. Tidak membuat murid tertidur. Seharusnya kegiatan itu membuat siswa aktif, seperti: mendengar dan berbicara, melihat dan membaca, bahkan melakukan peragaan atau melakukan suatu aktifitas. Diantara guru dan murid terjadi komunikasi multi arah. Prof. Mohamad Surya mengemukakan pengajaran akan bersifat efektif jika (1) berpusat kepada siswa yang aktif, bukan hanya guru; (2) terjadi interaksi edukatif diantara guru dengan murid; (3) berkembang suasana demokratis; (4) metode mengajar bervariasi; (5) gurunya profesional; (6) apa yang dipelajari bermakna bagi siswa; (7) lingkungan belajar kondusif serta (8) sarana dan prasarana belajar sangat menunjang

Sekarang, pertanyaannya ialah: Kegiatan apa sajakah yang termasuk ke dalam pembelajaran secara aktif? Mengutip gagasan Paul D. Dierich, Dr Oemar Hamalik mengemukakan delapan kelompok perbuatan belajar aktif.

1 – Kegiatan-kegiatan visual: membaca, melihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran, mengamati orang lain bekerja, atau bermain.

2 – Kegiatan-kegiatan lisan (oral): mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, berwawancara, diskusi.

3 – Kegiatan-kegiatan mendengarkan: mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan instrumen musik, mendengarkan siaran radio.

4 – Kegiatan-kegiatan menulis: menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan kopi, membuat sketsa, atau rangkuman, mengerjakan tes, mengisi angket.

5 – Kegiatan-kegiatan menggambar: menggambar, membuat grafik, diagram, peta, pola.

6 – Kegiatan-kegiatan metrik: melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan (simulasi), menari, berkebun.

7 – Kegiatan-kegiatan mental: merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis faktor-faktor, menemukan hubungan-hubungan, membuat keputusan.

8 – Kegiatan-kegiatan emosional: minat, membedakan, berani, tenang dan sebagainya.

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler