Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
GIZI IBU MENYUSUI
18 September 2012 - dibaca : 4.333 kali

GIZI IBU MENYUSUI

Kualitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi ibu sangat berpengaruh pada jumlah ASI yang dihasilkan, ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 kkal, yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktivitas ibu sendiri.

Pemberian ASI sangat penting karena ASI adalah makanan utama bayi. Dengan ASI bayi akan sempurna tumbuh sebagai manusia yang sehat, bersifat lemah lembut dan mempunyai IQ yang tinggi. Hal ini disebabkan karena ASI mengandung asam dekosaheksanoid atau DHA. Bayi yang diberi ASI secara bermakna akan memiliki IQ yang lebih tinggi daripada bayi yang mendapat susu bubuk. Bayi yang diberi ASI akan mendapat kasih sayang dari ibu karena dekapan ibu, maka ikatan ibu dan bayi menjadi erat. Selama menyusui ibu memproduksi sekitar 800 cc ASI yang mengandung 600 kkal. Karena itu ibu menyusui harus mengkonsumsi tambahan 800 kkal, yaitu 600 kkal untuk ASI dan 200 kkal untuk aktivitas ibu selama menyusui. Karena itu kebutuhan kalori ibu menyusui 2200 kkal. Untuk kebutuhan normal ditambah dengan 800 kkal. Sehingga keseluruhan menjadi 3000 kkal sehari. Dengan demikian, disamping bagi keperluannya sendiri, ibu harus mendapat tambahan makanan unuk keperluannya sendiri. Tambahan zat-zat gizi dapat diperoleh dengan 600 cc susu sapi atau formula yang dibuat khusus bagi ibu yang sedang menyusui ditambah dengan daging, ikan, sayur mayur dan buah-buahan. Dengan demikian maka ASI yang diproduksi akan mengandung cukup energi, protein, vitamin dan mineral yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Pada ibu menyusui dianjurkan mendapat tambahan nutrient lain dalam sehari berupa protein sebanyak 50 gram kalsium 0,5-1gr, zat besi 20 mg, vit C 100 mg, B1 1,3 mg, B2 1,3 mg, dan air 8 gelas sehari. Selain itu juga dianjurkan makan makanan yang mengandung asam lemak omega 3 yang banyak terdapat pada ikan laut seperti ikan kakap tongkol, lemuru. Asam lemak omega 3 akan diubah menjadi DHA yang kemudian akan dikeluarkan melalui ASI. Kalsium terdapat pada susu, keju, teri, kacang-kacangan dsb. Zat besi terdapat pada daging, hati, golongan sea food dan bayam. Zink banyak terdapat pada makanan laut. Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan seperti jeruk, sirsak, apel, tomat. Vit B1 dan B2 terdapat pada padi, kacang-kacangan, hati, telur, ikan dsb.

Selama menyusui, ibu dianjurkan untuk mengkonsumsi sayur-sayuran tersebut da seyogyanya jangan minum kopi yang berlebihan, karena akan merangsang ginjal bekerja lebih kuat yang menyebabkan sering buang air kecil, padahal selama menyusui dibutuhkan banyak cairan. Merokok juga dilarang, selainakibat pasif dari efek rokok yang dihisap paru-paru bayi, nikotin yang ada dalam tembakau mengalir melalui ASI ke tubuh bayi, akibatnya bayi keracunan nikotin. Selama menyusui sebaiknya tidak minum obat-obatan tanpa sepengetahuan dokter.

 

 


Terpopuler