Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA)
12 September 2012 - dibaca : 3.806 kali

FLU  BURUNG  (AVIAN INFLUENZA)

APA ITU FLU BURUNG ? 

Flu Burung Atau Avian Influenza à Suatu Penyakit Menular Yang Disebabkan Oleh Virus Influenza Type A  Subtype  H5n1,  Yang Ditularkan Oleh Hewan Unggas

 

PENULARAN  :

      UNGGAS  KE  UNGGAS

      UNGGAS  KE  MANUSIA

 

Gejala Flu Burung Pada Manusia

  • Ø   Demam dengan suhu badan tidak stabil (>38O)
  • Ø   Batuk
  • Ø   Nyeri otot
  • Ø   sakit tenggorokan
  • Ø   sesak nafas

 

CARA PENULARAN

Penularan cepat diantara populasi unggas, antar peternakan suatu daerah ke daerah lain à kematian yang tinggi.

Penyakit ini menular melalui kontak langsung atau tidak langsung sekreta atau tinja unggas yang menderita flu bur

Penularan dari manusia ke manusia sampai saat ini belum ada bukti

 

DIAGNOSA

  Berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium, serta ada kontak dengan unggas yang sakit flu burung atau pernah berkunjung ke peternakan yang terjangkit flu burun

Sampel utk pemeriksaan lab. : serum darah & usap tenggorokan

Pemeriksaan à Badan Litbangkes

 

 GEJALA PADA UNGGAS

 

  • Sayap jatuh
  • Susah bernafas
  • Terdengar suara “hek-hek”
  • Jengger : cyanosis/kebiruan
  • Kaki : petechiae/bintik merah
  • Autopsy : petehiae di crops/tembolok

 

Menulari hewan mamalia dan manusia (Penularan antar manusia bila terjadi mutasi)

 

STRATEGI PERLINDUNGAN DAN PENANGANAN PADA  HEWAN

 

  1. 1.    Meningkatkan pelaksanaan pengawasan terhadap pemasukan unggas yang masuk ke pasar dan masyarakat.
  2. 2.    Melakukan tindakan Isolasi area tertular dimana ditemukan tempat penampungan ayam yang dinyatakan positif Avian Influensa (AI) secara Uji Laboratoris.
  3. 3.    Pelaksanaan Desinfeksi terhadap semua tempat penampungan/ pemotongan ayam dimana ditemukan unggas positif AI serta pengendalian Vector Insecta dan Rodensia untuk mengurangi penularan secara mekanik.
  4. 4.    Pelaksanaan Investigasi lanjut di pasar-pasar burung antara lain Pasar Burung di sekitar kita
  5. 5.    Meningkatkan pelaksanaan vaksinasi terhadap unggas peliharaan.
  6. Penataan kembali tempat-tempat penampungan dan pemotongan ayam diluar daerah padat penduduk.

 

 

STRATEGI PERLINDUNGAN DAN PENANGANAN PADA MANUSIA

 

 

  1. Strategi perlindungan kelompok manusia dengan resiko tinggi.
  2. Strategi Surveilans (Pengamanan Penyakit)

a)     Early Warning

b)     Rapid Assesment dan Rapid Respons dari informasi hasil Early Warning System

  • Penilaian Awal
  • Investigasi dan pengendalian secara cepat.
  1. Strategi Komunikasi, Informasi dan Edukasi
  2. Strategi Manajemen Kasus dan Pencegahan Penularan di Sarana Kesehatan

    Puskesmas à Ambulans       à Rumah Sakit Rujukan ( RSPI & RS Pusat dan RSUD yang menyediakan fasilitas pendukung

  1. Strategi Penelitian dan Pengembangan Kasus

a)     Penyelidikan Epidemiologi

b)     Penelitian Laboratorium

c)      Penelitian Pengobatan/Penataan Kasus

HIMBAUAN PADA MASYARAKAT

 

  1. 1.    Tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan melalui cara hidup sehat dan bersih seperti cuci tangan setelah kontak dengan unggas maupun produknya, membersihkan kandang unggas yang ada di rumah dan menyemprot disinfektansia serta mengubur kotoran unggas yang ada sesegera mungkin.

 

  1. Segera melaporkan kepada aparat Pemerintah Daerah atau Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Propinsi DKI Jakarta apabila ditemukan kecurigaan terhadap setiap unggas maupun burung peliharaan yang sakit atau mati.

 

  1. 3.   . Masyarakat agar tidak khawatir dan tetap tenang serta tetap mengkonsumsi daging ayam maupun telur sebagai sumber protein hewani dengan cara memasak seperti biasa

 

 


Terpopuler