Strategi Supervisi Pendidikan
10 September 2012 - dibaca : 2.896 kali

Strategi Supervisi Pendidikan

Secara umum strategi mengandung pergerakan suatu garis-garis besar haluan atau cara untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah di tentukan sebelumnya.Berdasarkan pengertian supervisi pendidikan yang telah dibahas sebelumnya,dapat disimpulkan bahwa strategi supervisi pendidikan adalah cara-cara atau metode khusus untuk memberikan bantuan kpda guru dlam memperbaiki situasi belajar mengajar.

Adapun strategi dasar yang dapat dilakukan supervisor dlm supervise pendidikan meliputi hal-hal berikut:

1. Meneliti dan mengamati pelaksanaan tugas kepsek atau guru

2. Menentukan apakah pelaksanaan tugas suatu sekolah baik atau buruk

3. Memperbaiki hal-halyang dianggap kurang sesuai dg harapan supervisor

4. Memberikan bantuan kpd kepsek atau guru utk mengadakan perbaikan pelaksanaan tugasnya

5. Mengadakan kerja sama dengan kepala sekolah dan guru untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik.

Dalam menjalankan tugasnya sbg supervisor,antara supervisor yang satu dengan yang lainnya mungkin saja menggunakan metode pendekatan yang berbeda.Thomas JJ Serjiovanni mengatakan bahwa pelaksanaan supervise di sekolah sekarang di dasarkan pada satu atau merupakan kombinasi dari 3 teori kepengawasan pada umumnya,yakni:

Tradisional ( scientific management,human relasion,& neo scientific management”.(TJ Sergiovanni,1875 , hal 1-4)

Pendekatan-pendekatan terhadap supervise pendidikan ;

1. Tradisional scientific management.

Pendekatan ini melukiskan pandangan hasil supervise pendidikan yang otokratis.Guru-guru dianggap sbg alat management & dipakai untuk melaksanakan segala kewajiban yang telah di tentukan sesuai dg keinginan-keinginan managemen.Pengawasan,efisiensi,& pertanggung jawaban Guru-guru sangat diperlukan.Situasi hubungan antara guru dan supervisor mirip sekali dg hubungan antara majikan dg pembantunya,Sehingga system pengawasan terasa ketat dan kaku.Tugas supervisor sbg inspektur yg fungsinya memberi arah,mengecek cara-cara guru mengajar, menilai dengan hasil belajar sesuai dengan informasi yang di sampaikan serba instruksi.Meskipun pendekatan ini sudah jarang digunakan,namun sisa-sisa pengaruh dari teori ini masih dapat ditemukan di sekolah-sekolahtertentu.

2. Human relasions

Supervisi yang dipengaruhi oleh pandangan ini mendasarkan pada proses administrasi & management secara demokrasi.Guru-gurudipandang sbg “ manusia yang bulat” dan memiliki hak-hak pribadi bukan sekedar paket energi,ketrampilan dan sikap-sikap yang dibutuhkan oleh apa administrator maupun supervisor.Supervisor bekerja untuk menciptakan suatu kepuasan pada guru-guru dg jalan menunjukkan perhatian pada mereka sbg manusia.Pendekatan demikian didasari oleh pandangan bahwa sifat yang mempunyai kepuasan akan berusaha bekerja keras dan mudah diajak bekerja sama,di pimpin & dikontrol.Parsitipasi dijadikan metode yang penting,dg tujuan membuat guru agar mempunyai perasaan bahwa mereka penting dan berguna bagi sekolah.” Perasaan-perasaan pribadi” & “hubungan-hubungan yang menyenangkan” merupakan kata-kata semboyan dari pendekatan ini.

3. Neoscientific management

Pendekatan ini lebih condong pada perhatian management ilmiah (pendekatan pertama) thd control,pertanggungan jawab, & efisiensi.Kata-kata semboyan gerakan pendekatan baru ini adalah “ kompetensi guru “,” sasaran-sasaran kegiatan” dan “analisa cost benefit”.Dimensi tugas,perhatian thd jabatan,& sasaran yang telah ditetapkan lebih ditekankan pada pendekatan ini ,meskipun sering mengorbankan dimensi manusia. Pengawasan yang rasional,non pribadi & teknis diterapkan sbg pengganti system yang dijalankan pada pendekatan pertama.Asumsi dasarnya :apabila standar2 kegiatan,sasaran2 dan kompetensi tertentu dapat diidentifikasi,maka pekerjaan para guru akan dapat dikontrol dengan berpedoman pada standar2tsb untuk meyakinkan bahwa proses pengajaran yg dilaksanakan telah berjalan dengan baik.

4. Human resource

Pendekatan ini hampir sama dengan pendekatan human relation.yaitu sama-sama memperhatikan kepuasan pribadi guru dalam proses supervise.Hanya saja cara memandangnya yang berbeda secara kritis.Pendekatan human relation memandang ” kepuasan” sbg alat untuk menciptakan suatu kegiatan sekolah yang lancar dan efektif. Supervisor boleh jadi melibatkan guru dalam proses pengambilan keputusan,karena hal itu dianggap akan meningkatkan kepuasan guru. Guru-guru yang memperoleh kepuasan diduga secara otomatis akan mudah diajak bekerja sama,dipimpin dan karenanya efektivutas akan meningkat.Rasionalnya adalah guru-guru ingin merasa penting dan terlibat.Perasaan ini akhirnya akan melahirkan sikap baik guru thd sekolah,shg mereka mudah diatur.

Sedangkan human resource memandang kepuasan sebagai tujuan yang diinginkan ke arah mana guru-guruakan bekerja. Kepuasan akan diperoleh setelah segala aktifitas telah dikerjakan dg berhasil.Dan keberhasilan dalam menyelesaikan pekerjaan ini merupakn komponen kunci daripada efektifitas sekolah.Supervisor melibatkan guru-guru dalam proses pengambilan keputusan didasarkan pada potensi yang mereka miliki dianggap mampu meningkatkan efektifias sekolah.Suatu keputusan yang baik & komitmen guru yang tunggi thd keputusan yang diambil itu akan menjamin meningkatnya efektivitas kegiatan sekolah. Keberhasilan inilah yang nantinya akan meningkatkan kepuasan pada guru.

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler