Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
26 Oktober 2015 - dibaca : 1.943 kali

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

DEFINISI

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan suatu gangguan pencernaan yang mempengaruhi Lower Esophageal Sphincter (LES), yakni cincin otot antara esofagus saluran makanan dari mulut ke lambung) dan lambung. Banyak orang, termasuk wanita hamil, menderita heartburn atau asam yang disebabkan oleh GERD. Dokter percaya bahwa beberapa orang menderita GERD karena kondisi yang disebut hernia hiatus. Dalam kebanyakan kasus, nyeri ulu hati dapat dikurangi melalui perubahan diet dan gaya hidup, namun beberapa orang mungkin memerlukan pengobatan atau operasi.

Dari sumber lainnya GERD (Gastroesofageal Reflux Disease) adalah suatu penyakit yang jarang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia karena bila belum menimbulkan keluhan yang berat seperti refluks esofagitis dokter belum bisa mendiagnosa. Refluks gastroesofagus adalah masuknya isi lambung ke dalam kerongkongan (esofagus) yang berulang-ulang, terutama setelah makan. Hanya sebagian kecil pasien GERD datang berobat pada dokter karena pada umumnya keluhannya ringan dan menghilang setelah diobati sendiri dengan obat antasida. Dengan demikian hanya kasus yang berat dan disertai kelainan endoskopi dan berbagai macam komplikasinya yang datang berobat ke dokter. Antara laki-laki dan perempuan tidak terdapat perbedaan insidensi yang begitu jelas, kecuali jika dihubungkan dengan kehamilan dan angka insidensi lebih sering pada wanita, namun Barrett’s esophagus lebih sering terjadi pada laki-laki.

Penyakit refluks gastroesofageal (Gastroesophageal Reflux Disease/GERD) didefinisikan sebagai suatu keadaan patologis sebagai akibat refluks kandungan lambung ke dalam esofagus yang menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu di esofagus maupun ekstra esofagus dan atau komplikasi.

Pada orang normal, refluksini terjadi pada posisi tegak sewaktu habis makan. Karena sikap posisi tegak tadi dibantu oleh adanya kontraksi peristaltik primer, isi lambung yang mengalir masuk ke esofagus segera dikembalikan ke lambung. Refluks sejenak ini tidak merusak mukosa esofagus dan tidak menimbulkan keluhan atau gejala. Oleh karena itu, dinamakan refluksfisiologis (normal). Keadaan ini baru dikatakan patologis (penyakit), bila refluksterjadi berulang-ulang yang menyebabkan esofagus bagian bawah terkena pengaruh isi lambung untuk waktu yang lama. Istilah esofagitis refluksberarti kerusakan esofagus akibat reflukscairan lambung, seperti erosi dan ulserasi epitel skuamosa esofagus.

Dari Sumber Lainnya pula Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan penyakit pencernaan kronis. GERD terjadi ketika asam lambung atau, kadang-kadang, isi perut, mengalir kembali ke dalam pipa makanan (esofagus). Backwash (refluks) mengiritasi lapisan esofagus dan menyebabkan GERD.

Kedua gangguan asam lambung dan mulas adalah kondisi pencernaan yang umum bahwa pengalaman banyak orang dari waktu ke waktu. Ketika tanda-tanda dan gejala-gejala tersebut terjadi setidaknya dua kali setiap minggu atau mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, atau ketika dokter Anda dapat melihat kerusakan kerongkongan Anda, Anda mungkin didiagnosis dengan GERD.

Kebanyakan orang dapat mengelola ketidaknyamanan GERD dengan perubahan gaya hidup dan over-the-counter obat. Tetapi beberapa orang dengan GERD mungkin perlu obat yang lebih baik, atau bahkan operasi, untuk mengurangi gejala.

 

GEJALA

Gejala utama dari GERD adalah heartburn (nyeri ulu hati), regurgitasi (naiknya asam lambung) dan mual. Heartburn biasanya digambarkan dengan rasa panas dan nyeri seperti terbakar di bagian tengah dada. Heartburn dapat terjadi mulai dari perut bagian atas hingga leher. Nyeri heartburn dapat menyerupai serangan jantung dan dapat menjalar ke belakang. Biasanya sakit maag yang berhubungan dengan GERD akan terlihat setelah makan. Regurgitasi, yaitu kondisi dimana material lambung terasa di faring. Kemudian mulut terasa asam dan pahit. Disfagia, Biasanya terjadi oleh karena komplikasi berupa striktur. Gejala-gejala GERD dapat berupa :

  1. Nyeri dada
  2. Mulas
  3. Dispepsia (maag)
  4. Mual
  5. Muntah
  6. Gangguan pencernaan
  7. Nyeri perut
  8. Batuk
  9. Kesulitan menelan
  10. Suara serak. Jika asam refluks melewati saluran esofagus atas, maka ia dapat masuk tenggorokan (faring) dan bahkan kotak suara (laring)sehingga menyebabkan suara serak atau sakit tenggorokan.
  11. Laringitis
  12. Sakit tenggorokan
  13. Batuk kering kronis, terutama pada malam hari. GERD adalah penyebab umum batuk yang tak dapat dijelaskan.
  14. Asma. Beberapa saraf yang distimulasi oleh asam direfluks merangsang saraf ke paru-paru, yang kemudian dapat menyebabkan tabung pernapasan kecil untuk mempersempit, yang mengakibatkan serangan asma.
  15. Merasa seolah-olah ada benjolan di tenggorokan Anda
  16. Nafas bau
  17. Nyeri dada
  18. Batuk kronik dan kadang wheezing
  19. Suara serak
  20. Pneumonia
  21. Fibrosis paru
  22. Bronkiektasis
  23. Nyeri dada nonkardiak

Gejala lain :

  • Penurunan berat badan
  • Anemia
  • Hematemesis atau melena
  • Odinofagia

 

PENYEBAB

Penyebab terjadinya GERD adalah kembalinya (refluks) asam lambung ke saluran esofagus. Normalnya ada otot di bagian bawah esofagus yang akan menutup setelah makanan masuk ke lambung. Pada kasus GERD, otot tersebut melemah sehingga asam lambung yang seharusnya berada di lambung akhirnya naik ke atas ke esofagus dan menimbulkan iritasi daerah tersebut.

Dari Sumber Lainnya GERD disebabkan karena otot-otot esophageal sphincter bagian bawah tidak berfungsi normal. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh asupan dan kebiasaan makan seseorang. Makan makanan pedas, gorengan, makan berat di malam hari, segera berbaring atau membungkuk setelah makan bisa memicu GERD. Di sisi lain, merokok, konsumsi alkohol, obesitas juga disebut sebagai penyebab utama kondisi ini. GERD juga umum terjadi pada wanita hamil karena terjadinya peningkatan ukuran rahim dan berat badan sehingga memberi tekanan pada perut. Perubahan hormon dalam tubuh juga dapat menyebabkan GERD.

Sumber Lainnya GERD disebabkan oleh asam refluks yang sering mengembalikan asam lambung atau empedu ke kerongkongan. Ketika Anda menelan, yang esophageal sphincter bagian bawah – band melingkar otot sekitar bagian bawah kerongkongan Anda – rileks untuk memungkinkan makanan dan cairan mengalir ke dalam perut Anda. Kemudian menutup lagi. Namun, jika katup ini melemaskan normal atau melemah, asam lambung bisa mengalir kembali ke kerongkongan, menyebabkan sering mulas. Kadang-kadang hal ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari Anda. Backwash ini konstan asam bisa mengiritasi lapisan kerongkongan Anda, menyebabkan ia menjadi meradang (esophagitis). Seiring waktu, peradangan dapat memakai pergi lapisan esofagus, menyebabkan komplikasi seperti pendarahan, penyempitan esofagus atau kerongkongan Barrett (kondisi pra-kanker).

Faktor Resiko GERD

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya GERD adalah:

  • Obesitas
  • Diabetes
  • Kehamilan
  • Merokok

Pengobatan GERD

Kebanyakan dokter akan menganjurkan antasida sebagai lini pertama pengobatan. Antasid biasanya digunakan untuk menetralkan asam lambung. Jika antasid tidak berfungsi secara ampuh, obat-obat golongan H2-receptor blocker atau bahkan golongan proton pump inhibitor biasa dipakai untuk pengobatan kasus GERD. 

Jika pengobatan dengan obat-obatan tidak berhasil maka dokter akan mempertimbangkan prosedur operasi, yang bertujuan untuk memperkuat atau mencegah terjadinya refluks asam lambung ke saluran esofagus.