Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Proses Terjadinya Pembuahan
14 Oktober 2015 - dibaca : 9.388 kali

Proses Terjadinya Pembuahan

Jika tidak ada kondisi serius yang mengganggu kesuburan pasangan, kehamilan sebenarnya dapat direncanakan dan dideteksi lebih dini dengan memahami bagaimana proses pembuahan terjadi. Sel telur dalam tubuh wanita matang tiap periode tertentu pada tiap bulan. Sementara pria sepanjang waktu selalu memproduksi jutaan sperma. Namun dari sekitar 350 juta sperma yang diproduksi saat ejakulasi, hanya satu sperma yang berhasil membuahi sel telur.

Proses Terjadinya kehamilan. Ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual dengan seorang laki-laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan hamil (Terjadinya kehamilan). Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang. seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma. Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam pangkal saluran kelamin istri, jutaan sel sperma ini akan berlarian melintasi rongga rahim,

saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi). Jika perempuan tersebut berada dalam masa subur, atau dengan kata lain terdapat sel telur yang matang, maka terjadilah pembuahan.Pada proses pembuahan, hanya bagian kepala sperma yang menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur.Bagian ekor yang merupakan alat gerak sperma akan melepaskan diri. Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pengerasan bagian luarnya. Ini menyebabkan sel telur hanya dapat dibuahi oleh satu sperma.

Inti sel telur yang sudah dibuahi akan mengalami pembelahan menjadi dua bagian setelah 30 jam. 20 jam kemudian inti sel telur ini akan kembali membelah menjadi empat bagian. Tiga sampai empat hari setelah pembuahan, sel akan sampai di bagian uterus.Dalam jangka waktu satu minggu setelah perubahan, akan dihasilkan suatu massa sel yang berbentuk ola sebesar pentol jarum, yang disebut (blastocyt). Dalam proses selanjutnya, yaitu sekitar 5 hari berikutnya, blastosis akan menempel dan terimplantasi kedalam endometrium.

Selama dua hingga empat minggu pertam perkembangan, blastosis medapatkan nutrien dari endometrium. Pada masa perkembangan ini, akan berbentuk plasenta. Plasenta merupakan organ berbentuk cakram yang mengandung pembuluh darah maternal (ibu) dan embrio. Melewati plasenta inilah, embrio akan mendapatkan nutrisi dari maternal. Melalui lasenta ini juga terjadi pertukaran gas-gas respirasi dan pembuangan limbah metabolisme embrio. Darah dari embrio mengalir ke plasenta melalui arteri tali pusar dan kembali melalui vena pusat dan melewati hati embrio.

Saat Sperma Bertemu Sel Telur

Awal percobaan pembuahan terjadi ketika Anda dan pasangan sedang menikmati hubungan seksual. Saat mencapai orgasme, penis pria mengeluarkan cairan mani yang kaya dengan sperma ke dalam vagina. Cairan ini melesat ke dalam rahim mencari jalan untuk bertemu dengan sel telur.

Kontraksi lembut pada rahim membantu sperma hidup dalam saluran reproduksi mencapai sel telur. Sperma-sperma akan melakukan perjalanan sepanjang kurang lebih 18 cm dari leher rahim ke tuba falopi di mana sel telur biasanya berada. Sperma pertama yang bertemu dengan sel telur akan berusaha menembus cangkang sel agar terjadi pembuahan.

Umumnya sperma-sperma ini dapat berenang dengan kecepatan 2,5 cm tiap 15 menit. Beberapa sperma dapat menghabiskan waktu setengah hari untuk mencapai tujuan. Sementara sperma tercepat biasanya mencapai sel telur dalam waktu 45 menit.

Pembuahan harus terjadi dalam waktu 24 jam setelah sel telur dihasilkan. Setelah salah satu sperma berhasil menembus sel telur, sel tersebut berubah bentuk sehingga sperma lain tidak bisa menembus masuk. Saat itulah janin terbentuk.

Namun jika sperma tidak juga menemukan sel telur untuk dibuahi, mereka dapat tetap bertahan dalam tuba falopi hingga 7 hari setelah hubungan seksual. Jika dalam 7 hari tersebut wanita mengalami ovulasi, maka pasangan tersebut akan mendapatkan keturunan.

Jenis kelamin bayi ditentukan oleh tipe kromosom dari sperma laki-laki yang bertemu dengan kromosom dari sel telur wanita. Sel telur wanita selalu mengandung kromosom X sedangkan sel sperma bisa mengandung X atau Y. Kombinasi kromosom X dan kromosom Y membentuk jenis kelamin laki-laki, sedangkan kombinasi dua kromosom X membentuk jenis kelamin wanita. Bayi laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma manakah (X atau Y) yang lebih dulu mencapai dan membuahi sel telur. Jenis kelamin bayi dapat dideteksi dengan USG kira-kira saat hamil 5 bulan.

Kapan Ovulasi Terjadi?

Jika siklus haid Anda adalah 28 hari, maka ovulasi biasanya terjadi pada sekitar 14 hari setelah hari pertama periode menstruasi terakhir. Pada minggu kedua siklus menstruasi, hormon estrogen membuat rahim membentuk lapisan jaringan tebal untuk mengantisipasi datangnya sel telur yang sudah dibuahi agar dapat berkembang. Di saat bersamaan, ovarium mematangkan sel telur dalam kantung folikel. Pada minggu ketiga, terjadilah ovulasi, yaitu saat sel telur turun ke dalam tuba falopi untuk kemudian bertemu dengan sperma.

Setelah Sel Telur Dibuahi

Pada tahap ini, materi genetis dalam sperma dan sel telur yang telah dibuahi atau zigot berkombinasi membentuk sel-sel baru. Sel-sel yang terbentuk kemudian akan menuruni tuba falopi menuju rahim. Dalam perjalanan menuju rahim, sel-sel tersebut terus membelah diri hingga menjadi lebih dari 100 sel saat tiba di rahim, menjadi embrio. Kehamilan baru akan terjadi ketika embrio telah menanamkan diri pada dinding rahim untuk kemudian berkembang. Proses ini disebut implantasi.

Pada saat implantasi, beberapa wanita dapat mengalami pendarahan ringan selama 1-2 hari. Saat dinding rahim menguat, leher rahim juga tertutup dengan cairan, sehingga menjadi tempat yang layak sebagai tempat bayi berkembang. Ada kalanya terjadi kehamilan ektopik, yaitu ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam di luar rahim, contohnya di tuba falopi. Kondisi ini merupakan kondisi gawat yang memerlukan penanganan medis segera. Kehamilan ektopik sering ditandai dengan sakit perut, pendarahan dan nyeri pada bahu.

Setelah terjadi pembuahan, muncul hormon chorionic gonadotropin (hCG) yang memberi nutrisi sel telur yang telah dibuahi untuk berkembang. hCG adalah hormon yang diproduksi di masa kehamilan oleh sel-sel pembentuk plasenta. Umumnya kadar hCG akan meningkat tiap 72 jam. Tingkatnya dapat dideteksi dengan pemeriksaan kadar darah sekitar 11 hari setelah pembuahan terjadi, atau 12-14 hari setelah pembuahan dengan tes urine. Kadar hCG mencapai puncaknya pada 8-11 minggu pertama masa kehamilan dan kemudian menurun pada sisa masa kehamilan.

Pasca-diagnosis Kehamilan

Pertanda hamil dapat berbeda pada tiap wanita. Contoh tanda-tanda hamil adalah lemas, mual, dan nyeri pada payudara. Selain memeriksa gejala kehamilan secara mandiri, Anda dapat memastikan status kehamilan dengan menggunakan test pack yang dijual bebas di pasaran atau dikonfirmasi dengan pemeriksaan USG di klinik dokter atau rumah sakit.

Setelah dipastikan hamil, dokter akan mengkalkulasi tanggal perkiraan persalinan Anda dengan menghitung dari hari pertama menstruasi terakhir dan menambahkannya dengan jumlah hari hingga 9 bulan kemudian. Anda juga dapat memperkirakan tanggal persalinan dengan memasukkan data ke kalkulator prediksi tanggal kelahiran.

Selanjutnya, saat hamil satu bulan atau setelah minggu keempat sel telur dibuahi, embrio yang telah tertanam di dalam rahim akan mulai membentuk jaringan dan organ-organ tubuh.

Kehamilan sebaiknya diperiksakan secara teratur sesuai anjuran dokter untuk memantau kesehatan janin dan ibu. Anda dapat menemukan referensi dokter kandungan yang terpercaya dari kerabat, teman, atau forum-forum kesehatan lokal internet. Sebisa mungkin dokter kandungan yang memantau perkembangan janin dari bulan ke bulan adalah dokter yang nantinya juga akan memproses persalinan.

 

Mitos dan Fakta Seputar Pembuahan

Bila Anda sedang merencanakan kehamilan, Anda pasti akan menambah ilmu dan mencari informasi dari berbagai sumber untuk meningkatkan peluang Anda untuk hamil. Tapi sebaiknya Anda tidak langsung mempercayai hal-hal yang Anda baca atau dengar, karena ada beberapa mitos tentang pembuahan dan usaha untuk hamil yang banyak dipercayai orang tapi kenyataannya tidak benar. Simak kebenaran dari mitos-mitos tersebut di bawah ini:

♦ Mitos: Pembuahan akan terjadi lebih cepat bila Anda berhubungan intim di pagi atau siang hari dalam keadaan lampu menyala.

Fakta: Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa jumlah sperma lebih tinggi di pagi hari, tapi tidak ada bukti yang mendukung pernyataan bahwa hubungan intim harus dilakukan dengan lampu menyala.

♦ Mitos: Berhubungan intim setiap hari meningkatkan peluang Anda untuk hamil

Fakta: Penelitian yang dilakukan New England Journal of Medicine (NEJM) menemukan bahwa tingkat kehamilan antara pasangan yang berhubungan intim setiap hari tidak berbeda dengan pasangan yang berhubungan intim tidak setiap hari. Jumlah sperma pria justru akan berkurang bila dia semakin sering berejakulasi. Yang lebih penting bukanlah berhubungan intim setiap hari, tapi berhubungan intim secara rutin selama masa subur Anda, yaitu 6 hari setelah ovulasi terjadi. Sebelum masa subur wanita, pria sebaiknya menghentikan ejakulasi untuk menunggu bertambahnya jumllah sperma. Kemudian hubungan intim sebaiknya dilakukan tidak lebih dari sekali sehari selama masa subur. Bila hal ini dilakukan, maka peluang hamil akan meningkat.

♦ Mitos: Anda harus mengangkat bagian bawah tubuh Anda lebih tinggi dari kepala setelah berhubungan intim agar peluang kehamilan meningkat

Fakta: Penelitian menunjukkan bahwa Anda cukup berbaring telentang selama 5 menit setelah berhubungan intim untuk membantu proses pembuahan. Tidak ada posisi ekstrim yang perlu Anda lakukan untuk ‘membantu’ sperma mencapai telur dengan lebih cepat.

♦ Mitos: Hubungan intim di awal masa subur akan membuahkan anak laki-laki, sedangkan hubungan intim di akhir masa subur akan membuahkan anak perempuan

Fakta: Studi yang dilakukan NEJM menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara waktu hubungan intim dengan jenis kelamin bayi. Bila Anda ingin mencoba membuahkan bayi dengan jenis kelamin tertentu, penelitian yang dilakukan Universities of Exeter and Oxford di Inggris mungkin bisa membantu. Penelitian ini menentukan bahwa bila calon Anda mengkonsumsi lebih banyak kalori pada masa pembuahan, lebih tepatnya 2200 kalori, maka peluang Anda untuk membuahkan bayi lak-laki menjadi sedikit meningkat.

♦ Mitos: Naik sepeda akan mengurangi jumlah sperma

Fakta: Bila Anda adalah atlit sepeda Olimpiade yang sering bersepeda dengan intensitas dan frekuensi tinggi, hal ini secara teori bisa terjadi, namun belum terbukti secara klinis. Tapi bila anda hanya bersepeda untuk hiburan, Anda tidak perlu khawatir

♦ Mitos: Ovulasi terjadi 14 hari setelah menstruasi

Fakta: Pasangan yang berusaha mempunyai anak atau justru ingin menghindari kehamilan biasanya hanya mengikuti mitos ini untuk meningkatkan atau justru menghilangkan peluang kehamilan. Padahal menurut penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Environmental Health Sciences, hanya 30% wanita yang subur pada hari 10-17 siklus menstruasi mereka. Perhitungan ovulasi pada hari ke-14 bisa dijadikan patokan umum, tapi bukanlah cara paling efektif untuk memperkirakan masa subur.

♦ Mitos: Pelumas buatan tidak mengurangi peluang kehamilan

Fakta: Pasangan yang sedang berusaha untuk memiliki anak biasanya berusaha meningkatkan frekuensi hubungan intim saat masa subur sang wanita. Pada saat seperti ini, pelumas buatan yang bisa didapatkan di apotik biasanya digunakan untuk membantu saat berhubungan intim. Padahal sebenarnya pelumas buatan justru bisa mengurangi peluang pembuahan. Kadar pH cairan vagina yang baik untuk pembuahan adalah antara 7.0 – 8.5. Tapi kebanyakan pelumas buatan yang bisa didapatkan di pasaran memiliki pH di bawah 7, yang bisa menghambat pergerakan sperma dan bahkan membunuh sperma. Karena itu, bila Anda sering menggunakan pelumas buatan saat berhubungan intim, carilah pelumas dengan kadar pH antara 7.0 – 8.5.

♦ Mitos: Wanita harus mengalami orgasme saat berhubungan intim agar proses pembuahan terjadi

Fakta: Pembuahan tidak dipengaruhi sama sekali dengan orgasme atau tidaknya wanita saat berhubungan intim. Dengan kata lain, proses pembuahan masih bisa terjadi walaupun wanita tidak mengalami orgasme saat berhubungan intim. Tapi penelitian yang dilakukan oleh ahli biologi Inggris pada tahun 1990 menemukan bahwa kontraksi otot yang dialami wanita saat mengalami orgasme membantu menarik sperma pria dari vagina ke rahim, sehingga meningkatkan peluang sperma mencapai telur.

Setelah memilah mitos dan kebenaran tentang pembuahan, semoga usaha Anda dan Papa untuk hamil akan membuahkan keberhasilan dan impian Anda dan Papa untuk memiliki buah hati tercapai.

 


Terpopuler