Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Area Vagina Berbau ?? ini solusinya
08 September 2015 - dibaca : 1.549 kali

Area Vagina Berbau ?? ini solusinya

Terdapat cukup banyak penyebab bau tidak sedap pada vagina wanita yang tentunya sangat wajib diketahui oleh anda para wanita. Bau tidak sedap pada area genital atau vagina wanita memang merupakan sebuah permasalahan yang memang kerap terjadi pada banyak wanita. Hal tersebut tentu saja karena faktor kurangnya perhatian pada kesehatan dan kebersihan organ intim kewanitaan mereka yaitu vagina.

Semua perubahan pada cairan vagina dapat mengindikasikan adanya infeksi vagina. Waspadai jika:

  • Terjadi perubahan pada warna cairan vagina misalnya dari yang biasanya putih menjadi kuning kehijauan.
  • Mendadak cairan vagina menjadi berbau tidak sedap atau tajam.
  • Volume cairan vagina mendadak meningkat.
  • Keluarnya cairan vagina diiringi gejala lain, seperti rasa gatal atau nyeri pada bagian kemaluan atau perut.
  • Terjadi pendarahan di luar masa menstruasi.

Infeksi yang menyebabkan perubahan cairan vagina umumnya terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri pada vagina. Penyebab secara spesifik cairan vagina yang tidak wajar adalah:

  • Sariawan pada vagina akibat infeksi jamur.
  • Infeksi pada vagina akibat vaginosis bakteri.
  • Infeksi menular seksual (IMS) seperti trikomoniasis, klamidia atau gonorea.

Keputihan yang tidak normal juga dapat disebabkan oleh penggunaan benda tertentu atau komplikasi dari penyakit lain, seperti:

  • Konsumsi steroid.
  • Konsumsi antibiotik.
  • Konsumsi pil KB.
  • Penggunaan sabun atau losion beraroma.
  • Kanker serviks.
  • Diabetes.
  • Vaginal atrofi: pengeringan dan penipisan dinding vagina selama menopause.
  • Iritasi di sekitar vagina atau vaginitis.

Adapun beberapa faktor penyebab bau tidak sedap pada vagina lainnya seperti minimnya pengetahuan akan hal tersebut yang membuat mereka cenderung malas dan menyepelekan hal tersebut. Berikut adalah beberapa aroma vagina yang perlu diketahui dan kapan harus diwaspadai.

1. Amis
Penyebabnya adalah bacterial vaginosis (BV).
Terapi: antibiotik.

Menurut Cullins bakteri pada dasarnya normal dan menjaga vagina tetap sehat. Tapi, BV bisa membuat ketidakseimbangan.

Terkadang BV tidak bergejala, tapi bisa juga menyebabkan keluarnya cairan berwarna putih atau abu-abu, bau amis yang kuat (terutama setelah berhubungan seks dan dibasuh dengan sabun), dan gatal.

2. Aroma seperti roti
Kemungkinan disebabkan oleh infeksi jamur.
Terapinya dengan obat antijamur.

"Infeksi jamur terjadi ketika jamur yang disebut kandida tumbuh berlebihan," katanya.
Kebanyakan orang memiliki jamur dalam jumlah sedikit di mulut dan saluran cerna. Wanita yang sehat juga memiliki jamur di vaginanya, tapi terkadang jamur ini dapat menyebabkan infeksi. Akibatnya cairan vagina akan seperti keju dan kental.

3. Berbau asam
Kemungkinan disebabkan oleh trichomoniasis.
Terapinya: antibiotik

Menurut Dr.Debora Nucatolah, trich adalah penyebab vaginitis. Infeksi ini disebabkan oleh protozoa, hewan satu sel berukuran mikroskopik yang disebut trichomona. "Ini merupakan infeksi menular seksual," katanya.

4. Berbau bawang
Penyebabnya: bau badan alami
Terapinya: Mandi

Jika kita mengonsumsi cukup banyak bawang merah atau bawang putih, kita bisa menyekresi aroma bawang ini di urine dan cairan di vagina juga dapat berbau sedikit seperti aroma bawang. Namun setelah 24-48 jam aromanya akan kembali nromal.

Tapi terkadang aroma bawang ini bisa disebabkan oleh urine, feses, atau dari anus. Cara terbaik mengurangi aroma ini adalah dengan membasuh dengan air dan sabun.

5. Bau daging busuk
Penyebabnya: tampon yang tertinggal
Terapinya: segera ke dokter

"Jika kita memakai tampon dan lupa menggantinya selama satu hari atau lebih, aromanya bisa berbau busuk. Sebaiknya segara ke dokter untuk mengambil tampon tersebut," saran Nucatolah.

Hal-Hal yang sebaiknya anda hindari antara lain :

  • membasuh miss V dengan sabun ketika mandi. sabun mandi dapat menyebabkan iritasi pada miss V. jika ingin membasuhnya, gunakan sabun atau pembersih khusus kewanitaan, yang biasanya berbahan dasar dari daun sirih (tapi ini pun tidak bisa digunakan tiap hari)
  • mengonsumsi terlalu banyak gula atau penganan yg tinggi karbo dan tinggi gula. penganan sejenis ini jika terlalu banyak dan sering dimakan dapat membuat bau tak sedap pada miss V
  • mengunakan douche untuk membersihkan miss V. douche adalah semacam tabung semprotan yg berisi cairan pembersih. cara ini justru tidak sehat karena dapat mendorong lebih banyak kuman/bakteri ke dalam miss V
  • menggunakan pantyliner setiap hari karena akan menyebabkan keputihan
  • mandi dengan air hangat terlalu sering

Hal-Hal yang sebaiknya anda lakukan antara lain :

  • mencukur rambut di organ intim sista secara berkala atau ke salon untuk waxing khusus miss V
  • ketika sedang menstruasi, ganti pembalut secara teratur
  • ketika cebok, basuhlah dari depan ke belakang dan bukan sebaliknya agar miss V terhindar dari masuknya kuman dan bakteri
  • gunakan celana dalam dari katun. yang dari bahan satin memang lebih indah dipandang tapi kurang dapat menyerap keringat dengan baik

Secara Alami anda pun dapat menghilangkan bau ini dengan mengkonsumsi beberapa bahan diantaranya :

  • Daun kemangi
  • Daun sirih
  • Daun pandan
  • Lidah buaya


Terpopuler