Perbedaan Siklus Litik dan Siklus Lisogenik pada Reproduksi Virus
07 September 2015 - dibaca : 1.434 kali

Perbedaan Siklus Litik dan Siklus Lisogenik pada Reproduksi Virus

Siklus Litik

  • Siklus replikasi virus dimana sel inang akan mengalami lisis (mati) pada akhir siklusnya.
  • Memiliki 5 tahapan, yaitu : adsorbsi->injeksi-> sintesis-> perakitan->litik.
  • Pada daur litik tidak terdapat fase penggabungan dan pembelahan.
  • Bersifat Non virulen.
  • Waktu relatif singkat.
  • Daur litik tidak dapat berubah ke daur lisogenik karena sel inang nya rusak/ mengalami lisis dan mati.
  • Reproduksi terjadi secara bebas, tidak terikat pada kromosom inang.
  • Pada proses akhir, sel inang mengalami lisis dan mati.
  • DNA virus menghancurkan DNA sel, mengambil alih fungsi sel dan menghancurkan sel.
  • Virus bereplikasi dan menghasilkan keturunan bakteriofage.
  • Infeksi virus berlangsung menghasilkan virus ganas (virulent).
  • Ada gejala infeksi virus.

 

Siklus Lisogenik

  • Siklus replikasi virus dimana sel inang tidak mengalami kematian pada akhir siklus, karena mempunyai virulensi.
  • Memiliki 7 tahapan, yaitu : adsorbsi->injeksi-> penggabungan ->pembelahan->sintesis->perakitan->litik.
  • Pada daur lisogenik terdapat fase penggabungan dan pembelahan.
  • Bersifat Virulen.
  • Waktu relatif lama.
  • Daur lisogenik dapat berubah menjadi daur litik jika virulensi bakteri hilang.
  • Reproduksi terikat pada kromosom inang.
  • Pada proses akhir, bakteriofag masih dapat menjalankan aktivitas biasa seperti membelah.
  • DNA virus menyatu dengan DNA sel dan tidak merusak sel.
  • Virus ini tidak menghasilkan keturunan.
  • Replikasi berlangsung menghasilkan virus sedang.
  • Tidak ada gejala infeksi virus.

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler