Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Joglo : Rumah Adat Masyarakat Jawa
05 September 2015 - dibaca : 3.579 kali

Joglo : Rumah Adat Masyarakat Jawa

Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di pulau jawa yang masih sangat kental adat budayanya. Salah satu budaya yang masih dapat kita jumpai adalah rumahnya. Rumah Joglo begitulah sebutan rumah adat khas jawa. Rumah ini berciri kan atas rumah pada bagian tengah yang menjulang ke atas bagaikan sebuah gunung.

Dalam sistem kemasyarakatan Jawa, dikenal 4 tingkatan yaitu Priyayi, Ningrat atau Bendara, Santri dan Wong Cilik.

1.Priyayi

Priyayi ini sendiri konon berasal dari dua kata bahas Jawa, yaitu “para” dan “yayi” atau yang berarti para adik. Dalam istilah kebudayaan Jawa, istilah priyayi ini mengacu kepada suatu kelas sosial tertinggi di kalangan masyarakat biasa setelah Bendara atau ningrat karena memiliki status sosial yang cukup tinggi di masyarakat. Biasanya kaum priyayi ini terdiri dari para pegawai negeri sipil dan para kaum terpelajar yang memiliki tingkatan pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya

2. Ningrat

Ningrat atau Bendara adalah kelas tertinggi dalam masyarakat Jawa. pada tingkatan ini biasanya diisi oleh para anggota keraton, atau kerabat-kerabatnya, baik yang memiliki hubungan darah langsung, maupun yang berkerabat akibat pernikahan. Bendara pu memiliki banyak tingkatan juga di dalamnya, mulai dari yang tertinggi, sampai yang terendah. Hal ini dapat dengan mudah dilihat dari gelar yang ada di depan nama seorang bangsawan tersebut.

3. Santri

Golongan ini tidak merujuk kepada seluruh masyarakat suku Jawa yang beragama muslim, tetapi, lebih mengacu kepada para muslim yang dekat dengan agama, yaitu para santri yang belajar di pondok-pondok yang memang banyak tersebar di seluruh daerah Jawa.

4. Wong Cilik

Terakhir, adalah wong cilik atau golongan masyarakat biasa yang memiliki kasta terendah dalam pelapisan sosial. Biasanya golongan masyarakat ini hidup di desa-desa dan bekerja sebagai petani atau buruh. Golongan wong cilik pun dibagi lagi menjadi beberapa golongan kecil lain yaitu:
Wong Baku : golongan ini adalah golongan tertinggi dalam golongan wong cilik, biasanya mereka adalah orang-orang yang pertama mendiami suatu desa, dan memiliki sawah, rumah, dan juga pekarangan.
Kuli Gandok atau Lindung : masuk di dalam golongan ini adalah para lelaki yang telah menikah, namun tidak memiliki tempat tinggal sendiri, sehingga ikut menetap di tempat tinggal mertua.
Joko, Sinoman, atau Bujangan : di dalam golongan ini adalah semua laki-laki yang belum menikah dan masih tinggal bersama orang tua, atau tinggal bersama orang lain. Namun, mereka masih dapat memiliki tanah pertanian dengan cara pembelian atau tanah warisan.

Simbol Status Sosial
Rumah joglo pada masyarakat jawa menunjukkan status sosial yang tinggi. Pada umumnya dari abad sekitar 18M orang yang memiliki rumah ini mayoritas pada kalangan atas, kerajaan, sudagar, para bangsawan atau pada golongan priyayi dan ningrat. Pada saat itu kelas masyarakat ini di anggap golongan yang terbaik dan sangat dihormati sampai sekarang. Mayoritas masyarakat pada golongan atas adalah masyarakat yang cerdas, pintar, berilmu, sehingga dapat dijadikan tokoh atau panutan terdekat masyarakat.

Jenis Jenis Rumah Joglo

  • Rumah Joglo Pangrawit.
  • Rumah Joglo Jompongan.
  • Rumah Joglo Limasan Lawakan.
  • Rumah Joglo Semar Tinandhu.
  • Rumah Joglo Mangkurat.
  • Rumah Joglo Sinom.
  • Rumah Joglo Hageng.


Terpopuler