Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Diabetes Gestasional atau Diabetes di Masa Kehamilan
01 September 2015 - dibaca : 1.342 kali

Diabetes Gestasional atau Diabetes di Masa Kehamilan

Diabetes Gestasional (atau Diabetes Melitus Gestasional / GDM) adalah salah satu sub-tipe dari diabetes melitus, di mana perempuan yang tak pernah didiagnosis diabetes sebelumnya namun menunjukkan kadar glukosa darah yang tinggi selama kehamilan. Diabetes gestaional merupakan diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan.

Pada wanita hamil, khususnya pada usia kandungan di atas 6 bulan, tingkat glukosa dalam darah akan meningkat melebihi batas normal. Sebagian orang bahkan beranggapan bahwa situasi ini alamiah dialami oleh wanita hamil.

Walaupun level glukosa akan kembali normal pasca-melahirkan, diabetes gestasional harus ditangani dengan baik. Jika tidak, maka si ibu akan beresiko mengembangkan diabetes tipe 2 setelah beberapa tahun pasca-kehamilan tersebut.

Penyebab Diabetes Gestasional

Diabetes tipe ini disebabkan karena insulin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Hormon kehamilan dapat menghalangi insulin untuk menjalankan fungsinya. Akibatnya level gula darah/glukosa dalam tubuh menjadi tinggi.

Penyebabnya mirip dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Oleh karena itu, diabetes gestasional merupakan sub-tipe dari tipe 2.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menjadikan seseorang rentan terhadap diabetes gestasional:

  • Memiliki sejarah keluarga yang mengidap diabetes
  • Berusia di atas 25 tahun saat hamil
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki berat badan tinggi sebelum hamil
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4000g (makrosomia) sebelumnya

Gejala Diabetes Gestasional

Biasanya diabetes gestasional tidak menunjukkan gejala sama sekali. Jika memang ada, maka gejala tersebut sangat ringan dan sering dihubungkan dengan situasi alamiah selama kehamilan. Level gula darah/glukosa pun akan kembali normal setelah melahirkan.

Gejala yang mungkin timbul adalah:

  • Pandangan kabur
  • Kelelahan
  • Sering mengalami infeksi pada daerah luka, kulit dan juga vagina
  • Sering buang air kecil
  • Mual hingga muntah
  • Merasa kehausan
  • Berat badan menurun, walaupun nafsu makan meningkat

Seperti disebutkan di atas, bahwa umumnya diabetes gestasional tidak menunjukkan gejala sama sekali, sehingga dibutuhkan proses tes dan screening pada setiap wanita hamil untuk mendeteksi penyakit ini.

Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan. GDM bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang setelah melahirkan. GDM dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan medis yang cermat selama masa kehamilan.

Meskipun GDM bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu. Resiko yang dapat dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang tinggi/diatas normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem saraf pusat, dan cacat otot rangka. Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan. Hyperbilirubinemia dapat terjadi akibat kerusakan sel darah merah. Pada kasus yang parah, kematian sebelum kelahiran dapat terjadi, paling umum terjadi sebagai akibat dari perfusi plasenta yang buruk karena kerusakan vaskular. Induksi kehamilan dapat diindikasikan dengan menurunnya fungsi plasenta. Operasi sesar dapat akan dilakukan bila ada tanda bahwa janin dalam bahaya atau peningkatan resiko luka yang berhubungan dengan makrosomia, seperti distosia bahu.

Menangani dan Mencegah Diabetes Gestasional

Tujuan dari berbagai proses berikut adalah untuk menjaga level gula darah tetap normal selama kehamilan. Itu untuk memastikan bahwa ibu dan anak di dalam kandungan tetap sehat.

  • Memeriksa bayi secara rutin
    Periksakan kesehatan ibu dan kandungan secara teratur selama kehamilan. Monitor kandungan untuk memeriksa ukuran dan kesehatan janin.Lakukan tes ringan yang tidak menimbulkan stres dan tidak sakit untuk ibu dan bayi, seperti menggunakan mesin elektronik yang dapat mendengar detak jantung si bayi dalam kandungan, sehingga dokter dapat mengetahui apakan keadaan janin sehat.

 

  • Pola makan/diet
    Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas diet wanita hamil adalah dengan mengkonsumsi berbagai makanan sehat. Periksa setiap label makanan dan konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pola diet yang tepat selama kehamilan.Secara umum, wanita yang terdiagnosa diabetes gestasional sebaiknya memperhatikan beberapa poin berikut:
    • Tidak terlalu banyak mengkonsumsi lemak dan protein
    • Penuhi karbohidrat melalui makanan yang mengandung buah dan sayuran, serta karbohidrat kompleks (roti, sereal dan nasi)
    • Kurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak gula seperti soft-drink, jus buah, dan lain sebagainya.
  • Senam kehamilan
    Lakukan aktivitas dan olahraga ringan yang baik untuk wanita hamil dan kandungan, seperti senam kehamilan. Hal tersebut sangat berguna untuk keduanya, sekaligus menjaga level glukosa di dalam darah tetap normal.

 


Terpopuler