Hipertensi Gestasional atau Hipertensi Transien
01 September 2015 - dibaca : 1.443 kali

Hipertensi Gestasional atau Hipertensi Transien

Hipertensi gestasional atau hipertensi transien. Wanita dengan peningkatan tekanan darah yang dideteksi pertama kali setelah pertengahan kehamilan, tanpa proteinuria, diklasifikasikan menjadi hipertensi gestasional.Jika preeklampsia tidak terjadi selama kehamilan dan tekanan darah kembali normal setelah 12 minggu postpartum, diagnosis transient hypertension dalam kehamilan dapat ditegakkan.Namun, jika tekanan darah menetap setelah postpartum, wanita tersebut didiagnosis menjadi hipertensi kronik (NHBPEP, 2000). Hipertensi gestasional dan preeklampsia meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan seperti berat lahir bayi yang rendah dan kelahiran prematur.
 
Epidemiologi
Insiden : hipertensi gestasional adalah  penyebab utama hipertensi dalam kehamilan yang menyerang 6-7% ibu primigravida dan 2-4% ibu multigravida. Insiden ini meningkat pada kehamilan ganda dan riwayat preeklampsia.
 
Diagnosis
Diagnosa HG ditegakkan apabila tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolic ≥90 mmHg pada usia kehamilan >20 minggu, dimana sebelum kehamilan tekanan darah subyek tersebut normal dan tekanan darah kembali normal pada 12 minggu setelah melahirkan.
 
 
Alogaritma dalam membedakan penyakit hipertensi dalam kehamilan (Wagner, 2004).
Diagnosis Hipertensi Gestasional:
1.      Didapatkan tekanan darah sistolik 140 atau diastolik 90 mm Hg untuk
 pertama kalinya pada kehamilan di atas 20 minggu
2.      Tidak ada proteinuria
3.      Tekanan darah kembali normal sebelum 12 minggu postpartum
4.      Diagnosis hanya dibuat pada postpartum
5.      Mungkin memiliki tanda-tanda atau gejala preeklampsia, misalnya, tidak
nyaman atau trombositopenia epigastrika
 
Pada waktu pertama kali diagnosis:
1.      Pemeriksaan perkiraan pertumbuhan janin dan volume air ketubannya. Bila hasil normal dilakukan pemeriksaan ulang, bila terjadi perubahan pada ibu.
2.      NST harus dilakukan pada waktu diagnosis awal. Bila NST non reaktif dan desakan darah tidak meningkat, maka NST ulang hanya dilakukan bila ada perubahan pada ibu.
 
Klasifikasi
a.       Hipertensi Gestasional Ringan: jika usia kehamilan setelah 37 minggu, hasil kehamilan sama atau lebih baik dari pasien normotensif, namun peningkatan kejadian induksi persalinan dan operasi caesar terjadi.
b.      Hipertensi Gestasional Berat: pasien ini memiliki tingkat yang lebih tinggi morbiditas ibu atau janin, lebih tinggi bahkan dibandingkan pasien preeklampsia ringan, kasus ini termasuk plasenta dan kelahiran prematur dengan kecil untuk usia gestasional normal.
 
Patogenesa hipertensi dalam kehamilan
Penyebab hipertensi dalam kehamilan hingga kini belum diketahui dengan jeals. Banyak teori telah dikemukakan tentang terjadinya hipertensi dalam kehamilan, diantaranya yang banyak dianut adalah :
Teori kelainan vaskularisasi plasenta
1.      Teori iskemia plasenta, radikal bebas dan disfungsi endotel
2.      Teori intoleransi imunologik antara ibu dan janin
3.      Teori adaptasi kardiovaskularori
4.      genetic
5.      Teori defisiensi gizi
6.      inflamasi

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler