Masturbasi / Onani
22 Desember 2014 - dibaca : 1.976 kali

Masturbasi / Onani

Masturbasi (istilah lainnya onani atau rancap) adalah perangsangan seksualitas yang sengaja dilakukan pada organ kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Perangsangan ini dapat dilakukan tanpa alat bantu ataupun menggunakan suatu objek atau alat, atau kombinasi dari keduanya. Masturbasi merupakan suatu bentuk autoerotisisme yang paling umum, meskipun hal tersebut dapat pula dilakukan dengan bantuan orang lain.

Masturbasi lebih umum dilakukan oleh manusia. Pada sebuah penelitian terungkap bahwa 95% pria dan 89% wanita pernah melakukan masturbasi. Masturbasi merupakan tindakan seksual pertama yang dilakukan oleh sebagian besar pria dan wanita, meskipun lebih banyak wanita yang telah melakukan sanggama sebelum mereka pernah melakukan masturbasi. Sebagian besar pria yang melakukan masturbasi cenderung melakukannya lebih sering dibandingkan wanita, dan mereka cenderung selalu atau biasanya mengalami orgasme ketika bermasturbasi. Ini adalah perilaku seksual yang paling umum nomor dua setelah sanggama, bahkan masih saja ada yang melakukan masturbasi meskipun telah memiliki pasangan seksual tetap.

Seringkali setelah masa bayi, sebagian besar anak-anak kadangkala menemukan kenikmatan ketika organ genitalnya dirangsang, tetapi jangan dipahami perilaku ini sebagai "seksual" sebelum mereka memasuki masa remaja. Selama masa remaja, persentase mereka (baik laki-laki maupun perempuan) yang melakukan masturbasi meningkat dengan pesat, terutama pada pria. Sebagian besar orang terus melakukan masturbasi ketika mereka telah dewasa, dan banyak juga yang melakukannya sepanjang hidup mereka. Kaum wanita biasanya menggunakan alat untuk melakukan masturbasi, di antaranya menggunakan timun, terung, maupun alat-alat modern berupa vibrator dan dildo.

 

Dampak negatif masturbasi

Banyak penelitian telah membuktikan adanya penurunan kualitas hidup pada orang-orang yang terlalu banyak onani atau telah kecanduan. Meskipun dampak paling umum terlihat sebatas hanya pada faktor psikis tetapi masalah-masalah psikis ini lambat laun tentu akan mempengaruhi kesehatan fisik juga.

Masturbasi berlebihan disebut-sebut dapat menyebabkan ejakulasi dini, meski masih diperdebatkan tetapi beberapa penelitian terakhir telah membuktikan hal tersebut. Beberapa terapis seks juga mengungkapkan masturbasi dapat menimbulkan masalah ereksi suatu saat nanti. Dampak yang muncul umumnya adalah timbulnya pikiran negatif dan jarang bergaul secara sosial dengan orang lain.

Ketagihan

Orang yang melakukan masturbasi akan keenakan dan terus mengulangi masturbasi, sehingga tingkat ketagihan meningkat, seperti pada narkoba, rokok, dan lainnya. Jika orang itu tidak dikontrol, bisa sampai 3 kali sehari. Secara psikologi, masturbasi akan menyebabkan orang tidak puas hanya dengan imajinasi. Ia akan mencari ke sumber-sumber pornografi, dan secara berkala ia akan terikat erat ke pornografi. Kasus seperti ini tidak jarang atau bisa juga sebaliknya, karena melihat pornografi maka ia melakukan masturbasi.

Pikiran

Jika melihat sesuatu yang bisa membangkitkan birahi sehingga tergoda untuk berimajinasi, pada akhirnya akan masturbasi.

Pekerjaan

Jika orang tetap tidak melepaskan diri dari masturbasi, maka itu akan mengganggu bahkan bisa menghancurkan hidup dan pekerjaannya. Orang yang selalu masturbasi, pikirannya akan terus mengarah imajinasi mesum sehingga imajinasi lain seperti ide yang brilian dan baik perlahan-lahan akan terkikis.

 

Tanda Anda Sudah Kebanyakan Onani

1. Menjadikan onani sebagai pelampiasan emosi

Gairah seks memang kadang meningkat ketika emosi sedang tidak stabil. Salah satu penyaluran yang umum dilakukan adalah dengan melakukan masturbasi. Jika anda selalu menjadikan onani sebagai pelampiasan emosi anda maka ada kemungkinan anda telah kecanduan.

2. Timbul sakit pada area kelamin

Aktifitas onani melibatkan rangsangan yang intens pada area kelamin secara terus menerus. Terlalu banyak masturbasi tentu akan menimbulkan kerusakan pada jaringan yang terus menerus dirangsang. Akibatnya adalah timbul lecet pada kulit penis atau yang paling parah pembuluh darah jadi rusak. Jika ini yang anda rasakan saat ini maka bisa dipastikan anda terlalu banyak onani.

3. Timbul rasa malu

Menurut banyak dokter, dampak paling umum dari masturbasi adalah kondisi psikis pelaku terganggu. Dampaknya adalah menurunnya tingkat kepercayaan diri dan malu saat berada di lingkungan sosial. Dampak-dampak psikis seperti ini umumnya hanya dirasakan oleh orang yang melakukan onani terlalu sering.

4. Terobsesi

Seperti orang yang terobsesi dengan makanan, maka orang yang terobsesi melakukan onani tidak bisa menghilangkan pikiran untuk melakukan onani dari pikirannya. Setiap ada kesempatan atau waktu luang, atau jika melihat sesuatu yang menggairahkan, maka pikirannya selalu mencari cara untuk melakukan masturbasi.

5. Menyesal

Semua orang yang aktif melakukan onani memiliki perasaan bersalah dan selalu berniat berhenti onani setelah melakukannya. Sayangnya niat berhenti itu timbul hanya sesaat, ketika gairah seks bangkit lagi atau jika ada pemicu maka dia akan bermasturbasi lagi.

6. Mengganggu hubungan

Bagi pasangan suami istri, onani bisa jadi adalah salah satu variasi seks yang bisa dilakukan secara bersama-sama. Tetapi jika salah satu pasangan lebih menikmati masturbasi sendiri daripada mutual dan memiliki kemungkinan mengganggu hubungannya dengan pasangannya, maka itu adalah pertanda onani yang dilakukannya tidak normal lagi alias terlalu banyak.

7. Kesepian

Jika anda merasa hampa, tidak memiliki teman untuk berbagi, malas beraktifitas dan lebih memilih melakukan masturbasi maka itu berarti anda sudah kecanduan. Hal tersebut terjadi karena efek dari hormon dopamin yang anda keluarkan saat mencapai orgasme.

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler