Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
BERAT BADAN LAHIR SANGAT RENDAH (BBLSR)
06 Oktober 2014 - dibaca : 3.587 kali

BERAT BADAN LAHIR SANGAT RENDAH (BBLSR)

I. Definisi

Berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) adalah bayi baru lahir dengan berat badan dibawah nornal (kurang dari 1500 gr/rata-rata <= 7 bulan). Hal ini bisa di akibatkan karna adanya penyakit pada plasenta, bayi, ataupun pada ibu yang mengharuskan bayi lahir sebelum waktunya(9 bulan)

 

II.Etiologi

BBLR/BBLSR disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

1. Penyakit ibu.

a. Penyakit.

Toxemia gravidarum, perdarahan ante partum, trauma fisik atau psikologis, nefritis akut, diabetes militus.

b. Usia lbu.

Kurang dari 16 tahun atau lebih dari 35 tahun, multigravida dengan jarak kehamilan dekat

c. Keadaan sosial ekonomi rendah.

2. Faktor janin

Hidramnion, gemeli, kelainan kromosom.

3. Faktor lingkungan.

Radiasi, tinggal di dataran tinggi, zat racun.

 

III.   Klarifikasi

1. Bayi kurang bulan: yaitu bayi dengan masa kehamilan lebih dari 37 mg

2. Bayi cukup bulan: yaitu bayi dengan masa kehamilan mulai 37 mg - 42 mg.

3. Bayi lebih bulan: yaitu bayi dengan masa kehamilan mulai 42 mg atau lebih.

Berdasarkan pengertian diatas bayi dengan BBLR/BBLSR dibagi menjadi dua golongan, yaitu : prematur dan dismatur

a.  Prematur

Adalah bayi lahir dengan umur kehamilan kurang dari 37 mg dan mempunyai BB sesuai dengan BB masa kehamilan (NKB – KMK).

b.  Dismatur.

Adalah bayi lahir dengan BB kurang dari BB seharusnya untuk masa kehamilan, bisa terjadi pre term, term, atau post term. Dismatur dapat juga disebut :

1. Neonatus kumng bulan, kecil untuk masa kehamilan (NKB – KMK)

2. Neonatus cukup bulan, kecil masa kehamilan (NEB – KMK)

3. Neonatus lebih bulan, kecil masa kehamilan (NLB – KMK)

 

IV.   Tanda-tanda Bayi Prematu

1. BB kurang dari 2500 gr, PB kurang dari 45 cm, lingkar kepala kurang dari 33 cm, lingkar dada kurang 30 cm.

2. Umur kehamilan kurang dari 37 mg.

3. Kepala relatif lebih besar dari pada badannya.

4. Rambut tipis dan halus, ubun-ubun dan sutura lebar.

5. Kepala mengarah ke satu sisi.

6. Kulit tipis dan transparan, lanugo banyak, lemak subkutan kurang, sering tampak peristaltik usus.

7. Tulang rawan dan daun telinga imatur.

8. Puting susu belum terbentuk dengan baik.

9. Pergerakan kurang dan lemah.

10. Reflek menghisap dan menelan belum sempurna.

11. Tangisnya lemah dan jarang, pernafasan masih belum teratur.

12. Otot-otot masih hipotonis sehingga sikap selalu dalam keadaan kedua paha abduksi, sendi lutut dan pergelangan kaki fleksi atau lurus.

13. Genetalia belum sempurna, labia minora belum tertutup oleh labia mayora (pada wanita), dan testis belum turun (pada laki laki).

 

V. Tanda-tanda pada Bayi Dismatur

1. Preterm sama dengan bayi premature

2. Term dan post term :

Ø  Kulit pucat atau bernoda, keriput tipis.

Ø  Vernik caseosa sedikit/kurang atau tidak ada.

Ø  Jaringan lemak di bawah kulit sedikit.

Ø  Pergerakan gesit, aktif dan kuat.

Ø  Tali pusat kuning kehijauan.

Ø  Mekonium kering.

Ø  Luas permukaan tubuh relatif lebih besar dibandingkan BB.

 

VI.   Komplikasi pada BBLR/BBLSR

1. Hipotermi

Tanda terjadinya hipotermi pada BBLR adalah :

1)Suhu tubuh bayi kurang dari 36,5 c

2)Kurang aktif dan tangis lemah

3)Malas minum

4)Bayi teraba dingin

5)Kulit mengeras kemerahan

6)Frekuensi jantung < 100 x/menit

7)Nafas pelan dan dalam

 

2. Hipoglikemi

Hipoglikemia ditandai dengan :

1. Kadar glukosa darah < 45 mg/dl

2. Kejang, tremor, jitterys, letargi/kurang aktif

3. Timbul saat lahir sampai dengan hari ke 3

4. Riwayat ibu dengan diabetes

5. Keringat dingin

6. Hipotermia, sianosis, apneu intermitten

 

3. Ikterus/hiperbilirubin

Hiperbilirubin pada BBLR terjadi karena belum maturnya fungsi hepar pada bayi premature, bila tidak segera diatasi dapat menyebabkan kern ikterus yang akan menimbulkan gejala sisa yang permanen. Hiperbilirubin di tandai dengan :

1. Selera, puncak hidung, sekitar mulut, dada, perut dan ekstermitas berwama kuning

2. Konjungtiva berwama kuning pucat

3. Kejang

4. Kemampuan menghisap menurun

5. Letargi

6. Kadar bilirubin pada bayi premature lebih dari l0 mg/dl

 

4. Masalah pemberian minum

Hal ini ditandai dengan :

1. Kenaikan berat badan bayi < 20 g/hr selama 3 hari

2. Ibu tidak dapat/tidak berhasil menyusui

 

5. Infeksi/sepsis

Infeksi pada BBLR dapat terjadi bila ada riwayat ibu demam sebelum dan selama persalinan, ketuban pecah dini, persalinan dengan tindakan, terjadinya asfiksia saat lahir dll. Tanda terjadinya infeksi pada BBLR antara lain :

1. Pada pemeriksaan labomterium terdapat lekositosis atau lekositopenia dan trombositopenia

2. Bayi malas minum

3. Suhu tubuh bayi hipertermi ataupun hipotermi J

4. Terdapat gangguan nafas

5. Letargi

6. Kulit ikterus, sklerema

7. Kejang

 

6. Gangguan permafasan

1. Deflsiensi surfaktan paru yang mengarah ke sindrom gawat nafas/RDS

2. Resiko aspirasi akibat belum terkoordiansinya reflek batuk,reflek menghisap dan reflek menelan

3. Thoraks yang lunak dan 0t0t respirasi yang lemah

4. Pemafasan tidak teratur

 

7. Penyakit membrane pada neonates/HDN

Penyebabnya adalah defisiensi faetor koagulasi yang bergantung pada vitamin K

 

8. Retinopati of premature

 

VII.Penatalaksanaan

1. Termoregulasi

· Suhu lingkungan harus hangat 24-26° C

· Pastikan alas tidur dan selimut bayi hangat

· Pastikan inkubator hangat

· Saat melakukan tindakan pastikan bayi hangat

· Pintu inkubator jangan sering di buka

· Bila sudah stabil lakukan perawatan metode kangguru

2. Jaga patensi jalan nafas ,

3. Monitor tanda-tanda vital

4. Bila kemampuan menghisap dan menelan belum terkoordinasi berikan asupan melalui sonde atau nutrisi parenteral

5. Pencegahan infeksi, perhatikan teknik aseptic dalam melakukan setian tindakan, meminimalkan tindakan invasive

6. Pemberian vit K untuk mencegah pendarahaan

7. Atasi penyulit sesuai dengan kausanya atau komplikasinya.


Terpopuler