Manfaat dan Bahaya Makanan Pedas
07 November 2013 - dibaca : 1.902 kali

Manfaat dan Bahaya Makanan Pedas

Makanan pedas seringkali dapat meningkatkan selera makan. Namun, apabila makananpedas terlalu banyak dikonsumsi bisa menimbulkan gangguan pencernaan yang tidak diinginkan. Pada umumnya, beragam kuliner di Indonesia menampilkan masakan berbumbu dengan rasa pedas. Banyak sekali contoh makanan Nusantara dengan cita rasa pedas, seperti keripik pedas hingga masakan padang dengan ciri khas rasa pedasnya. Untuk rasa pedasnya sendiri, selain didapat dari cabai, sensasi pedas juga didapatkan dari lada hitam, merica, dan sebagainya. Meski dapat menyebabkan beberapa akibat kesehatan tidak diinginkan bila dikonsumsi secara berlebihan, ternyata makanan pedas juga memiliki banyak manfaat. Salah contoh manfaat dari makanan pedas adalah mampu menurunkan berat tubuh. Untuk lebih jelasnya, berikut akan kami berikan informasi seputar manfaat dan bahaya makanan pedas untuk dapat kita cermati.
 
Dari sisi manfaat, berikt adalah beberapa manfaat makanan pedas:
1)      Mencegah Kanker
Berdasarkan penelitian kanker pada American Association for Cancer Research, kandungan kapsaisin mampu membunuh sel-sel kanker. Sementara itu, kunyit yang biasanya dijadikan bumbu kari ternyata mampu memperlambat pertumbuhan tumor dan penyebaran kanker. Bila anda menginginkan hasil yang maksimal, kombinasikan bahan masakan tersebut dengan lada hitam agar menyerap manfaat kunyit lebih banyak hingga 2. 000 persen.
 
2)      Membantu penurunan tekanan darah
Vitamin C dan A diketahui mampu memperkuat dinding pada otot jantung. Sedangkan panas yang dihasilkan dari lada bisa memperlancar aliran darah menuju seluruh tubuh. Gabungan ini dapat membuat sistem kardiovaskuler lebih kuat.
 
3)      Membantu penurunan berat badan
Memang benar bila makanan yang dicampur sambal bisa semakin menggugah selera. Sedangkan fakta ilmiahnya, rasa pedas dari makanan akan meningkatkan metabolisme. Studi sebelumnya mengungkapkan bahwa senyawa pokok dalam cabai, yakni kapsaisin, ternyata memiliki pengaruh termogenik yang dapat membantu tubuh untuk membakar kalori di saat aktivitas mengunyah setiap 20 menitnya.
 
4)      Menyehatkan jantung
Dari studi ilmiah yang ada, diketahui pula bahwa konsumsi makanan pedas mampu mengurangi risiko terjadinya stroke dan serangan jantung. Mengapa demikian? Alasannya karena cabai merah dapat menekan efek merusak yang berasal dari kolesterol jahat. Selain itu, kapsaisin dapat mengatasi peradangan. Kedua hal ini adalah faktor risiko pada penyakit jantung.
 
5)      Mengurangi Stres
Setelah sebelumnya membahas " Mengobati Setress dengan Obat Herbal ". Makanan pedas ternyata dapat meningkatkan produksi serotonin, yakni istilahnya ‘hormon bahagia’. Hal ini karena hormon ini dapat menimbulkan rasa senang dan ketenangan.  Maka dari itu, makanan pedas mampu mengusir stres dan depresi.
 
Namun, sebagaimana pepatah lama mengatakan bahwa sesuatu yang berlebihan bisa menimbulkan sesuatu yang tidak baik, maka konsumsi makanan pedas yang berlebihan juga akan menimbulkan beberapa bahaya bagi kesehatan seperti:  
 
1)      Diare
Makanan pedas diketahui mampu mempercepat gerakan dalam usus sehingga memicu terjadinya diare. Saat makanan pedas telah sampai di bagian usus besar, dampak iritasi yang dihasilkan makanan pedas bisa langsung terasa. Selanjutnya, tubuh akan menyalurkan lebih banyak cairan ke usus agar gejala iritasi tersebut reda. Sekedar anda ketahui bahwa setiap orang mempunyai kepekaan usus berbed, maka dari itu daya tahannya pada makanan pedas juga berbeda. Apabila anda termasuk kelompok yang sensitif makanan pedas, maka sebaiknya kurangi konsumsi makanan ini.
 
2)      Alergi
Apakah anda pernah merasakan rasa hambar pada makanan? Hal ini diyakini sebagai dampak alergi yang terjadi pada lidah. Begitu pula yang kita rasakan setelah minum minuman yang sangat panas. Salah satu pemicu hal ini selain minuman panas adalah makanan pedas.  
 
3)      Gastritis
Terlalu sering mengkonsumsi makanan pedas bisa menyebabkan permukaan bagian lambung rapuh serta mudah luka. Gangguan ini lazimnya disebut maag atau gastritis yang terjadi akibat peradangan pada lambung. Apabila lambung sering ditimpa dengan makanan pedas, maka lapisan-lapisannya akan menjadi rentan terhadap infeksi.
 
4)      Insomnia
Makanan pedas juga dapat mengganggu tidur anda. Sebenarnya, tubuh memerlukan kondisi yang rileks menjelang tidur, utamanya pada siklus awal menuju terlelap. Makanan pedas diketahui mampu meningkatkan suhu tubuh serta menyebabkan detak jantung semakin berdegup cepat. Maka dari itu, hindarilah makanan pedas menjelang pergi tidur.
 
5)      Sensitivitas lidah berkurang
Makanan pedas yang dikonsumsi secara berlebihan bisa mengurangi kemampuan ‘rasa’ lidah secara permanen. Akibatnya, tentu saja lidah tidak responsif lagi ketika mengecap rasa. Maka bagi anda penyuka makanan pedas, berhati-hatilah agar tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. 

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler