Pemahaman Konsep
09 September 2012 - dibaca : 5.279 kali

Pemahaman Konsep

Menurut kamus ilmiah, kata “paham” diartikan “tanggap” atau “mengerti dengan benar”.[1] Pemahaman merupakan salah satu aspek dalam ranah kognitif dari tujuan kegiatan belajar mengajar. Aspek ini merupakan aspek yang sangat penting, bahkan dalam kegiatan belajar mengajar ini sangat ditonjolkan. Bila kita melakukan kegiatan belajar mengajar yang pertama-tama adalah memahami atau mengerti apa yang kita pelajari.
Konsep adalah idea atau gagasan yang digeneralisasikan atau di abstraksikan dari pengalaman.[2] Konsep adalah ide (abstrak) yang dapat digunakan atau memungkinkan seseorang untuk mengelompokkan atau menggolongkan sesuatu objek. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pemahaman konsep adalah sejauh mana siswa memahami konsep-konsep dalam matematika.
Memahami konsep merupakan kemampuan mendasar yang harus dikuasai siswa dalam belajar matematika. Pemahaman berarti proses, cara, perbuatan memahami atau memahamkan (mempelajari dengan baik-baik supaya mengerti atau paham dengan baik). Pemahaman atau comprehension dapat diartikan menguasai sesuatu dengan pikiran.[3] Pemahaman konsep marupakan kompetensi yang ditunjukkan siswa dalam memahami konsep dan dalam melakukan prosedur (algoritma) secara luwes, akurat, efisien dan tepat. Indikator yang menunjukkan pemahaman konsep antara lain:[4]
a.       Menyatakan ulang sebuah konsep.
b.      Mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya).
c.       Memberi contoh dan non-contoh dari konsep.
d.      Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk  representasi matematis.
e.       Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep.
f.       Menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu.
g.      Mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah.


[1] Pius Abdullah dan M Dahlan Al Barry. Kamus Ilmiah Lengkap. (Surabaya: Arloka), hlm. 142
[2] Muhammad Joko Susilo. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran. Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (UAD, Yogyakarta. 2006), hlm. 45
[3] Sardiman. A. M. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. hlm. 42 dan 43
[4] Asep Jihad dan Abdul Haris, Evaluasi Pembelajaran. (Yogyakarta: Multi Pressindo), hlm. 149

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler