Penyakit Saluran Pencernaan dan Pengobatannya
31 Oktober 2013 - dibaca : 2.687 kali

Penyakit Saluran Pencernaan dan Pengobatannya

Organ-organ tubuh yang berperan dalam sistem pencernaan tidak bisa lepas dari bahaya penyakit. tentu saja semua bergantung pada setiap individu, apakah cukup cermat menjaga kesehatan sistem pencernaannya. Ada beragam jenis penyakit yang mengintai sistem pencernaan kita. Dari mulai yang paling sederhana sampai yang paling rumit. Beragam penyakit ini juga memiliki cara penanganan yang berbeda-beda.

1.      Penyakit Rongga Mulut

Sebagai organ pertama yang dilalui oleh makanan atau organ pertama proses pencernaan, mulut tidak lepas dari penyakit yang mengintai. Kanker mulut adalah salah satunya. Kanker mulut pada umumnya ditemukan pada pria dan risiko paling tinggi ditemukan pada peminum alkohol dan perokok.

Berikut ini adalah tanda-tanda awal kanker mulut:

1)      Adanya luka atau sakit pada wajah, leher, serta sariawan dalam mulut yang tidak hilang dalam waktu dua minggu.

2)      Pembengkakan, perbesaran, maupun benjolan pada gusi, bibir, dan bagian lain di dalam mulut.

3)      Bercak putih, merah, atau gelap di dalam mulut.

4)      Perdarahan yang berulang dari gusi atau luka dalam mulut.

5)      Rasa kebal di sekitar wajah, mulut dan leher.

6)      Gigi-gigi menjadi goyang-goyang tanpa sebab yang jelas.

Bagi penderita kanker mulut, anda bisa melakukan pemeriksaan Oral Cancer mandiri dengan mengikuti tujuh petunjuk di bawah ini.

1)      Perhatikan wajah anda di depan kaca. Pada keadaan normal, sisi kiri dan kanan sama ukurannya, bisa terdapat perbesaran/pembengkakan yang terdapat hanya pada salah satu sisi wajah.

2)      Periksa kulit wajah, apakah ada perubahan warna.

3)      Lakukan penekanan di sepanjang leher apakah ada benjolan dan kekakuan.

4)      Tarik bibir bawah dan lihat apakah ada perubahan warna dan rasa sakit, kemudian raba dan rasakan apakah ada benjolan yang tidak semestinya. Lakukan hal yang sama pada bibir atas.

5)      Buka mulut dan tarik pipi dengan salah satu jari di dalam mulut dan ibu jari di luar, kemudian lakukan pemeriksaan apakah ada perubahan warna, luka, serta benjolan yang tidak semestinya.

6)      Kepala ditarik kebelakang dan buka mulut lebar-lebar, kemudian lakukan perabaan pada dasar mulut apakah ada benjolan serta perubahan warna.

7)      Fiksasi lidah dan perhatikan permukaan dan warnanya, apakah ada perubahan warna dan perbesaran. Letakkan ujung lidah di langit-langit mulut. Lakukan pemeriksaan juga pada sisi kiri dan kanan lidah serta dasar mulut di balik lidah.

8)      Jika ditemukan keadaan yang tidak semestinya, segera hubungi dokter gigi dan diskusikan kondisi tersebut. Kondisi yang tidak semestinya biasanya berlangsung selama dua minggu atau lebih.

Cara pencegahan kanker mulut adalah sebagai berikut:

1)      Menghindari cahaya matahari mengurangi risiko terjadinya kanker mulut.

2)      Menghindari alkohol dan tembakau yang berlebihan, dapat mencegah hampir seluruh kanker mulut.

3)      Pencegahan lainnya adalah memperhalus tepian gigi yang patah atau menambalnya.

4)      Vitamin anti-oksidan (vitamin C dan E, beta-karoten) memberikan perlindungan tambahan.

 

2.      Mual dan Muntah

Rasa mual setelah makan dapat menjadi sebuah tanda-tanda dari gangguan (sakit) yang lebih serius. Mual adalah suatu kondisi yang merujuk pada perasaan tidak nyaman sebelum muntah, tetapi tidak selalu menyebabkan muntah. Mual setelah makan bisa disebabkan karena berbagai keadaan, misalnya makan makanan tertentu, makan makanan yang terkontaminasi dan juga makan terlalu cepat dll. Hal ini bisa terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Jika rasa mual terus berlanjut maka sebaiknya segeralah ke dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganannya. Mual seringkali terkait dengan beberapa penyakit lain baik itu ringan atau serius.

Beberapa penyebab mual setelah makan:

1. Kandungan makanan

Kandungan makanan dapat juga menjadi penyebab, beberapa bahan makanan yang tidak sesuai untuk beberapa orang dan menyebabkan pencernaan makanan yang tidak berjalan baik.

2. Pola makan

Mengkonsumsi makanan dengan cepat-cepat dapat menyebabkan rasa mual setelah makan. Makanan berat dan berlemak juga cenderung membuat orang mual sehabis makan. Pada beberapa orang, mual juga dapat terjadi karena makan terlalu sering.

3. Keracunan makanan

Mual bisa disebabkan karena keracunan makanan, alergi makanan atau, dalam kasus tersebut, penderita juga mungkin mengalami sakit kepala, tubuh sakit, demam, diare, sakit perut atau kram dan muntah. Orang tua dan anak-anak sangat rentan mengalaminya.

4. Gerd (gastroesophageal reflux disease)

Gastroesophageal reflux disease (gerd) kondisi yang dapat menyebabkan kondisi dimana berlebihannya tingkat dari asam lambung yang menyebabkan mual setelah makan. Beberapa gejala-gejala tersebut dapat dikontrol oleh antasida.

5. Penyumbatan Di Usus Kecil

Sebuah penyumbatan di usus kecil adalah penyebab paling serius merasa mual setelah makan dan biasanya segera membutuhkan perhatian medis. Karena dapat menyebabkan penumpukan racun dalam aliran darah.

6. Sakit Kandung Empedu

Orang-orang, yang menderita penyakit kandung empedu, terutama pada tahap awal, mungkin mengalami mual setelah makan. Biasanya, gejala awal tampak saat orang tersebut makan makanan yang berminyak atau lemak tinggi.

7. Penyakit Crohn (Pengikisan Pada Usus)

Pada beberapa individu, penyakit crohn atau penyakit mangkuk mungkin akan rentan terhadap mual setelah makan, gejala yang lebih umum lainnya dari kondisi peradangan usus termasuk diare kronis dan kram perut.

8. Gejala hamil

Pada semester pertama kehamilan, rasa mual setelah makan adalah sangat umum. Bisa dikatakan salah satu tanda kehamilan adalah rasa mual setelah makan.

 

Cara Singkat Mengatasi Mual:

  • Jus Buah. Biasakan minum satu gelas jus buah setiap hari juga pada saat mengalami rasa mual.
  • Jahe. Jahe adalah obat efektif untuk mual setelah makan. Minum jus jahe sebanyak 5 Milimeter dicampur dengan 10 Milimeter madu dapat mengatasi Mual
  • Teh. Minum teh biasa, teh lemon, teh hijau atau teh herbal dapat membantu mengontrol rasa mual.
  • Pepermint. Untuk mengatasi mual setelah makan, kunyah permen karet peppermint atau mengisap permen rasa pepermint.
  • Pijat Refleksi. Pijat pergelangan tangan dapat mencegah dan mengurangi mual. Titik tekanannya terletak sekitar 2 jari dari telapak tangan bagian bawah. Gunakan jari tengah dan telunjuk untuk mengukurnya pada pergelangan tangan Anda. Pijat titik tadi menggunakan ibu jari, lakukan selama 2 sampai 3 menit, dengan tekanan sedang.

 

3.      Tukak Lambung

Tukak lambung atau ulcus terjadi apabila dinding lambung rusak akibat mucus yang menyelimutinya rusak. Enzim yang dihasilkan di dalam mukus memakan bagian-bagian kecil pada lapisan permukaan lambung. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyebabkan dinding lambung berlubang sehingga isinya jatuh ke dalam rongga perut.ulkus terjadi ketika lapisan organ-organ ini terkorosi oleh cairan pencernaan asam yang disekresikan oleh sel-sel lambung.

Selama bertahun-tahun terakhir, asam lambung berlebih diyakini sebagai penyakit maag, dan asam lambung merupakan penyebab signifikan pembentukan ulkus. Penyebab ulkus yang lain adalah penggunaan obat anti-inflamasi kronis, sering disebut sebagai NSAID (anti-inflammatory drugs), termasuk aspirin. NSAID adalah obat untuk arthritis dan kondisi inflamasi menyakitkan dalam tubuh. Aspirin, ibuprofen (Motrini), naproxen (Naprosyn), dan etodolac (Lodine) adalah beberapa contoh kelas obat-obatan ini. NSAID menyebabkan bisul dengan mengganggu prostaglandin di lambung. Selain kedua hal tersebut, rokok juga berperan dalam pembentukan ulkus dan kegagalan pengobatan ulkus, seperti pendarahan lambung, obstruksi, dan perforasi lambung.

Penyakit pada lambung umunya disebabkan olehinfeksi virus atau bakteri yang masuk melalui makanan dan minuman. Pola makan yang tidak sehat, tidak teratur, sering terlambat makan, dan kurang mengonsumsi sayur dan buah-buahan juga menjadi penyebab penyakit lambung. Selain itu ritme kerja yang menekan, stres, dan diperparah dengan kondisi tubuh seseorang yang tidak fit, serta tingkat kebisingan yang tinggi berakibat pada terjadinya malabsorbsi lemak, ketidakmampuan sistem pencernaan untuk mencerna dan menyerap lemak.

Berikut ini beberapa gejala untuk mengenali tukak lambung:

1)      Penderita mengeluhkan rasa terbakar di perut bagian atas atau rasa lapar yang menyakitkan satu sampai tiga jam setelah makan dan pada tengah malam.

2)      Beberapa diantara penderita mengalami kekambuhan bahkan setelah sembuh dari maag.

3)      Bisul sering datang dan pergi spontan tanpa pernah diketahui oleh penderita kecuali jika terjadi komplikasi serius (seperti pendarahan atau perforasi).

Terdapat beberapa cara untuk mendiagnosa ulkus, diantaranya adalah atas endoskopi (EGD-esophagoga stroduodenoscopy) atau barium pada bagian atas Gl x-ray. Barium atas Gl x-ray mudah dilakukan dan tidak menimbulkan risiko atau ketidaknyamanan. Sebenarnya, endoskopi atas lebih akurat, tetapi melibatkan sedasi pasien dan harus memasukkan tabung fleksibel melalui mulut untuk memeriksa perut, kerongkongan, dan duodenum. Endoskopi atas memiliki keuntungan tambahan, yaitu dapat menghapus contoh jaringan kecil (biopsi) untuk menguji infeksi H.pylori (bakteri penyebab maag). Biopsi juga dapat diperiksa di bawah mikroskop untuk menyingkirkan kanker. Oleh karena itu, biopsi sering dilakukan pada tukak lambung untuk mengeluarkan kanker.

Setelah mengetahui gejala-gejala yang dirasakan dan memeriksakannya, makan tahap berikutnya adalah pengobatan. Tujuan pengobatan ulkus adalah untuk menghilangkan rasa sakit dan untuk mencegah komplikasi maag, seperti pendarahan, obstruksi, dan perforasi. Langkah pertama yang diberikan melibatkan pengurangan faktor risiko (NSAID dan rokok). Langkah selanjutnya adalah penggunaan obat-obatan.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para penderita penyakit lambung selama perawatan ulkus dilakukan, yaitu:

1)      Memperbaiki pola makanan dan jenis asupan yang bergizi tinggi. Hal ini sangat baik agar sistem pencernaan kita selalu sehat dan bisa beraktivitas dengan semestinya.

2)      Meminum air putih dalam jumlah yang banyak, minimal delapan gelas dalam sehari.

3)      Hindari makanan dan kinuman yang bersifat merangsang, misalnya makanan pedas dan minuman bersoda maupun beralkohol.

4)      Hentikan merokok.

5)      Kurangi kebiasaan mengonsumsi permen karet. Hal ini dikarenakan gas yang dihasilkan saat mengunyah permen karet tertahan di dalam perut.

6)      Kurangi konsumsi goreng-gorengan. Banyak penjaja gorengan yang menggunakan minyak berulang-ulang, hal ini menyebabkan minyak goreng telah jenuh dan berisiko memicu sel kanker.

7)      Hindari makan dalam posisi berbaring.

8)      Beri jeda yang panjang antara jam makan malam dan waktu tidur, idealnya tiga jam. Tindakan ini untuk menghindari risiko terjadinya refluks/balik sehingga menyebabkan panas di bagian tengah dada. Asam di dalam lambung penuh dan berpotensi kembali ke kerongkongan.

9)      Jangan memaksakan diri untuk makan makanan berat.

 

4.      Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh beragam faktor, yaitu sebagai berikut:

v  Virus. Virus yang menyebabkan mononucleosis (mono) dan flu juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

v  Bernapas melalui mulut dapat menghasilkan kekeringan tenggorokan dan nyeri.

v  Sinusitis yang terhambat dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

v  Sakit tenggorokan juga bisa disebabkan oleh bakteri. Dua bakteri yang paling umum menyebabkan sakit tenggorokan adalah Streptococcus (penyebab radang tenggorokan) dan Arcanobacterium haemolyticum.

v  Sakit tenggorokan muncul setelah perawatan dengan antibiotic, kemoterapi, atau obat kekebalan tubuh lainnya. Mungkin sakit tenggorokan ini karena Candida, umunya dikenal sebagai thrush.

v  Sakit tenggorokan yang berlangsung selama lebih dari dua minggu dapat menjadi tanda dari penyakit serius, seperti tenggorokan kanker atau AIDS.

Sakit tenggorokan disebabkan oleh bakteri Streptococcus, yang merupakan bakteri yang sama yang menyebabkan demam rematik. Hanya 5%-10% dari orang dewasa sakit tenggorokan disebabkan oleh radang, sedangkan sekitar 15%-40% dari sakit tenggorokan pada anak berhubungan dengan strep. Banyak ahli kesehatan yang merekomendasikan “Strep cepat” uji untuk pasien dengan sakit tenggorokan. Tes “Strep cepat” biasanya dapat dilakukan di kantor dan membutuhkan waktu 15-20 menit. Jika hasilnya positif, sakit tenggorokan umunya dirawat dengan penisilin atau antibiotic lainnya.

Tujuan utama mengobati radang tenggorokan adalah untuk mencegah perkembangan demam rematik, sakit serius yang dapat menyebabkan nyeri sendi dan kerusakan katup jantung. Namun, antibiotik tidak selalu mempercepat penyembuhan sakit tenggorokan kecuali disebabkan oleh strep. Namun berbeda halnya dengan penyakit radang, demam berdarah, dapat menyebabkan ruam, tetapi tidak akan menyebabkan cedera jantung atau nyeri sendi.

Jika anda atau anggota keluarga anda mengalami sakit tenggorokan, alkukan hal-hal berikut untuk mengobati dan meringankan gejala. Kumur-kumur air garam, mengisap permen keras dan menyemprot Chloraseptik. Perhatian:tablet isap dan permen keras berbahaya bagi anak-anak karena dapat menyebabkan tersedak, hindari pemakain pada anak-anak. Humidifier mungkin dapat membantu dalam mengurangi gejala, terutama pada sakit tenggorokan yang disebabkan oleh pernapasan mulut dan udara kering. Acetaminophen atau ibuprofen dapat membantu mengontrol rasa sakit.

Untuk orang dewasa, semprotan hidung seperti Afrin dapat digunakan selama dua sampai tiga hari untuk mencegah pernapasan mulut. Namun, jangan terlalu lama menggunakan produk ini. penggunaan melebihi dua sampai tiga hari dapat menyebabkan ketergantungan. Produk dekongestan lain, seperti Sudafed, mungkin dapat membantu. Jika anda memiliki masalah kesehatan seperti penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, hubungi professional kesehatan anda sebelum menggunakan produk ini.

 

5.      Kanker Lambung

Lambung adalah organ yang berongga di perut bagian atas, di bawah tulang rusuk dan merupakan bagian dari sistem pncernaan. Makanan bergerak dari mulut melalui kerongkongan menuju lambung. Dalam lambung, makanan menjadi cair. Otot pada dinding perut mendorong cairan ke dalam usus kecil.

Kanker dimulai dari dalam sel, blok bangunan yang membentuk jaringan. Jaringan membentuk organ-organ tubuh. Biasanya, sel-sel tumbuh dan membelah sel-sel baru ketika tubuh membutuhkan mereka. Ketika sel menjadi tua, mereka mati, dan sel-sel baru mengambil tempat mereka. Kadang-kadang, proses ini berjalan tidak semestinya. Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak membutuhkannya dan sel tua atau rusak tidak mati seperti seharusnya. Penumpukan sel ekstra sering membentuk suatu massa dari jaringan yang disebut pertumbuhan, polip atau tumor.

Tumor dalam lambung bisa jinak atau tidak termasuk kedalam kondisi ganas (kanker). Tumor jinak tidak berbahaya seperti tumor ganas, karena tumor jinak jarang mengancam nyawa, dapat dihilangkan dan dapat tidak tumbuh kembali, tidak menyerang jaringan di sekitar tumor, dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sedangkan tumor ganas atau kanker dapat mengancam nyawa, dapat dihilangkan tetapi sering tumbuh kembali, dapat menyerang kemudian merusak organ di sekitar jaringan kanker, dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Kanker lambung biasanya dimulai dalam sel-sel di lapisan bagian dalam lambung. Seiring waktu, kanker dapat menyerang lebih dalam ke dalam dinding lambung. Tumor dapat tumbuh melalui lapisan luar lambung ke dalam organ terdekat seperti hati, pankreas, kerongkongan, atau usus. Sel-sel kanker lambung dapat menyebar dengan melepaskan

Faktor risiko adalah sesuatu yang dapat meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan penyakit. di bawah ini adalah faktor-faktor risiko yang menyebabkan kanker lambung berdasarkan hasil studi atau penelitian:

v  Infeksi Helicobacter pylori. H.pylori adalah bakteri yang umunya menginfeksi lapisan dalam (mukosa) lambung. Infeksi H.pylori dapat menyebabkan radang lambung dan tukak lambung. Hal ini juga meningkatkan risiko kanker lambung, tetapi hanya sejumlah kecil orang yang terinfeksi kanker lambung.

v  Menderita radang lambung dalam jangka panjang: orang yang memiliki kondisi ini diasosiasikan dengan istilah radang perut-panjang (seperti penyakit darah merusak anemia) akan meningkatkan risiko kanker lambung. Juga orang yang mengoperasi beberapa bagian perut mungkin mengalami peradangan lambung jangka panjang dan meningkatkan risiko kanker lambung beberapa tahun setelah operasi mereka.

v  Merokok: perokok terutama perokok berat lebih cenderung berisiko tinggi terkena kanker lambung.

v  Riwayat keluarga: jika orangtua, saudara atau anak memiliki sejarah kanker lambung, kemungkinan dapat terkena penyakit ini. Jika kerabat dekat banyak memiliki riwayat kanker lambung, maka risikonya lebih besar.

v  Pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, atau obesitas.

v  Studi menunjukan bahwa orang yang banyak makan makanan yang diasapi, asin atau yang dibersihkan memiliki peningkatan risiko untuk kanker perut. Di sisi lain, orang yang melakukan diet tinggi dalam buah-buahan dan sayuran segar mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit ini.

v  Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko kanker lambung.

v  Juga, orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki peningkatan risiko kanker berkembang di bagian atas perut.

Awal kanker lambung sering tidak menimbulkan gejala. Sebagai kanker yang tumbuh, gejala yang paling umum adalah sebagai berikut:

v  Rasa yang tidak nyaman atau sakit di daerah lambung

v  Kesulitan menelan

v  Mual dan mentah

v  Berat badan menurun

v  Merasa penuh atau kembung setelah makan kecil

v  Muntah darah atau terdapat darah dalam tinja

Gejala-gejala yang diderita tersebut bukan disebabkan oleh kanker, melainkan oleh masalah kesehatan lainnya, seperti bisul atau infeksi. Siapapun yang memiliki gejala-gejala ini harus memberitahu dokter sehingga masalah dapat didiagnosa dan dirawat sedini mungkin. Dokter mungkin akan merujuk anda ke seorang dokter yang spesialisasinya adalah mendiagnosis dan mengobati masalah pencernaan. Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan pribadi dan keluarga anda. Anda mungkin akan dites darah atau tes laboratorium lainnya. Anda juga mungkin akan mendapatkan beberapa pemeriksaan berikut ini:

  1. Tes fisik: dokter anda mungkin akan memeriksa cairan, pembengkakan, atau perubahan lainnya di dalam lambung anda. Dokter juga akan memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening.
  2. Endoskopi: pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan tabung tipis (endoskopi) untuk melihat ke lambung anda. Tabung ini melewati mulut dan kerongkongan ke lambung.
  3. Biopsi: endoskopi adalah alat untuk menghilangkan jaringan dari lambung. Seorang ahli patologi akan memeriksa jaringan di bawah mikroskop sel-sel kanker. Biopsi adalah satu-satunya cara yang pasti untuk mengetahui apakah sel-sel kanker hadir. Jika biopsi menunjukkan bahwa anda memiliki kanker lambung, dokter anda perlu memperlajari tahap (tingkat) dari penyakit,

Kanker lambung memiliki tahapan atau tingkat (stadium) berdasarkan banyak atau besarnya organ yang diserang kanker.

  1. Stadium 0 (arcinoma in situ), berupa tumor yang ditemukan di lapisan dalam lambung.
  2. Tahap I. Tumor menyerang hanya pada submucosa. Sel-sel kanker dapat ditemukan sampai dengan 6 kelenjar getah bening. Tumor telah menginvasi lapisan otot atau subserosa. Sel-sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ tubuh lainnya.
  3. Tahap II. Tumor telah menyerang hanya submucosa tersebut. Sel-sel kanker telah menyebar ke-7 sampai 15 kelenjar getah bening. Tumor telah menginvasi lapisan otot atau subserosa. Sel-sel kanker sudah menyebar ke-1 sampai 6 kelenjar getah bening. Tumor telah menembus lapisan luar lambung. Sel-sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ tubuh lainnya.
  4. Tahap III. Tumor telah menyerang lapisan otot atau subserosa. Sel-sel kanker telah menyebar ke-7 sampai 15 kelenjar getah bening. Tumor telah menembus lapisan luar. Sel-sel kanker sudah menyebar ke-1 sampai 15 kelenjar getah bening. tumor telah menginvasi organ terdekat, seperti hati, usus besar, atau limpa. Sel-sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ jauh.
  5. Tahap IV. Sel-sel kanker telah menyebar ke lebih dari 15 kelenjar getah bening. tumor telah menginvasi organ terdekat dan setidaknya 1 kelenjar getah bening. sel-sel kanker telah menyebar ke organ jauh.

Dalam melakukan pengobatan kanker lambung, pilihan pengobatan tergantung pada ukuran dan lokasi tumor stadium penyakit, dan kesehatan umum anda. Pengobatan untuk kanker perut mungkin melibatkan operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi. Anda mungkin akan menerima lebih dari satu jenis perawatan. Misalnya, kemoterapi obat diberikan sebelum atau sesudah operasi. Ini sering diberikan pada waktu yang sama dengan terapi radiasi.

Anda sebaiknya berbiara dengan dokter anda tentang mengambil bagian dalam uji klinis, sebuah studi penelitian metode pengobatan baru. Percobaan klinis merupakan pilihan penting bagi orang-orang pada setiap tahap kanker perut. Atau jika anda memiliki tim spesialis, maka mereka dapat membantu rencana mengenai pengobatan anda. Dokter anda mungkin akan merujuk anda ke dokter spesialis, atau anda dapat meminta untuk rujukan. Spesialis yang mengobati kanker perut termasuk dokter ahli pencernaan, ahli bedah, ahli onkologi medis, dan onkologi radiasi. Tim perawatan kesehatan anda juga mungkin mencakup perawat onkologi dan ahli diet.

Terapi kanker sering merusak sel sehat dan jaringan. Sebelum dimulai pengobatan, mintalah tim perawatan kesehatan anda menjelaskan efek samping yang mungkin terjadi, bagaimana mencegah atau mengurangi efek ini, dan bagaimana perawatan dapat mengubah aktivitas normal anda. Anda dan tim perawatan kesehatan anda dapat bekerja sama untuk membuat rencana perawatan yang memenuhi kebutuhan anda.

 

6.      Pembesaran Limpa

Limpa adalah organ yang terletak di kuadran kiri atas perut tepat di bawah diafragma dan dilindungi oleh tulang rusuk kiri bawah. Limpa berfungsi menyaring darah dan menghilangkan sel-sel darah merah tua dan rusak, bakteri, dan partikel lainnya saat mereka melewati labirin pembuluh darah di dalam limpa. Limpa menghasilkan limfosit, sejenis sel darah putih yang menghasilkan antibody dan membantu sistem kekebalan tubuh.

Limpa akan mengalami pembesaran jika diminta untuk melakukan pekerjaan berlebihan ketika menyaring atau manufaktur sel darah, jika ada aliran darah normal untuk itu, atau jika diserang sel-sel abnormal. Secara umum penyebab-penyebab pembesaran limpa adalah sebagai berikut:

  1. Penyakit yang mengakibatkan sel darah merah abnormal akan menyebabkan limpa membesar. Talasemia dan spherocytosis adalah contoh-contoh penyakit berbentuk sel yang tidak dapat dengan mudah dibuang melalui pembuluh darah kecil dan kapiler tubuh, dan jika mereka tidak dibuang oleh limpa, sel-sel yang abnormal dapat menyebabkan pembekuan darah dan sirkulasi menurun. Tetapi, mengeluarkan mereka menyebabkan limpa membangkak dan membesar.
  2. Virus dan infeksi bakteri.
  3. Tekanan atau penyumbatan vena limpa.
  4. Kanker: leukemia, baik Hodgkins dan non-Hodgkins, limfoma dapat menyebabkan pembesaran limpa.
  5. Penyakit metabolik.

Karena pembesaran limpa tumbuh di luar perlindungan tulang rusuk, limpa menjadi lebih mungkin terluka sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa sakit perut mungkin timbul.

Pembesaran limpa biasanya tidak menyebabkan gejala. Gejala penyakit yang mendasari sering menjadi alasan pasien untuk mencari pelayanan. Ini mungkin termasuk kelemahan anemia, mudah terjadi pendarahan, atau infeksi berulang karena minimnya sel darah putih. Namun, karena limpa membesar, dapat menekan melawan diafragma, otot yang memisahkan dada dan ruang perut. Iritasi diafragma dapat merujuk nyeri ke bahu kiri. Pembesaran limpa juga dapat mendorong kea rah perut dan menyebabkan anoreksi atau kehilangan nafsu makan dan rasa penuh ketika awal makan.

Pembesaran limpa tumbuh di luar perlindungan tulang rusuk, limpa menjadi lebih mungkin terluka sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa sakit perut mungkin terjadi. Pembesaran limpa tergantung pada jumlah kerusakan limpa setelah cedera, bisa ada pendarahan ke dalam perut dengan distensi terkait (kembung), nyeri ke belakang dan bahu, sesak nafas, kulit lembap dan berkeringat dingin, serta gejala-gejala syok.

Jika ada kekhawatiran bahwa telah terjadi pembesaran limpa, tes darah dapat dipertimbangkan untuk menilai penyebab pembesaran. Tes umum mungkin termasuk jumlah sel darah lengkap (CBC), untuk mencari jumlah abnormal dari sel darah putih atau merah, pap perifer untuk menilai pada jenis dan bentuk dari sel-sel darah, atau monospot jika diagnosis mononucleosis menular sedang dipertimbangkan. Tes-tes lain untuk mengevaluasi fungsi hati atau jantung mungkin dipertimbangkan jika terindikasi secara klinis.

Tes ultrasound perut juga mungkin dilakukan, seperti CT atau MRI. Tes-tes ini digunakan untuk mengevaluasi ukuran limpa dan untuk mencari kelainan lain dalam rongga perut yang mungkin terkait dengan splenomegali.

Pengobatan untuk pembesaran limpa biasanya diarahkan pada kondisi medis yang mendasari splenomegali tersebut. Pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotic, kemoterapi, atau radiasi. Perawatan ini adalah untuk penyakit yang mendasari dan memungkinkan limpa untuk mengurangi dalam ukuran, namun dalam beberapa kasus, limpa akan tetap membesar.

Pada kasus yang parah, limpa mungkin perlu diangkat melalui pembedahan (splenektomi = limpa + ectomy = pengangkatan) sebagai bagian dari pengobatan penyakit. misalnya, dalam kasus spherocytosis turun temurun, mengeluarkan limpa dapat mencegah anemia yang terjadi ketika sel-sel darah merah normal berbentuk juga terus disaring dan dikeluarkan dari aliran darah.

 

7.      Refluks

Refluks disebabkan oleh kelemahan pada otot di persimpangan kerongkongan dengan lambung. Biasanya, katup otot ini, atau sfingter, berfungsi untuk menjaga makanan dan asam lambung bergerak ke atas dari lambung ke kerongkongan dan pangkal tenggorokan. Katup ini terbuka untuk memungkinkan makanan menuju lambung dan menutup untuk menjaga isi lambung naik kembali. Gerakan mundur isi perut (lambung isi) sampai ke kerongkongan disebut refluks gastroesofagus.

Selain adanya peningkatan tekanan lambung (seperti obesitas), yang dapat mendorong asam kembali dari lambung ke kerongkongan, atau pasien dengan hernia hiatus, akan memiliki peningkatan risiko refluks. Ketika menyebabkan gejala, ini disebut sebagai penyakit gastroesophageal reflux (atau GERD). Ketika asam lambung hingga ke kotak suara (laring), kondisi ini disebut sebagai refluks laringitis.

Asam lambung dapat menyebabkan iritasi pada lapisan pangkal tenggorokan, kerongkongan, dan tenggorokan. Hal ini dapat mengakibatkan:

  • erosi pada lapisan kerongkongan (erosive esophagitis)
  • penyempitan kerongkongan (striktur)
  • kronis suara serak
  • kronis kliring tenggorokan
  • kesulitan menelan
  • sensasi benda asing di tenggorokan
  • asma atau batuk
  • kejang pita suara
  • sinusitis, dan
  • pertumbuhan pada pita suara (granuloma)
  • terkadang menyebabkan kanker kerongkongan atau laring

Gejala umum yang sering diderita oleh penderita refluks adalah heartburn. Selain heartburn, refluks cukup parah dapat menyebabkan radang tenggorokan, menyebabkan suara serak kronis, asma, atau sensasi benda asing dalam (fenomena globus) tenggorokan.

Mendiagnosa refluks didasarkan pada sejarah khas mulas dan suara serak. Pengujian biasanya diperuntukkan bagi pasien yang tidak merespons terapi konservatif (sebagaimana dijelaskan di bawah) atau terapi obat. Pemeriksaan diagnostik mencakup:

  • esophagram
  • endoskopi
  • laringoskopi
  • pemantauan pH esophagus, dan
  • motilitas esophagus studi.

Ada kesulitan dengan mengetahui gejala untuk mendiagnosis refluks. Sebagai contoh, batuk dapat terjadi ketika ada surutnya ke kerongkongan. Cair direfluks tidak perlu untuk mencapai laring, sehingga pada akhirnya tidak jelas apakah cairan dari lambung yang tidak asam dapat menyebabkan refluks laryngitis, dan tidak ada cara untuk menguji apakah cairan non-asam dapat mencapai laring.

Banyak dokter yang menggunakan percobaan penekanan asam dengan PPI untuk mencoba membuktikan bahwa refluks asam adalah penyebab gejala laring. Masalah dengan uji coba PPI adalah bahwa beberapa gejala, seperti batuk dan kliring tenggorokan, dapat disebabkan oleh kebiasaan, dan PPI mungkin memiliki efek placebo. Dengan demikian, respons terhadap PPI mungkin bukan merupakan baukti bahwa refluks adalah penyebab gejala.

 

8.      Demam Tifoid (Tipus)

Demam tipus umumnya disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Demam tifoid disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi atau air. Diagnosis demam tifoid terjadi ketika bakteri salmonella terdeteksi dengan feses. Salmonella bakteri dikenal menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan burung (khususnya unggas) di seluruh dunia. Dua penyakit utama yang disebabkan oleh Salmonella spp. adalah gastroenteritis dan demam tipus (demam tifoid dan paratifoid) pada manusia. Oleh karena itu, demam tifoid diobati dengan antibiotik.

Demam tifoid adalah penyakit akut yang berhubungan dengan demam yang paling sering disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Hal ini juga dapat disebabkan oleh Salmonella paratyphi, bakteri istimewa yang biasanya mengarah ke penyakit berat badan yang rendah. Bakteri disimpan dalam air atau makanan operator manusia dan kemudian menyebar ke orang lain di daerah tersebut. Demam tifoid jarang terjadi di negara-negara industri, tetapi terus menjadi masalah kesehatan public yang signifikan di negara berkembang.

Hari ini sekitar 400 kasus tipus dilaporkan setiap tahun di Amerika Serikat. Meksiko dan Amerika Serikat merupakan daerah yang paling umum bagi warga AS untuk terserang demam tipus, India, Pakistan, dan Mesir juga dikenal sebagai daerah berisiko tinggi untuk berkembangnya penyakit ini. di seluruh dunia, demam tipus memengaruhi lebih dari 13 juta orang per tahun, dengan lebih dari 500.000 pasien yang meninggal akibat penyakit tersebut.

Demam tifoid terjadi ketika penderita menelan bakteri dalam makanan atau air yang terkontaminasi. Pasien dengan penyakit akut dapat mencemari air sekitarnya melalui tinja, yang mengandung konsentarsi tinggi bakteri. Kontaminasi pasokan air akhirnya mengontaminasi makanan. Sekitar 3%-5% pasien menjadi pembawa bakteri setelah menderita akut demam tipus. Bakteri berkembang biak di kantong empedu, saluran empedu, atau hati dan masuk ke usus, dan bakteri ini mampu bertahan selama berminggu-minggu dalam air atau kotoran kering.

Setelah terserang bakteri, pasien akan mengalami gejala demam ketika organisme masuk kembali dalam aliran darah. Selain demam, gejala-gejala yang umunya diderita pasien antara lain:

  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Nyeri
  • Nafsu makan berkurang
  • Demam hingga 1040 F
  • Lesu (bila tidak segera diobati)
  • Pendarahan usus atau perforasi (setelah dua sampai tiga minggu penyakit)
  • Diare atau sembelit

Demam tifoid diobati dengan antibiotic yang membunuh bakteri Salmonella. Sebelum penggunaan antibiotic, angka kematian adalah 20%. Kematian terjadi dari infeksi berat, pneumonia, perdarahan usus, atau perforasi usus. Dengan antibiotic dan perawatan suportif, kematian akibat demam tifoid telah diturunkan sampai 1%-2%. Dengan terapi antibiotik yang tepat, biasanya ada perbaikan dalam satu sampai dua hari dan pemulihan dalam tujuh sampai 10 hari.

Pilihan antibiotik perlu dipandu dengan mengidentifikasi wilayah geografis tempat organism tersebut diperoleh. Misalnya, strain tertentu dari Amerika Selatan menunjukkan perlawanan signifikan terhadap beberapa antibiotik. Beberapa antibiotik efektif untuk pengobatan demam tifoid. Kloramfenikol adalah obat asli pilihan untuk demam tifoid selama bertahun-tahun, karena jarang terjadi efek samping yang serius, kloramfenikol telah diganti dengan antibiotic yang efektif lainnya.

 

9.      Usus Buntu

Apendiks atau usus buntu adalah sebuah tabung yang tertutup berakhir sempit sampai beberapa inci panjang yang melekat pada sekum (bagian pertama dari usus besar) seperti cacing. Apendisitis berarti radang usus buntu dimana sebuah kondisi usus buntu dimulai ketika pembukaan dari apendiks ke sekum menjadi tersumbat. Penyumbatan itu dapat disebabkan oleh penumpukan lender tebal dalam lampiran atau tinja yang masuk ke lampiran dari sekum itu. Landir atau kotoran mengeras, menjadi seperti batu, menghalangi saluran. Di lain waktu, jaringan limfatik dalam lampiran mungkin membengkak dan memblokir usus buntu.

Kebanyakan orang yang menderita usus buntu memiliki gejala klasik bahwa dokter dapat dengan mudah mengidentifikasi. Gejala utama dari radang usus buntu adalah nyeri perut. Rasa sakit perut biasanya terjadi tiba-tiba, sering menyebabkan penderita terbangun di malam hari. Nyeri perut terjadi sebelum gejala lain, dimulai dekat pusar dan kemudian bergerak lebih rendah dan ke kanan, dan tidak seperti rasa sakit yang dirasakan sebelumnya. Rasa nyeri ini semakin memburuk dalam hitungan jam, semakin nyeri ketika beregerak, mengambil nafas dalam-dalam, batuk atau bersin. Gejala lainnya adalah:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Diare atau sembelit
  • Ketidakmampuan untuk buang gas
  • Demam ringan yang berikut gejala lain
  • Perut bengkak
  • Perasaan yang melewati feses akan meringankan ketidaknyamanan
  • Obstruksi usus
  • Penyakit usus inflamasi
  • Penyakit radang panggul dan gangguan ginekologi lainnya
  • Adhesis usus

Usus buntu disebabkan oleh obstruksi pada lumen apendiks menyebabkan radang usus buntu.lendir punggung di lumen apendiks menyebabkan bakteri yang biasanya tinggal di dalam jaringan untuk berkembang biak. Akibatnya, usus buntu membengkak dan menjadi terinfeksi. Penderita usus buntu dapat berasal dari semua usia, tetapi lebih umum mengenai yang berumur 10 sampai 30 tahun.

Berikut ini beberapa hal yang harus mendapat perhatian bagi pernderita penyakit lambung:

  1. Memperbaiki pola makanan dan jenis asupan yang bergizi tinggi. Ini sangat baik agar sistem pencernaan kita selalu sehat dan bisa beraktivitas dengan semestinya.
  2. Meminum air putih dalam jumlah yang banyak, minimal delapan gelas dalam sehari.
  3. Hindari makanan dan minuman yang bersifat merangsang misalnya makanan pedas dan minuman bersoda maupun beralkohol.
  4. Hentikan merokok.
  5. Kurangi kebiasaan memakan permen karet. Hal ini menyebabkan gas berlebih di dalam perut akibat gas yang dihasilkan saat mengunyah.
  6. Kurangi mengonsumsi goreng-gorengan. Banyak penjual gorengan yang menggunakan minyak berulang-ulang. Ini menyebabkan minyak goreng telah jenug dan berisiko memicu sel kanker.
  7. Hindari makan dalam posisi berbaring.
  8. Beri jeda yang panjang antara jam makan malam dan waktu tidur, idealnya tiga jam. Ini untuk menghindari risiko terjadinya refluks/balik sehingga menyebabkan panas di bagian tengah dada. Asam di dalam lambung penuh dan berpotensi kembali ke kerongkongan.
  9. Jangan memaksakan diri untuk makan makanan berat.

Pengobatan usus buntu dapat berupa tindakan operasi dan non-operasi. Pengobatan non-operasi mungkin digunakan jika operasi tidak tersedia, jika seseorang tidak cukup sehat untuk menjalani operasi, atau jika diagnosis tidak jelas.

Jika kondisi pasien penderita usus buntu gejalanya mengarah pada usus buntu, tidak diragukan dokter akan menyarankan operasi tanpa melakukan tes diagnostik lebih lanjut. Operasi akan dilakukan sesegera mungkin supaya menurunkan kemungkinan pecahnya usus buntu.

Operasi untuk memotong atau menghilangkan usus buntu dapat dilakukan dalam dua cara. Metode lama, yang disebut laparotomi, menghapus jaringan melalui insisi tunggal di daerah kanan bawah perut. Metode yang lebih baru yang disebut laparoskopi, menggunakan beberapa sayatan kecil dan alat-alat bedah khusus. Operasi laparoskopi mengarah ke komplikasi lebih sedikit, seperti infeksi di rumah sakit yang terkait, dan memiliki waktu pemulihan lebih pendek. Pembedahan kadang-kadang menunjukkan apendiks normal. Dalam kasus tersebut, banyak ahli bedah akan menghapus jaringan sehat untuk menghilangkan kemungkinan masa depan usus buntu. Kadang-kadang operasi menunjukkan masalah yang berbeda, yang juga dapat dikoreksi selama operasi.

Saat kondisi usus buntu telah mencapai kondisi abses pecah jaringan,  abses adalah suatu massa berisi nanah yang berasal dari usaha tubuh untuk menjaga penyebaran infeksi, maka abses diatasi terlebih dahulu dengan ditiriskan sebelum operasi.. Untuk mengeringkan abses, tabung ditempatkan di abses melalui dinding perut. CT digunakan untuk membantu menemukan abses. Tabung drainase dibiarkan di tempat selama sekitar 2 minggu sementara antibiotik diberikan untuk mengobati infeksi. Enam sampai 8 minggu kemudian, ketika infeksi dan peradangan berada di bawah pengendalian, operasi dilakukan untuk menghilangkan apa yang tersisa dari pecahnya usus buntu.

Dengan perawatan yang memadai, kebanyakan orang sembuh dari usus buntu dan tidak perlu melakukan diet, olahraga, atau perubahan gaya hidup. Pemulihan penuh setelah operasi membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 6 minggu. Pembatasan aktivitas memungkinkan untuk mempercepat penyembuhan.

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler