Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Kumpulan Ciri - Ciri Syiah (Bukan Islam)
30 Oktober 2013 - dibaca : 2.857 kali

Kumpulan Ciri - Ciri Syiah (Bukan Islam)

kebanyakan dari mereka sedang melakukan taqiyah dalam rangka melindungi diri dari kelompok Sunni. Taqiyah adalah kondisi luar seseorang dengan yang ada di dalam batinnya tidaklah sama. Memang taqiyah juga dikenal di kalangan Ahlus Sunnah. Hanya saja menurut Ahlus Sunnah, taqiyah digunakan untuk menghindarkan diri dari musuh-musuh Islam alias orang kafir atau ketika perang maupun kondisi yang sangat membahayakan orang Islam.

 

Sementara itu menurut Syi’ah bahwa Taqiyah wajib dilakukan. Jadi taqiyah adalah salah satu prinsip agama mereka. Taqiyah dilakukan kepada orang selain Syi’ah, seperti ungkapan bahwa Al Quran Syi’ah adalah sama dengan Al Quran Ahlus Sunnah. Padahal ungkapan ini hanyalah kepura-puraan mereka. Mereka juga bertaqiyah dengan pura-pura mengakui pemerintahan Islam selain Syi’ah.

Menurut Ali Muhammad Ash Shalabi, taqiyah dalam Syiah ada empat unsur pokok ajaran; Pertama, Menampilkan hal yang berbeda dari apa yang ada dalam hatinya.  Kedua, taqiyah digunakan dalam berinteraksi dengan lawan-lawan Syiah. Ketiga, taqiyah berhubungan dengan perkara agama atau keyakinan yang dianut lawan-lawan. Keempat, digunakan di saat berada dalam kondisi mencemaskan

Menurut Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi di Majalah Islam Internasional Qiblati, ciri-ciri pengikut Syi’ah sangat mudah dikenali, kita dapat memperhatikan sejumlah cirri-ciri berikut: disadur dari arrahmah.com

  1. Mengenakan songkok hitam dengan bentuk tertentu. Tidak seperti songkok yang dikenal umumnya masyarakat Indonesia, songkok mereka seperti songkok orang Arab hanya saja warnanya hitam.
  2. Tidak shalat jum’at. Meskipun shalat jum’at bersama jama’ah, tetapi dia langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. Orang-orang akan mengira dia mengerjakan shalat sunnah, padahal dia menyempurnakan shalat Zhuhur empat raka’at, karena pengikut Syi’ah tidak meyakini keabsahan shalat jum’at kecuali bersama Imam yang ma’shum atau wakilnya.
  3. Pengikut Syi’ah juga tidak  akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam yang dikenal kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali.
  4. Pengikut Syi’ah jarang shalat jama’ah karena mereka tidak mengakui shalat lima waktu, tapi yang mereka yakini hanya tiga waktu saja.
  5. Mayoritas pengikut Syi’ah selalu membawa At-Turbah Al-Husainiyah yaitu batu/tanah (dari Karbala – redaksi) yang digunakan menempatkan kening ketika sujud bila mereka shalat tidak didekat orang lain.
  6. Jika Anda perhatikan caranya berwudhu maka Anda akan dapati bahwa wudhunya sangat aneh, tidak seperti yang dikenal kaum Muslimin.
  7. Anda tidak akan mendapatkan penganut Syi’ah hadir dalam kajian dan ceramah Ahlus Sunnah.
  8. Anda juga akan melihat penganut Syi’ah banyak-banyak mengingat Ahlul Bait; Ali, Fathimah, Hasan dan Husain radhiyallahu anhum.
  9. Mereka juga tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman, mayoritas sahabat dan Ummahatul Mukminin radhiyallahu anhum.
  10. Pada bulan Ramadhan penganut Syi’ah tidak langsung berbuka puasa setelah Adzan maghrib; dalam hal ini Syi’ah berkeyakinan seperti Yahudi yaitu berbuka puasa jika bintang-bintang sudah nampak di langit, dengan kata lain mereka berbuka bila benar-benar sudah masuk waktu malam. (mereka juga tidak shalat tarwih bersama kaum Muslimin, karena menganggapnya sebagai bid’ah)
  11. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menanam dan menimbulkan fitnah antara jamaah salaf dengan jamaah lain, sementara itu mereka mengklaim tidak ada perselisihan antara mereka dengan jamaah lain selain salaf. Ini tentu tidak benar.
  12. Anda tidak akan mendapati seorang penganut Syi’ah memegang dan membaca Al-Qur’an kecuali jarang sekali, itu pun sebagai bentuk taqiyyah (kamuflase), karena Al-Qur’an yang benar menurut mereka yaitu al-Qur’an yang berada di tangan al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya.
  13. Orang Syi’ah tidak berpuasa pada hari Asyura, dia hanya menampilkan kesedihan di hari tersebut.
  14. Mereka juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di perguruan tinggi atau di perkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginannya melakukan mut’ah dengan para wanita tersebut bila nantinya mereka menerima agama Syi’ah. Oleh sebab itu Anda akan dapati;
  15. Orang-orang Syi’ah getol mendakwahi orang-orang tua yang memiliki anak putri, dengan harapan anak putrinya juga ikut menganut Syi’ah sehingga dengan leluasa dia bisa melakukan zina mut’ah dengan wanita tersebut baik dengan sepengetahuan ayahnya ataupun tidak. Pada hakikatnya ketika ada seorang yang ayah yang menerima agama Syi’ah, maka para pengikut Syi’ah yang lain otomatis telah mendapatkan anak gadisnya untuk dimut’ah. Tentunya setelah mereka berhasil meyakinkan bolehnya mut’ah. Semua kemudahan, kelebihan, dan kesenangan terhadap syahwat ini ada dalam diri para pemuda, sehingga dengan mudah para pengikut Syi’ah menjerat mereka bergabung dengan agama Syi’ah.

Dalam sumber lainnya disebutkan beberapa ciri – ciri penganut syiah diantaranya :

1.Mereka tidak membasuh kaki ketika berwudhu tetapi hanya menyapu dibahagian atas kaki seperti memakai khuf.

2.Ketika takbir solat mereka menjatuhkan tangan kebawah (disisi) tanpa meletakkan tangan di atas dada.

3.Kebanyakkan pengikut Syiah Ketika solat mereka akan membawa At-Turbah Al-Husainiyah yaitu batu yang dijadikan sebagai tempat untuk sujud.

4.Pengikut Syiah juga tidak akan mengakhiri solatnya dengan mengucapkan salam tetapi mereka akan memukul kedua pahanya beberapa kali.

5.Kebanyakkan dari mereka hanya solat 3 waktu karena menurut mereka harus menjamakkan solat dzuhur-ashar dan maghrib-isya walaupun bukan musafir.

6.Menghalalkan nikah mut’ah (nikah kontrak).

7.Memakai hamun dan mencela para sahabat Nabi Muhammad s.a.w dan isteri-isteri Nabi.

8.Mencela imam-imam ahli sunnah 4 mazhab dan imam-imam Hadis seperti Bukhari dan Muslim.

9.Mengatakan bahawa al-Quran masih belum lengkap. Seharusnya Al-Quran 2 kali lebih tebal dari Al-Quran yang ada.

10.Mengatakan Saidina Ali lebih layak menjadi khalifah dari Saidina Abu Bakar, Saidina Umar dan Saidina Usman.
Ali dilantik oleh Allah meggantikan Nabi saw sebagai imam dan AbuBakar, Umar, Usman adalah perampas hak Ali. Ini bermakna 3 khalifah tersebut tidak beriman kepada perlantikan oleh Allah dan membawa kepada kekufuran mereka.

11.Seorang syiah tidak boleh diberi nama atau dipanggil dengan nama Abu Bakar, Umar, Usman, Muawiyah dan Aisyah.

12.Beiktiqad Imam-imam 12 mereka adalah maksum (bebas dari dosa-dosa kecil dan besar). Bahkan ada dikalangan ulama-ulama mereka mengatakan bahwa kedudukan imam-imam 12 adalah setara bahkan ada yang lebih tinggi dari kedudukan Para Nabi-Nabi dan Malaikat-Malaikat yang paling hampir sama dengan Allah.

13.Mengaku sebagai pengikut ahli bait (ahli rumah) Nabi SAW.

14.Rukun Islam yang pertama bagi ahli sunnah adalah mengucap 2 kalimah syahadah tapi rukun Islam pertama bagi syiah adalah walayah (imam 12). Oleh karena itu menurut mereka jika ada yang tidak percaya dengan salah seorang dari imam-imam 12 maka jatuh kafir.

15.Kain kafan mayat mereka bertulis.

16.Membaca talqin dengan menyebut imam-imam 12.

17.Meletakkan gambar-gambar imam-imam 12 mereka di dalam rumah. Biasanya mereka letak di dalam bilik.

18.Suami halal meliwat isteri.

19.Harus taqiah (boleh menipu / berpura-pura) untuk menarik ahli sunnah masuk syiah.

20.Mereka tidak ada solat tarawih. Jika ada Orang syiah yang berteraweh itu bermakna mereka bertaqiah.

21.Mereka lebih banyak menyebut nama-nama imam-imam mereka dari menyebut kalimah Allah terutama ketika mereka ditimpa musibah.

22.Orang Syiah tidak berpuasa pada hari Asyura tetapi mereka hanya menunjukkan kesedihan di hari tersebut.
Bahkan ada di kalangan mereka yang menganggap haram puasa kerana seolah-olah bersyukur ke atas kesyahidan Sayyidina Husain.

23.Setiap kali menyambut hari peringatan seperti peringatan terbunuhnya Saidina Ali bin Abi Tolib dan peringatan terbunuhnya Husein bin Ali, pengikut syiah akan melakukan upacara-upacara yang menunjukkan kesedihan mereka terhadap musibah-musibah yang menimpa ahlul bait. Dalam merayakan ritual ini cara mereka berbeda-beda mengikut tempat. Di negara teluk mereka memukul badan mereka dengan tangan kosong.Tetapi di Pakistan dan Lebanon mereka mencederakan badan mereka sendiri dengan pedang dan belati untuk menumpahkan dan melukai anggota badan. Ditempat lain ada yang memukul badan dengan rantai.

 

Semoga Bermanfaat.. share dan like fans page kami...


Terpopuler