SISTEM EKONOMI ISLAM DALAM BIDANG PERTANIAN
01 Oktober 2013 - dibaca : 4.095 kali

SISTEM EKONOMI ISLAM DALAM BIDANG PERTANIAN

Solusi sistem ekonomi Islam yang adil dalam persoalan lahan pertanian adalah: penyatuan kepemilikan lahan pertanian dan produksi, yaitu :

1.      Adanya hukum ihya’u al-mawat.

Hukum ini membolehkan setiap individu untuk memiliki lahan mati kosong dan terlantar tidak nampak adanya bekas suatu pagar tanaman budidaya, bangunan dan sebagainya dengan cara memagarinya seluas apapun yang dia kehendaki dengan satu syarat : harus menghidupkannya, mengolah lahannya, menanam atau memproduksinya.

ﻤﻦ ﺍ ﺤﯿﺎ ﺃ ﺮ ﻀﺎ ﻤﻴﺗﺔ ﻔﻬﻰ ﻠﻪ

“Siapa saja menghidupkan tanah mati, maka tanah itu menjadi miliknya".

2.      Adanya hukum larangan menterlantarkan lahan selama lebih dari tiga tahun.

ﻋﺎ ﺪ ﻯ ﺍ ﻻ ﺮ ﺾ ﷲ ﻮ ﻠﺭ ﺴﻮ ﻠﻪ ﺛﻢ ﻠﻛﻢ ﻤﻦ ﺒﻌﺪ ﻔﻤﻦ ﺃ ﺤﻴﺎ ﺍ ﺮ ﺽ ﻤﻴﺗﺔ ﻔﻬﻲ ﻠﻪ ﻮ ﻠﻴﺲ ﻠﻤﺤﺗﺠﺭﺤﻖ ﺒﻌﺪ ﺜﻼﺚ ﺴﻨﻴﻦ

“Sebelumnya tanah itu milik Allah dan Rasul, kemudian setelah itu milik kalian.Siapa saja yang menghidupkan tanah yang sudah mati, maka dia menjadi miliknya. Dan tidak ada hak bagi yang memagari setelah (menterlantarkan tanahnya) Selma tiga tahun”.

3.      Adanya hukum larangan menyewakan lahan pertanian.

ﻨﻬﻰ ﺭﺴﻭﻝﺍﷲ ﺼﻠﻰ. ﺃﻦ ﻴﺆ ﺨﺬ ﻟﻸﺮﺽ ﺍﺠﺮﺍﻮﺤﻈ

“Rasullah SAW melarang mengambil sewa atau bagian atas tanah”.

 

ﻤﻦ ﻜﺎ ﻦ ﻠﻪ ﺍ ﺮ ﺾ ﻔﻠﻴﺰ ﺮ ﻋﻬﺎ ﺍ ﺮ ﻠﺰ ﺮ ﺰ ﻋﻬﺎ ﺍﺨﺎ ﻩ ﻮ ﻻ ﻴﻜﺎﺮﻴﻬﺎ ﺒﺜﻠﻮ ﺚ ﻮ ﻻ ﻴﺮ ﺒﻊ ﻮﻻ ﺒﻄﻌﺎﻢ ﻤﺴﻤﻰ

 

 “Siapa saja yang memiliki tanah, hendaklah ia menanaminya, atau hendaklah saudaranya yang menanaminya, dia tidak boleh menyewakannya dengan sepertiga, atau seperempat (dari hasil pertanian) dan tidak pula dengan makanan yang telah ditentukan”.

 

Adapun dampak yang diharapkan yaitu :

1.      Pertumbuhan ekonomi

Islam memberikan kebebasan bagi individu untuk memiliki lahan seberapapun luasnya, selama mereka mampu memproduksinya.

  • Islam juga membebaskan untuk mengembangkan komoditas pertanian apa saja, asalkan halal.
  • Dengan diakuinya status kepemilikan individu tersebut, diharapkan produktivitas petanian akan tetap terus meningkat, karena berproduksi tetp terjaga.
  • Problem rendahnya produktivitas sebagaimana dalam sosialisme dapat teratasi, insya Allah

2.      Pemerataan ekonomi

  • Dengan adanya larangan menterantarkan dan menyewakan lahan pertnia, diharapkan keserakahan dalam kepemilikn lahan akan lebih terkendali.
  • Diharpkan pelung bagi buruh tani untuk memiliki lahan pertanian sendiri juga akan semakin terbuka.
  • Diharapkan problem feodalisme sebagaimana dalam kapitalisme akan dapat teratasi.
  • Diharapkan pemerataan ekonomi di bidang pertanian dapat diwujudkan, insya Allah.

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler