Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Cyber Crime di Dunia Ilmiah Wajib Diwaspadai
07 September 2012 - dibaca : 1.712 kali

Cyber Crime di Dunia Ilmiah Wajib Diwaspadai

Makalah di Scholarly Journal of Agricultural Science yang mencantumkan nama Nono Lee dan Pejabat Palsu sebagai author.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Endang Sukara, mengatakan bahwa komunitas ilmiah juga harus mewaspadai cyber crime.

"Sekarang di internet, kejahatan dalam dunia ilmiah itu ternyata juga ada," katanya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/8/2012).

Salah satu bentuk cyber crime yang terjadi dalam dunia ilmiah andalah pencatutan nama Agnes Monica dan Inul Daratista dalam publikasi berjudul "Mapping Indonesia Paddy Fields Using Multiple-Temporal Satellite Imagery" di African Journal of Agricultural Research edisi 24 Juli 2012. Nama dua selebritis itu dicantumkan berasal dari Institute of Dangdut, Jalan Tersesat No 100, Jakarta, 10000, Indonesia.

Makalah dengan judul hampir sama, yaitu "Mapping Indonesian Rice Areas Using Multiple Temporal Sateliite Imagery", juga diterbitkan di Scholarly Journal of Agricultural Science. Bedanya, nama yang dicatut adalah Nono Lee dan Pejabat Palsu. Kedua nama dicantumkan berasal dari Institute of Technology of Medan, Jalan Tersesat No 100, Medan, Sumatera Utara 20000, Indonesia.

Endang mengungkapkan, komunitas ilmiah adalah komunitas yang membela kejujuran dan kebenaran. Validitas data diperhatikan mengingat data riset tak jarang melandasi kebijakan atau digunakan untuk kepentingan lain. Pencatutan ini mencemari nilai-nilai kejujuran yang diutamakan di kalangan peneliti.

Kasus pencatutan nama selebritis dalam publikasi ilmiah ini bukan kejahatan yang pertama. "Dulu saya pernah menerima undangan simposium di London. Akomodasi dan fasilitas disediakan. Kemudian setelah saya cek kepada teman-teman saya di sana, ternyata itu bohong, simposium itu tidak ada," jelas Endang.

Endang menuturkan, kejahatan di dunia maya kini sudah meluas dan menyentuh komunitas ilmiah. Motif melakukan kejahatan ilmiah seperti pencatutan nama belum diketahui. Namun demikian, kalangan peneliti pun wajib waspada.

"Peneliti harus berhati-hati, waspada. Seperti menerima undangan, kita pun harus mengecek lagi," papar Endang.


Terpopuler