Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Wasiat - Wasiat Allah
26 Juli 2013 - dibaca : 1.803 kali

Wasiat - Wasiat Allah

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya telah Aku haramkan kezaliman atas diri-Ku dan Kuharamkan pula bagimu, maka janganlah kalian saling berbuat zalim.”

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu sekalian dalam kesesatan, kecuali mereka yang telah Kuberi petunjuk, maka mintalah hidayah dari-Ku, maka Aku akan memberikannya padamu.”

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu sekalian dalam keadaan lapar, kecuali mereka yang telah Kuberi makan, maka mintalah pada-Ku, Aku akan memberikannya padamu. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu sekalian dalam keadaan telanjang, kecuali mereka yang Kuberi pakaian, maka mintalah pada-Ku, maka Aku akan memberikannya padamu.”

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu telah berbuat kesalahan sepanjang siang dan malam. Dan Aku pun mengampuni seluruh dosamu, maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu.”

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu tidak akan memberi kemanfaatan kepada-Ku, lalu kau berikannya kepada-Ku, wahai hamba-Ku, kamu tak akan mampu mendatangkan bahaya kepada-Ku,lalu kau menimpakannya pada-Ku.”

“Wahai hamba-Ku, andaikan generasi pertama hingga generasi akhirmu dari golongan manusia dan jin benar-benar bertakwa kepada-Ku, maka itu tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun.”

“Wahai hamba-Ku, andaikan generasi pertama hingga generasi akhirmu, baik dari golongan manusia dan jin, benar-benar ingkar kepada-Ku, maka itu tidak mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun,”

“Wahai hamba-Ku, andaikan generasi pertama hingga generasi akhirmu, baik dari golongan manusia dan jin. Kesemuanya berkumpul dalam suatu tempat untuk meminta keperluan masing-masing kepada-Ku, dan Aku pun memberi tiap-tiap permohonan mereka, maka yang demikian itu tak akan mengurangi sesuatu yang Kumiliki, kecuali seperti tetesan dari sebuah jarum yang dicelupkan dalam samudera. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya setiap amalmu telah Kumasukkan dalam perhitungan-Ku dan akan Kuberi balasan yang sesuai dengan kebaikanmu. Barangsiapa memperoleh kebaikan itu hendaklah ia bersyukur kepada Allah dan barangsiapa memperoleh selain itu, maka janganlah sekali-kali mencela siapapun kecuali dirinya sendiri.”

Rasulullah saw. Bersabda : “Sesungguhnya Allah Swt. Telah memberi wahyu kepadaku agar kamu bersikap rendah hati sehingga tak seorang pun berbangga hati kepada sesamanya, dan tak seorang pun berbuat aniaya pada sesamanya.”

Sabda Rasulullah Saw : “Aku melihat Tuhanku dalam mimpi.” Lalu beliau melanjutkan pembicaraan hingga Allah berfirman : “Hai Muhammad! Ketika kamu shalat, ucapkanlah Allahuma inni As-aluka fi’lal khairaati wa tarkal munkarati wahub-bul masakina waidza aradta bi’ibadika fitnatan fa-aqbidlni ilaika ghairu maftun (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu (agar aku) mengerjakan kebajikan dan meninggalkan kemungkaran, mencintai orang-orang miskin. Dan apabila Engkau hendak menurunkan cobaan kepada hamba-hambaMu, maka genggamlah ruhku agar aku tak tertimpa fitnah itu.”

“Allah Ta’ala berfirman, “Hai anak adam, berdirilah menghadap-Ku, Aku akan berjalan kepadamu dan berjalanlah kepada-Ku, Aku akan cepat-cepat menuju padamu. Hai anak Adam, ingatlah Aku beberapa saat setiap pagi dan sore, maka Aku akan mencukupimu diantara waktu itu. Hai anak Adam, jangan kau lupakan shalat empat rakaat di pagi hari, maka Aku akan mencukupimu pada sore harinya.”

Allah Ta’ala memberi wahyu kepada Nabi Adam as : Empat perkara yang dapat mengumpulkan kebaikan bagimu dan anak cucumu, yaitu : Pertama, yang bersangkutan dengan-Ku. Kedua, bersangkutan denganmu. Ketiga, berkaitan antara engkau dan Aku. Keempat, antara engkau dan hamba-hamba-Ku.

Adapun perkara yang bersangkutan dengan-Ku, hendaknya engkau bersikap tulus kepada-Ku dan jangan kau sekutukan Aku dengan sesuatu pun.

Perkara yang bersangkutan denganmu ialah amal-amalmu, maka Aku akan membalasnya. Perkara yang berkaitan antara engkau dan Aku, hendaklah engkau selalu berdoa dan sudah menjadi kewajiban-Ku untuk mengabulkannya. Perkara yang berurusan antara engkau dan hamba-hamba-Ku, maka bergaullah dengan mereka, seperti mereka juga ingin bergaul denganmu.

Dalam Shuhuf Ibrahim as.disebutkan :

Wajib bagi orang berakal mengendalikan lisannya dari perkataan yang tak berfaidah, peka terhadap zamannya dan bersungguh-sungguh dalam mencapai tujuannya.

Wajib pula atas orang berakal membagi waktunya menjadi empat bagian, yaitu:

Pertama, untuk bermunajat kepada Tuhan. Kedua, untuk mengoreksi dirinya sendiri. Ketiga, waktu untuk berkunjung kepada sahabat-sahabatnya agar dapat memberi nasihat kepadanya. Keempat, waktu untuk mencurahkan kecenderungan diri dalam menikmati keindahan dunia secukupnya.

Dalam kitab Taurat disebutkan pula bahwa Allah telah berfirman, “Hai anak Adam, janganlah kau merasa malas untuk mendirikan shalat dihadapan-Ku. Akulah Allah yang bila mendekatkan diri dengan kalbumu, maka engkau akan dapat melihat nur-Ku.”

Tersebut juga firman Allah dalam beberapa kitab suci yang telah diturunkan sebelumnya.

“Hai anak adam, Akulah yang menciptakanmu agar engkau mengabdikan diri kepada-Ku, dan janganlah engkau mempermainkannya. Akulah yang menanggung rezekimu, maka janganlah bekerja keras dengan memaksakan diri.”

“Hai anak Adam, carilah Aku, engkau akan menemukan-Ku. Sesungguhnya bila engkau menemukan-Ku, engkau akan menemukan-Ku segala sesuatu, tetapi bila engkau terlepas dengan-Ku, maka lepaslah segalanya. Dan Aku lebih mencintaimu daripada yang lain.”

“Hai anak Adam, Akulah Allah yang maha kuasa, dan bila Aku menghendaki sesuatu, maka Aku hanya berkata ‘Kun’, maka terwujudlah segala sesuatu yang Kuinginkan.”

Allah berfirman kepada Nabi Musa as:

“Hai anak Imran, hendaklah engkau selalu waspada dan dapat memilih sahabat dan teman karibmu, karena tak seorang pun dari mereka yang mampu menolongmu. Bila mereka tak dapat mengajakmu untuk mencintai-Ku, maka merekalah yang patut menjadi musuhmu.”

“Hai Musa, tinggalkanlah tempat orang-orang zalim, yang bukan merupakan tempat yang cocok bagimu, serta hindarkan pula kecondongan hatimu padanya. Sesungguhnya sebaik-baik tempat ialah tempat dimana penghuninya selalu beramal kebajikan.”

“Hai Musa, Sesungguhnya Aku selalu mengawasi orang-orang zalim hingga Aku mengambil kembali hak-hak orang yang dizalimi. Hai Musa, bila datang kekayaan padamu, katakanlah, “inilah dosa yang dapat mempercepat datangnya siksa”, dan jika datang kemiskinan padamu, maka katakan, “Selamat datang simbol orang-orang shalihin.”

“Hai Musa, jangan lupa untuk selalu mengingat-Ku. Jika engkau lupa, maka dalam kelupaanmu itulah bertambahnya dosa. Jangan kau kumpulkan harta, karena itulah yang dapat mengeraskan hati.”

“Hai Musa, katakan kepada orang-orang zalim, “Jangan mengingat-Ku, karena bila mereka mengingat-Ku, Aku mengingat mereka dengan laknat, dan Aku telah bersumpah atas Zat-Ku akan selalu mengingat orang-orang yang mengingat-Ku.”

Allah berfirman kepada para Nabi :

“Katakanlah kepada umatmu, “Janganlah kau masuki tempat musuh-musuh-Ku, jangan kau pakai pakaian musuh-musuh-Ku, jangan mengendarai kendaraan musuh-musuh-Ku, dan jangan pula makan makanan mereka. Jika engkau tetap tidak menghiraukan peringatan-Ku ini berarti engkau telah menjadi musuh-Ku sama seperti mereka.”

Allah berfirman kepada Nabi Dawud :

“Hendaknya engkau merasa tenang bersama-Ku dan merasa sedih bersama selain-Ku.”

“Hai Dawud, katakan kepada hamba-hamba-Ku yang tulus kepada-Ku agar mereka berbahagia ketika mengingat nama-Ku dan merasakan nikmatnya bersama-Ku.”

“Hai Dawud, buatlah Aku agar dicintai oleh hamba-hamba-Ku”

Dawud bertanya, “Wahai Tuhanku, bagaimana saya membuat-Mu dicintai oleh hamba-hamba-Mu?” Allah menjawab, “Ingatkan mereka terhadap nikmat-nikmat yang Kuberikan.”

“Hai Dawud, barangsiapa bersegera lari menuju kepada-Ku, maka Aku akan mencatatnya sebagai orang arif.”

“Hai Dawud, bila engkau melihat seseorang sedang mencari Aku, maka jadilah engkau sebagai pelayan-Ku.”

“Hai Dawud, janganlah bertanya kepada-Ku tentang ulama yang telah dimabukkan oleh dunia sehingga ia menghalangimu menuju jalan-Ku. Merekalah penyamun-penyamun terhadap hamba-hamba-Ku.”

“Hai Dawud, beramallah dengan amalan orang-orang yang baik dan tersenyumlah pada orang yang telah hanyut dalam kemaksiatan. Bergaullah dengan kekasih-kekasih-Ku (aulia-Ku) serta hindari musuh-musuh-Ku dengan sungguh-sungguh. Hai Dawud, jadilah seorang ayah yang penuh kasih sayang pada seorang anak yatim. Jika hal ini kau amalkan, pasti Aku akan menambah rezeki untukmu dan mengampuni segala dosamu.”

“Hai Dawud, pejamkanlah matamu dari hal-hal yang dilarang oleh syara’ dan jagalah lisanmu dari perkataan yang tak bermanfaat. Karena sesungguhnya Aku tidak mencintai orang-orang yang fasik. Sering-seringlah memohon ampun untuk dirimu dan kepada orang-orang yang berbuat kesalahan.”

Allah memberi wahyu kepada beberapa nabi-Nya:

“Ingatlah Aku ketika engkau marah, maka Aku akan mengingatmu ketika marah dan Aku tak akan membinasakanmu pada saat Aku binasakan orang lain.”

Allah memberi wahyu kepada Nabi Isa as.:

“Katakan pada Bani Israil agar tidak memasuki rumah-rumah-Ku, kecuali dengan hati yang suci, pandangan khusyuk disertai badan yang bersih.”

“Beritahukan kepada mereka bahwa Aku tak akan mengabulkan doa mereka atau orang-orang sebelum mereka yang telah berbuat zalim.”

Allah memberi wahyu kepada para nabi-Nya:

“Hai hamba-Ku, berikan air mata dan hatimu yang khusyuk pada-Ku lalu berdoalah, sesungguhnya Akulah yang dekat dan Aku pulalah yang selalu mengabulkan segala doa.”

“Hai hamba-Ku, berhentilah di kota-kota atau gedung-gedung, kemudian beritakan kepada penduduk yang ada disana tentang dua kalimat dari-Ku. Pertama, janganlah mereka makan kecuali yang halal. Kedua, janganlah mereka berbicara kecuali yang benar.”

Apabila mereka ingin mengerjakan sesuatu, sebaiknya mereka pikirkan lebih dahulu, akibat apa yang akan terjadi. Bila baik, suruh mereka mengerjakannya, dan bila buruk, suruh mereka tinggalkan.

Allah Swt. Memberi wahyu kepada nabi Isa as:

“Katakan pada Bani Israil agar mereka ridha dengan kehinaan dunia demi keselamatan agama mereka. Sama halnya mereka yang mencintai dunia rela dengan kehinaan agama mereka demi keduniaan mereka.”

Allah Swt. Memberi wahyu kepada Nabi Musa as :

“Jadilah engkau seperti burung berada sendirian di ujung pohon dengan minum air murni. Jika malam tiba, ia pindah ke gua karena cinta dengan –Ku dan membenci orang yang mendurhakai-Ku.”

“Hai Musa, Aku telah bersumpah pada diri-Ku, “Sesungguhnya Aku tak akan menyempurnakan pekerjaan orang yang berpaling dari-Ku. Dan akan Kuputuskan angan-angan orang yang memikirkan selain-Ku. Akan Kulemahkan kekuatan mereka yang bersandar pada selain Aku. Kuperpanjang pula kedukaan orang paling akrab pada selain Aku. Dan Aku pun akan berpaling dari mereka yang mencintai sesuatu lebih dari-Ku.”

“Hai Musa, sesungguhnya Aku memiliki beberapa hamba. Bila mereka bermunajat kepada-Ku, Aku selalu memperhatikan mereka, bila mereka mengundang-Ku, Aku akan menghadap mereka, Bila mereka menghadap-Ku, Aku akan menghampiri mereka. Apabila mereka mengasihi-Ku, Aku pun mengasihi mereka. Apabila mereka membersihkan diri karena-Ku, Aku membersihkan mereka. Bila mereka beramal, aku akan membalas mereka. Akulah yang mengatur urusan serta mendasari hati dan tingkah laku mereka. Aku tak akan mengistirahatkan hati mereka selain mengingat-Ku, karena hal itu merupakan obat dari segala penyakit dan penenang hati. Mereka tak akan senang, kecuali dengan-Ku. Mereka tak menggerakkan hati mereka, kecuali dengan sesuatu yang Aku ridhai dan hati mereka pun tak akan merasa tenang kecuali bersama-Ku.”

Allah memberi wahyu kepada nabi Dawud as :

“Hai Dawud, gembirakanlah orang-orang yang berdosa dan berilah ancaman orang-orang yang tulus (Shiddiqin).”

“Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku memberi ancaman pada orang-orang jujur dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat dosa?” tanya dawud.

“Bahagiakanlah orang-orang yang berbuat dosa, karena bagaimanapun besarnya dosa itu, Aku pun akan mengampuninya. Dan ancamlah orang-orang yang jujur, karena dalam kejujuran itu, mereka telah congkak dengan amal-amal mereka. Dan aku tidak akan pernah menodai keadilan-Ku dan hisab-Ku, kecuali mereka sendiri yang merusakkannya.”

“Hai Dawud, Aku telah memastikan rahmat atas diri-Ku dan Akulah yang memberi ampun kepada siapapun yang mohon ampun kepada-Ku, baik dosa besar atau kecil karena tak ada nilai dosa terbesar dihadapan-Ku. Jangan lah kau binasakan dirimu dan putus asa dari rahmat-Ku dalam segala hal karena rahmat-Ku senantiasa mendahului murka-Ku.

“Perbendaharaan langit, bumi dan seluruh kebaikan ada dalam kekuasaan-Ku.”

“Aku tak akan menciptakan sesuatu karena kebutuhan-Ku, tetapi agar engkau dapat mengetahui kekuasaan-Ku dan bagi orang-orang yang berakal agar mampu mengetahui hukum pengaturan-Ku.”

“Hai Dawud, dengarkan suatu kebenaran yang akan Ku katakan padamu, barangsiapa diantara hamba-Ku yang takut akan siksa-Ku, maka Aku tak menyiksanya dengan neraka-Ku.”

“Dan barangsiapa diantara hamba-Ku yang merasa malu dengan kemaksiatannya, maka Aku pun akan melupakan dan tak meminta pertanggungjawaban atas dosa itu.”

“Hai Dawud, dengarkanlah sesuatu dari-Ku. Andaikata ada diantara hamba-Ku yang senantiasa tenggelam dalam dosa hingga dosanya memenuhi dunia, lalu ia menyesal dan mohon ampun pada-Ku, dan Aku telah mengetahui bahwa didalam hatinya tidak ada niat untuk mengulanginya, maka Aku akan membuang dosa itu secepatnya, bahkan lebih cepat daripada melesatnya burung dari langit ke bumi.”

Lalu Dawud berdoa : “Wahai Tuhanku, untuk-Mu segala puja dan puji dari sebab itu. Tidak sepatutnya orang yang mengenal-Mu memutuskan harapannya dari-Mu.”


Terpopuler