Sindroma Anti Fosflipid
24 Juli 2013 - dibaca : 2.619 kali

Sindroma Anti Fosflipid

Apa itu Sindroma Anti Fosfolipid ?

Merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya autoantibodi yang bereaksi menyerang sistem pembekuan darah, hingga menimbulkan kondisi darah yang cenderung mudah membeku.

 

Apa penyebab Sindroma Anti Fosfolipid ?

Sindrom anti fosfolipid dapat terjadi tunggal tanpa disertai dengan penyakit autoimun lainnya, disebut dengan Sindrom Anti Fosfolipid Primer. Atau dapat juga terjadi karena adanya suatu penyakit autoimun lain (Systemic Lupus Erythematosus / SLE), disebut dengan Sindrom Anti Fosfolipid Sekunder.

 

Bagaimana gejalanya ?

  • Trombosis (pembekuan atau penggumpalan darah yang terjadi di dalam pembuluh darah vena / arteri)
  • Keguguran berulang

 

Bagaimana diagnosisnya ?

Kriteria Klinis

  • Thrombosis vascular

Pernah mengakami satu kali atau lebih thrombosis arteri, vena atau pembuluh darah kecil pada jaringan atau organ tubuh manapun. Terjadinya thrombosis harus dipastikan dengan suatu pemeriksaan, yaitu pemeriksaan imaging atau teknik Doppler atau pemeriksaan histopatologi (pemeriksaan jaringan tubuh dengan menggunakan mikroskop)

  • Gangguan kehamilan
  • Kematian janin dalam kondisi normal (tanpa ada kecacatan) pada usia kehamilan 10 minggu atau lebih
  • Kelahiran premature (preterm) sebelum usia kehamilan 34 minggu karena terjadi eklampsia atau preeklampsia atau gangguan pada plasenta. Bayi yang dilahirkan dalam kondisi normal
  • Keguguran (abortus spontan) berulang sebanyak tiga kali atau lebih berturut-turut pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu

 

Kriteria Laboratorium

Deteksi adanya antibodi antifosfolipid yang menetap sangat penting dalam menegakkan diagnosa sindrom anti fosfolipid, yaitu :

  • Lupus Anticoagulant (LA)

Di dalam darah ditemukan LA yang menetap pada dua kali atau lebih pemeriksaan yang dilakukan dalam rentang waktu minimal 12 minggu (sesuai guidelines International Society of Thrombosis and Hemostasis)

  • Anticardiolipin Antibody (ACA)

Konsentrasi ACA IgG dan atau IgM di dalam darah meningkat sedang atau tinggi yang menetap pada dua kali atau lebih pemeriksaan yang dilakukan dalam rentang waktu minimal 12 minggu dengan metode yang baku (standar)

  • Anti β2 – Glycoprotein I Antibody (Anti β2 – GPI)

Terdapat Anti β2 – GPI di dalam darah yang menetap pada dua kali atau lebih pemeriksaan yang dilakukan dalam rentang waktu minimal 12 minggu dengan metode yang baku (standar)

 

 

Pengobatan yang dilakukan

Obat-obatan:

  • Aspirin dosis rendah
  • Warfarin
  • Heparin

 

Pencegahan yang dapat dilakukan

  • Memiliki pola makan yang baik dan seimbang, serta gizi yang cukup dan tidak berlebihan
  • Olah raga yang cukup dan tidak berlebihan
  • Hindari stress

 

Dampak yang ditimbulkan oleh Sindroma Anti Fosfolipid

  • MigraineStroke
  • Hilang atau menurunnya daya ingat
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan kulit
  • Thrombosis
  • Penyakit Jantung Koroner (PJK)
  • Penyumbatan Paru
  • Keguguran

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler