Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Serangan Jantung
24 Juli 2013 - dibaca : 2.389 kali

Serangan Jantung

Apa itu Serangan Jantung ?

Suatu kondisi penyempitan/blokade pada sebagian pembuluh darah sehingga aliran darah ke jantung terhambat, dan terjadi penurunan suplai oksigen dan zat makanan yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung. Kondisi penghambatan tersebut terjadi secara tiba-tiba atau mendadak yang umumnya menimbulkan nyeri atau ketidaknyamanan di tengah dada dalam beberapa menit.

 

 

Apa penyebab Serangan Jantung ?

Penyebab utama serangan jantung adalah terhambatnya aliran darah ke jantung. Hambatan ini disebabkan oleh :

  • Penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan dan kekakuan pada pembuluh darah disebut pengerasan pada arteri atau aterosklerosis. Penumpukan lemak dapat terjadi akibat : merokok, diet yang tidak sehat, dan kurang aktivitas.
  • Bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah.

Selain itu, serangan jantung juga dapat dipicu oleh adanya beberapa faktor risiko berikut:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Riwayat keluarga
  • Riwayat penyakit jantung koroner sebelumnya
  • Kadar lemak darah tinggi (hiperlipidemia)
  • Riwayat penyakit diabetes, hipertensi, sindrom metabolik
  • Stres kronis
  • Penggunaan obat tertentu
  • Denyut jantung tidak teratur

 

Bagaimana gejalanya ?

Serangan jantung umumnya diawali dengan rasa sakit atau ketidaknyamanan di tengah dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit atau hilang timbul. Ketidaknyamanan yang terjadi bisa berupa rasa tertekan, seperti diremas-remas. Rasa sakit dan ketidaknyamanan juga terasa di telapak tangan, bahu kiri, siku, rahang atau punggung. Gejala lainnya adalah:

  • Kesulitan bernapas atau napas pendek
  • Merasa tidak enak badan atau muntah
  • Pusing
  • Keringat dingin
  • Pucat

 

Bagaimana diagnosisnya ?

  • Pemeriksaan fisik dokter
  • Pemeriksaan laboratorium, antara lain: Kolesterol lengkap (kolesterol total, LDL, HDL, trigliserida);  Apo A1; Apo B; hs-CRP; Penanda biokimia jantung: Myoglobin, CK-MB Massa, Cardiac Troponin I
  • Pemerikaan penunjang diagnostik lainnya, antara lain: Elektokardiografi (EKG); Echocardiografi; Kateterisasi koroner; Tes stres; CT scan; Magnetic Resonance Angiogram (MRA)

 

Pengobatan yang dilakukan

Beberapa obat yang biasanya diberikan pada seseorang yang mengalami serangan jantung, yaitu: obat penurun kolesterol, penghilang rasa sakit, aspirin, beta bloker, nitrogliserin, penghambat angiotensin-converting enzyme, dan calcium channel blocker.

Selain pemberian obat, mungkin bedah atau beberapa pilihan lain biasanya dilakukan dokter, seperti:

  • Angioplasti koroner dan penempatan stent (revaskularisasi koroner perkutan)
  • Operasi bypass arteri koroner

 

Pencegahan yang dapat dilakukan

  • Gaya hidup sehat
  • Tidak merokok
  • Melakukan kontrol kesehatan (tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes) secara berkala
  • Konsumsi makanan sehat
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Mengurangi dan mengelola stress

 

Dampak yang ditimbulkan oleh Serangan Jantung

  • Irama jantung abnormal (aritmia)
  • Gagal jantung
  • Kebocoran jantung


Terpopuler