Autisme
24 Juli 2013 - dibaca : 7.665 kali

Autisme

Apa itu Autisme ?

Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau yang lebih dikenal dengan autisme adalah suatu gangguan perkembangan neurobiologis yang muncul pada usia awal perkembangan anak sebelum mencapai usia 3 tahun. Gangguan ini mempengaruhi kemampuan seorang anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, seolah-olah ia hidup di dunianya sendiri.

 

Bagaimana Autisme bisa terjadi ?

Autisme tidak memiliki penyebab tunggal dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk genetik dan lingkungan.

 

Bagaimana gejalanya ?

  • Tidak berbicara, menunjuk sesuatu atau membuat gesture yang bermakna hingga usia 1 tahun
  • Tidak berbicara sepatah kata pun hingga usia 16 bulan
  • Tidak dapat merangkai 2 kata hingga usia 2 tahun
  • Tidak menunjukkan respon ketika dipanggil namanya
  • Mengalami gangguan dalam berbahasa atau kemampuan bersosialisasi
  • Mengalami gangguan dalam kontak mata
  • Terpaku hanya pada 1 mainan atau objek
  • Tidak dapat tersenyum atau berinteraksi dengan baik
  • Terlihat seperti mengalami gangguan pendengaran
  • Menolak memeluk dan memegang
  • Gangguan emosi (bisa menangis atau tertawa sendiri tanpa sebab yang jelas)
  • Suka mengulang-ulang kata yang ia dengar
  • Gangguan dalam tingkah laku seperti gerakan repetitive (pengulangan)

 

 

Bagaimana diagnosisnya ?

  • Riwayat medis dan keluarga
  • Pemeriksaan fisik
  • Evaluasi audiologi (pendengaran)
  • Penilaian kemampuan bicara, bahasa dan komunikasi
  • Penilaian kemampuan kognitif dan perilaku
  • Penilaian akademik (fungsi dan gaya belajar)
  • Pemeriksaan laboratorium, antara lain : Analisis logam berat pada rambut, Pemeriksaan alergi, Analisis asam amino, Analisis menyeluruh sistem pencernaan, Pemeriksaan permeabilitas usus

 

Pengobatan

Beberapa pilihan terapi yang biasanya dianjurkan dokter, antara lain:

  • Terapi Biomedik, dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam Defeat Autism Now (DAN) yang merupakan terapi dari luar dan dalam tubuh sendiri.
  • Applied Behaviorial Analysis (ABA), banyak dipakai di Indonesia dan biasanya dilakukan pada penderita autisme yang memiliki karakter mudah marah serta hiperaktif. Terapi ini dilakukan dengan memberikan hadiah atau pujian (positive reinforcement) pada anak.
  • Terapi Bicara, paling banyak digunakan untuk membantu anak autisme karena pada umumnya anak autisme mengalami kesulitan berbicara, atau tidak mampu menggunakan kemampuan bicaranya untuk berkomunikasi dengan orang lain.
  • Terapi Okupasi, hampir semua anak autisme mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik halus yang menyebabkan gerakannya menjadi kaku dan kasar. Terapi ini membantu pengembangan motorik halus tersebut untuk memegang pensil, sendok, ataupun menyuap makanan ke mulutnya dengan benar.
  • Terapi Fisik, dilakukan untuk mengatasi gangguan perkembangan pervasif (menerapkan kemampuan baru), karena banyak penderita autisme yang memiliki gangguan perkembangan motorik kasarnya, sehingga terkadang kondisi ototnya lembek. Hal ini menyebabkan keseimbangan tubuh yang kurnag bagus karena keadaan otot yang kurang kuat. Dengan demikian terapi ini dapat membantu untuk memperkuat keadaan otot-otot tersebut, serta memperbaiki keseimbangan tubuhnya.
  • Terapi Sosial
  • Terapi Bermain, berfungsi untuk membantu untuk belajar berbicara, komunikasi, dan interaksi sosial.
  • Terapi Perilaku
  • Terapi Perkembangan
  • Terapi perkembangan mengajarkan keterampilan yang lebih spesifik.
  • Terapi Visual

 

Pencegahan

Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan menghindari risiko terjadinya gangguan kesehatan pada organ tubuh akibat faktor lingkungan, seperti hindari merokok saat masa kehamilan.

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler