Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Amenorrhea
24 Juli 2013 - dibaca : 4.309 kali

Amenorrhea

Amenorrhea adalah suatu kondisi tidak terjadinya haid (menstruasi) pada masa pubertas maupun dewasa. Amenorrhea dapat diklasifikasikan menjadi:

  • Amenorrhea primer, yaitu belum pernah haid hingga usia 16 tahun.
  • Amenorrhea sekunder, yaitu siklus haid berhenti selama 3-6 bulan atau berhenti sama sekali.

 

Apa penyebabnya ?

Penyebab amenorrhea primer, antara lain: kelainan genetik, gangguan hipotalamus di otak (hipergonadotropik, hipogonadotropik), penyakit pituitari, tidak terdapat orgam reproduksi wanita, dan kelainan struktur vagina. Penyebab amenorrhea sekunder, antara lain: kehamilan, kontrasepsi, menyusui, stres, pengobatan tertentu, penyakit kronis, gangguan hormonal, badan terlalu kurus, olaharaga yang berlebihan, gangguan fungsi tiroid, tumor pituitari, pengangkatan rahim, dan menopause dini.

 

Apa gejalanya ?

Gejala utama amenorrhea adalah tidak adanya haid selama 3 atau lebih periode secara berturut-turut namun tidak hamil, ataupun belum pernah mendapatkan haid hingga usia 16 tahun. Gejala utama tersebut mungkin akan disertai dengan gejala lainnya yang bergantung pada penyebab amenorrhea, antara lain: rambut rontok, sakit kepala, rambut di wajah berlebihan, dan sebagainya.

 

Bagaimana diagnosanya ?

Pemeriksaan fisik dilakukan oleh dokter ahli kandungan dan juga dapat didukung dengan pemeriksaan laboratorium yang meliputi :

  • TSH
  • Prolaktin
  • Luteinizing Hormone (LH) dan Folicie Stimulating Hormone (FSH)
  • Progesteron

 

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan ditentukan oleh faktor apa yang menyebabkan terjadinya amenorrhea tersebut. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk meredakan gejala, ketidakseimbangan hormon dan mencegah komplikasi yang terkait dengan amenorrhea.

 

Komplikasi

Adapun komplikasi yang mungkin terjadi akibat dari amenorrhea, antara lain: infertilitas, osteopenia (penurunan kepadatan tulang), dan osteoporosis.

 

Pencegahan

Cara terbaik untuk menjaga siklus haid adalah dengan melakukan gaya hidup sehat.

  • Lakukan diet dan olahraga hingga mencapai berat badan ideal
  • Imbangi kerja keras dengan istirahat dan rekreasi
  • Hindari stres dan konflik di dalam hidup
  • Waspada dengan perubahan siklus haid: catat tanggal mulai haid, tanggal selesai haid, dan bila ada gejala yang menganggu.


Terpopuler