Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Anemia
24 Juli 2013 - dibaca : 2.593 kali

Anemia

Apa itu Anemia ?

Anemia adalah suatu kondisi tubuh di mana  tidak memiliki cukup sel darah merah atau hemoglobin (Hb) untuk membawa oksigen yang memadai ke jaringan tubuh.

 

Apa penyebab Anemia ?

Terdapat berbagai macam penyebab anemia, antara lain:

  1. Pendarahan hebat yang mendadak (akut) karena kecelakaan, pembedahan, persalinan, atau pecah pembuluh darah
  2. Pendarahan kronik (menahun) karena pendarahan hidung, wasir (hemoroid), maag (ulkus peptikum), kanker atau polip di saluran pencernaan, tumor ginjal atau kandung kemih
  3. Pendarahan menstruasi yang sangat banyak
  4. Berkurangnya pembentukan sel darah merah karena kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, kekurangan vitamin C
  5. Penyakit kronik yang mengakibatkan meningkatnya penghancuran sel darah merah, pembesaran limpa, kerusakan mekanik pada sel darah merah
  6. Kekurangan G6PD (suatu enzim yang berperan dalam proses pembentukan dan perombakan sel darah merah dan pencegahan hemolisis pada eritrosit). Kelainan enzim G6PD menyebabkan proses pembentukan dan perombakan sel darah merah menjadi tidak normal dan mudah pecah (hemolitik).
  7. Penyakit darah, seperti penyakit sel sabit (sel darah merah berbentuk bulan sabut sepertu huruf C) dan thalassemia.

 

Bagaimana gejalanya ?

Gejala anemia bervariasi tergantung pada penyebabnya, namun yang biasanya muncul antara lain:

  • Kelelahan
  • Pucat
  • Detak jantung cepat atau berdebar, tidak teratur
  • Sesak napas
  • Nyeri pada dada
  • Pusing
  • Tangan dan kaki dingin
  • Sakit kepala
  • Gangguan kognitif

 

Gejala awal anemia biasanya bersifat ringan dan seringkali tidak disadari, namun bila dibiarkan saja dapat memperburuk kondisi anemia.

 

Bagaimana diagnosisnya ?

Dokter akan melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis anemia. Selain itu, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang lainnya seperti pemeriksaan laboratorium Complete Blood Count (CBC).

 

Pengobatan yang dilakukan

Pengobatan anemia tergantung pada penyebabnya, biasanya meliputi: perubahan diet (pola makan), pemberian suplemen dan obat-obatan tertentu seperti eritropoietin, hingga perlu dilakukan transplantasi sumsum tulang.

 

Pencegahan yang dapat dilakukan

  • Menyempatkan makan pagi dengan menu seimbang
  • Pilih makanan yang kaya vitamin (zat besi, asam folat, vitamin B-12, vitamin C)
  • Makanan yang dikonsumsi harus lebih bervariasi seperti nasi, lauk, sayur, dan buah
  • Hindari minum teh, kopi, atau susu sehabis makan karena mengganggu absorbsi zat besi
  • Setelah makan, disarankan makan buah atau vitamin C, karena vitamin ini bisa membantu penyerapan zat besi dalam tubuh
  • Olah raga teratur

 

Dampak yang ditimbulkan oleh Anemia

Apabila anemia tidak segera ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai komplikasi, diantaranya:

  • Kelelahan kronik
  • Gagal jantung
  • Kematian


Terpopuler