Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Gejala, Pengebab, Pencegahan Preeklampsia
07 November 2013 - dibaca : 2.874 kali

Gejala, Pengebab, Pencegahan Preeklampsia

Preeklampsia didefinisikan sebagai kondisi tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urin setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal. Jika tidak tertangani dengan baik, preeklampsia dapat menyebabkan kondisi yang serius bahkan fatal bagi penderitanya maupun bayi yang dikandungnya.

 

Gejala/Tanda

Preeklampsia seringkali terjadi secara tiba-tiba setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu dengan disertai gejala/tanda seperti berikut :

- Tekanan darah tinggi ( ≥ 140/90 mmHg)

- Kelebihan protein dalam urin (proteinuria)

- Sakit kepala

- Mual - muntah

- Pembengkakan, terutama di wajah dan tangan

- Nyeri perut bagian atas, biasanya di bawah rusuk pada sisi kanan

- Kenaikan berat badan secara drastis

 

Penyebab/Faktor Risiko

Hingga saat ini belum sepenuhnya diketahui penyebab preeklampisa, namun beberapa faktor risiko ini kemungkinan mempengaruhi :

- Memiliki riwayat keluarga dengan preeklampsia dan penyakit kardiovaskular (pembuluh darah dan jantung)

- Kehamilan pertama

- Kehamilan pada usia < 20 tahun atau > 40 tahun

- Obesitas

- Hamil bayi kembar

- Diabetes, termasuk diabetes gestasional

- Memiliki riwayat kesehatan, seperti tekanan darah tinggi kronis, sakit kepala migrain, diabetes, penyakit ginjal, rheumatoid arthritis atau lupus.

 

Diagnosis

Preeklampsia seringkai diketahui ketika pemeriksaan tekanan darah dan urin yang dilakukan pada saat prenatal check up secara rutin selama masa kehamilan. Selain itu untuk memastikan diagnosis preeklampsia, biasanya dokter merekomendasikan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti : pemeriksaan darah dan urin, USG, serta uji nonstress (memeriksa detak jantung bayi saat bergerak) atau profil biofisik (memeriksa pernapasan, nada, dan gerakan bayi, serta volume cairan ketuban di dalam rahim.

 

Terapi dan Pengobatan

Selain persalinan, dokter mungkin merekomendasikan tindakan penanganan preeklampsia dengan pemberian obat antihipertensi, kortikosteroid dan antikonvulsive.

 

Pencegahan

Cara terbaik untuk menjaga kesehatan selama kehamilan adalah dengan melakukan prenatal check up sedini mungkin dan secara teratur.

 

Komplikasi

Preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi di antaranya :

- Terganggunya aliran darah ke plasenta sehingga bayi akan kekurangan asupan nutrisi yang dapat menghambat pertumbuhan janin, serta mengakibatkan bayi lahir prematur, berat badan rendah, dan kesulitan bernafas.

- Plasenta terlepas dari dinding dalam rahim sebelum persalinan hingga dapat mengancam jiwa penderita dan bayi yang dikandungnya.

- Sindrom HELLP (hemolisis, peningkatan enzim hati dan rendahnya trombosit) dapat mengancam jiwa penderita dan bayi yang dikandungnya.

- Eklampsia yang disertai kejang secara permanen dapat merusak organ vital (otak, hati dan ginjal) hingga menyebabkan koma dan kematian pada penderira dan bayi yang dikandungnya.

- Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular di masa mendatang.


Terpopuler