7 Masalah Kesehatan Yang Bisa Diatasi Dengan Makanan
03 Juli 2013 - dibaca : 1.375 kali

7 Masalah Kesehatan Yang Bisa Diatasi Dengan Makanan

Sulit tidur? Perut Kembung? Mengalami sindrom prahaid? Sebelum membuka lemari obat, bukalah kulkas anda terlebih dahulu, siapa tahu anda mempunyai stok makanan sehat yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Makanan sehat adalah salah satu obat terbaik di bumi ini. Selain itu, makanan sehat dapat mengatur setiap fungsi biologis tubuh anda. Ada berbagai masalah kesehatan yang bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan-makanan sehattertentu.

1. Permasalahan : Kembung

Solusi: Konsumsi buah dan sayuran berair

Ketika anda merasa kembung, anda mungkin tidak berselera untuk mengonsumsi makanan berair. Namun menurut Elizabeth Somer, RD, penulis buku “Food & Mood”, mengonsumsi makanan seperti melon, mentimun, dan seledri adalah cara terbaik untuk membersihkan sistem pencernaan anda. Kembung bisa disebabkan akibat kebanyakan mengonsumsi natrium yang bisa menahan air untuk mengencerkan darah. Makan makanan yang mengandung banyak air dapat membantu proses pengenceran, sehingga tubuh dapat mengeluarkan kelebihan natrium dan air.

Konsumsi juga buah pepaya

Kembung juga bisa menjadi tanda bahwa usus anda terganggu. “Jika anda tidak teratur membuang gas (kentut), maka pepaya bisa membantu mengatasi permasalahan ini”, ujar Dharma Singh Khalsa, MD, penulis buku ‘Food as Medicine’. Makan secangkir buah pepaya beberapa kali dalam seminggu bisa membantu meremajakan sistem pencernaan anda. Hal ini berkat enzim papain pada pepaya, yang berperan dalam memecah protein. Serat juga dapat membantu mendorong makanan melalui usus dan menyehatkan sistem pencernaan.

 

2. Permasalahan : Suasana hati naik-turun

Solusi : Sarapan pagi

Orang yang selalu menyempatkan sarapan pagi diketahui memiliki suasana hati dan berproduktivitas lebih baik di tempat kerjanya. Para peneliti Inggris menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan pagi cenderung memiliki daya ingat yang kurang baik dan mudah lelah. Sarapan yang optimal adalah dengan mengonsumsi gandum (untuk memasok glukosa ke otak) dan makanan berprotein (untuk memberikan efek kenyang dan menjaga kadar gula darah agar tetap stabil). Jangan lupa melibatkan juga buah dan sayuran.

Konsumsi makanan yang mengandung selenium

Mineral selenium yang terkandung dalam tuna, telur, kalkun dan kacang Brazil dapat membantu kondisi tubuh tetap stabil. Wanita yang tidak cukup mendapatkan asupan selenium lebih rentan mengalami depresi. Hal ini dikarenakan selenium sangat penting untuk memproduksi hormon tiroid, hormon yang mengatur metabolisme dan suasana hati. Tidak perlu banyak mengonsumsinya, makan 3 ons tuna kaleng sudah dinilai cukup.

 

3. Permasalahan : Jerawat

Solusi : Makan bawang

Anda berjerawat? Antioksidan dalam bawang dan sayuran yang kaya belerang lainnya bermanfaat dalam mengatasi peradangan pada jerawat, kata Valori Treloar, MD, seorang dokter kulit di Newton, Massachusetts, Amerika Serikat. Sulfur dalam bawang dan daun bawang dapat membantu menghasilkan molekul detoksifikasi yang disebut glutathion, di mana penelitian pada tahun 2011 menemukan bahwa kurangnya glutathion banyak dijumpai pada kulit orang-orang yang rentan terhadap jerawat. Antioksidan ini bisa bekerja sangat ampuh bila bawang dimakan mentah atau dimasak sebentar. Vitamin B6, B12, dan folat juga diketahui dapat meningkatkan kadar glutathion.

 

4. Permasalahan : Jetlag

Solusi: Jangan ngemil di pesawat

Salah satu rahasia mengejutkan dalam menghindari sakit kepala, lekas marah, dan sakit perut akibat jetlag adalah dengan ‘berpuasa’ selama beberapa jam sebelum tiba di tempat tujuan Anda. Hal ini karena ketika anda makan selama perjalanan di pesawat akan mempengaruhi ritme sirkadian anda. Misalnya anda sedang keluar negeri, menuju negara yang jauh jaraknya dari Indonesia. Di pesawat, sebisa mungkin untuk tidak makan, namun perbanyak minum air. Sesuaikan jam anda dengan waktu negara yang anda tuju dan kemudian makanlah makanan yang tinggi protein pada pukul 7 pagi, di manapun anda berada selama perjalanan. Puasa akan menguras energi tubuh, sehingga ketika anda makan makanan tinggi protein keesokan paginya, tubuh anda akan terasa segar dan lebih berenergi.

 

5. Permasalahan : Susah tidur dan gelisah

Solusi : Ngemil makanan berkarbohidrat kompleks

Makan malam mendekati waktu tidur memang sebaiknya dihindari agar mencegah terjadinya obesitas. Namun menerapkan aturan ini dengan ketat bisa membuat susah tidur. Perut yang keroncongan akan membuat anda gelisah dan susah tidur. Solusi terbaik adalah dengan mengemil camilan sehat yang mengandung karbohidrat kompleks 30-60 menit sebelum tidur. Pilihan terbaik adalah gandum utuh, keju, kerupuk gandum, kacang almond, dan pisang.

Alternatif : Buah Ceri

Apabila pilihan diatas tidak anda sukai, anda bisa mengonsumsi buah ceri, baik itu dimakan langsung atau dibuat menjadi jus. Ceri memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu memproduksi sitokin, sejenis molekul sistem kekebalan tubuh yang dapat membantu tidur. Selain itu, ceri juga mengandung melatonin, sebuah hormon yang memberi sinyal pada tubuh untuk segera tidur.

 

6. Permasalahan : Sindrom Prahaid (PMS, premenstrual syndrome)

Solusi : Makan makanan yang mengandung zat besi

Wanita akan lebih rentan mengalami gejala-gejala pramenstruasi jika kekurangan zat besi, menurut sebuah penelitian terbaru. Untuk menghindari gejala emosi, psikologis, fisik yang berhubungan dengan siklus menstruasi, konsumsilah sereal yang diperkaya zat besi. Anda juga bisa mengonsumsi 4 miligram kacang putih dan 3 miligram tumis bayam segar.

 

7. Permasalahan : Kulit terlalu sensitif terhadap matahari

Solusi : Makan makanan yang mengandung karotenoid

Sensitivitas kulit terhadap matahari juga bisa dipengaruhi oleh makanan yang anda makan. Mikronutrien yang bernama karotenoid, yang banyak ditemukan dalam buah dan sayuran, dapat melindungi kulit terhadap sengatan matahari. Menurut Wilhelm Stahl, PhD, seorang profesor biokimia di Heinrich Heine University di Düsseldorf, Jerman, asupan karotenoid yang cukup di dalam tubuh anda dapat menyerap sinar UV dan mencegah kerusakan kulit.

Karotenoid yang paling ampuh adalah beta-karoten, banyak ditemukan di dalam wortel, endive(andewi), dan bayam. Karotenoid lainnya adalah likopen, yang banyak ditemukan dalam semangka dan tomat. Perlu diingat bahwa efeknya tidak seketika. Anda perlu mengonsumsi makanan kaya karotenoid setidaknya selama 10-12 minggu untuk mendapatkan manfaat penuh. Namun kesabaran anda akan dibayar lunas dengan sehatnya kulit yang kebal terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan keriput.

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler