Cara Meminta Maaf Yang Baik Dan Pasti Dimaafkan
30 Juni 2013 - dibaca : 1.627 kali

Cara Meminta Maaf Yang Baik Dan Pasti Dimaafkan

Meminta maaf memang bukanlah hal yang mudah bagi sebagian besar orang. Terkadang orang merasa sangat menyesal atas apa yang telah dilakukan terhadap orang lain, namun sulit untuk mengungkapkannya. Meminta maaf kepada sahabat, keluarga maupun pacar memerlukan keberanian serta kesungguhan agar permintaan maaf dapat diterima.

Permintaan maaf yang baik hendaknya menggunakan kata-kata yang sopan dan tepat sasaran. Gunakan kata-kata romantis untuk meminta maaf kepada pacar atau pasangan anda. sedangkan saat meminta maaf kepada sahabat maupun keluarga, anda dapat mencari kata-kata yang lebih sopan dan lembut.

Cara Meminta Secara Dewasa Agar Mudah Dimaafkan


BERSUNGGUH-SUNGGUH
Jangan mencoba untuk melupakan kesalahan yang pernah anda perbuat dengan sebuah alasan atau permohonan maaf yang tidak bersungguh-sungguh. Anda hanya akan menjadikan kesalahan tersebut semakin buruk.

Jadi, jangan katakan "Itu bukan hal yang besar," "Saya tidak bermaksud melakukannya," atau "Anda terlalu berlebihan,". Sebaliknya, katakanlah "Saya telah membuat kesalahan besar," "Seharusnya saya tidak melakukannya," atau "Saya seharusnya tahu mana yang benar,".

AKUI KESALAHAN YANG SEBENARNYA
Mengakui kesalahan yang sudah anda perbuat akan menarik perhatian lawan bicara. Sebuah permintaan maaf yang baik adalah dengan mengungkapkan penyebab munculnya masalah dengan menggunakan kata "karena".

Jadi jangan katakan "Maaf, saya lupa tentang rencana makan malam kita". Sebaliknya, katakanlah "Maaf, saya lupa rencana makan malam kita, saya sangat tidak sopan dengan membatalkan rencana kita pada saat-saat terakhir."

JANGAN KATAKAN "TAPI"
Satu kata itu dapat merusak permohonan maaf anda. kata "Tapi" adalah sebuah cara untuk menutupi kesalahan yang pernah anda perbuat.

GUNAKAN PERKATAAN BUKAN DOMPET
Tidak ada yang dapat menandingi sebuah kejujuran, memberi pasangan anda bunga atau hadiah lainnya untuk permohonan maaf dapat diartikan sebagai sebuah sogokan.

Hadiah tersebut mengungkapkan penyesalan anda, tetapi tidak menunjukkan bahwa anda mengerti apa kesalahan anda. Bila anda ingin memberikan hadiah, lakukan itu nanti, hadiah itu akan lebih bermakna ketika diberikan dengan tulus.

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler