Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Penyakit Hepatitis C
09 Juni 2013 - dibaca : 1.060 kali

Penyakit Hepatitis C

Anda pasti tahu ada banyak jenis penyakit hepatitis, salah satunya ialah penyakit hepatitis C. Sama dengan penyakit hepatitis lainnya, hepatitis C memiliki efek yang membahayakan jika tidak segera ditangani. Penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis C ini akan menyerang langsung organ hati sehingga dalam jangka yang lama akan mengganggu fungsi hati secara signifikan.

Seringkali, penyakit ini tidak memberikan tanda atau gejala, namun Anda mesti berhati-hati karena dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan sirosis atau kanker hati yang dapat menyebabkan kematian.

Beberapa penyebab penyebaran penyakit ini tak berbeda jauh dengan jenis hepatitis lainnya yakni penggunaan obat-obatan terlarang (narkoba) yang disuntik terutama, kontak darah, transfusi darah dan juga perawatan medis yang tidak steril.

Saat ini, diperkirakan ada sekitar 170-an juta orang di dunia menderita penyakit hepatitis C ini. Karena tipe penyakit ini tidak memberikan gejala/tanda, sebaiknya Anda waspada terhadap serangannya karena jika sudah mencapai stadium lanjut maka akan menyebabkan kematian.

Adapun penyakit ini mulai mendapatkan perhatian serius dari kalangan ilmuwan sejak tahun 1970-an. Sedangkan keberadaan virusnya baru diketahui pada tahun 1989.

Yang cukup mengerikan adalah fakta bahwa tidak ada vaksin khusus untuk menangkal serangan virus hepatitis C ini. Meski begitu, ribavirin dan peginterferon biasanya digunakan untuk mengobati pasien yang terkena virus hepatitis C. Jika menggunakan kedua jenis obat tersebut, mayoritas (sekitar 80%) penderita hepatitis C dapat sembuh.

Tanda dan Gejala Hepatitis C

Apa saja gejala dan tanda-tanda pasien yang terkena serangan virus ini? Seperti yang telah diulas di atas, gejala pasien yang terkena serangan virus ini seringkali tidak kentara terlihat seperti letih, kehilangan nafsu makan, nyeri pada otot atau sendi, dan mengalami penurunan berat badan secara signifikan.

Biasanya, infeksi virus ini lebih banyak menyerang pada perempuan usia muda dibandingkan dengan kelompok usia yang lainnya. Apakah sekarang Anda sedang mengalami tanda-tanda tersebut?

Infeksi Kronis Hepatitis C

Virus hepatitis C dapat menyebabkan infeksi kronis, terutama jika penderitanya sudah terinfeksi selama puluhan tahun. Memang, tahun-tahun pertama, penderita bisa jadi tidak menunjukkan gejala yang berarti.

Namun, jika sudah kronis dan umur infeksi virus telah mencapai bertahun-tahun lamanya, si penderita akan mengalami sirosis atau kanker hati.
Biasanya yang menjadi faktor penyebab penularan virus ini berbeda di tiap-tiap negara.

Di negara maju, penyebab penularannya ialah karena penggunaan narkotika suntik. Sedangkan di negara-negara berkembang, lebih banyak disebabkan oleh transfusi darah atau penggunaan standar prosedur medis yang tidak aman.

Penyebab penularan virus hepatitis C belum diketahui pada sebanyak 20% kasus. Namun, mayoritas diantaranya disebabkan oleh penggunaan narkoba suntik.

Makanya, bagi Anda yang merasa pecandu harus berhati-hati supaya sebisa mungkin mulai menghentikan penggunaan obat-obatan terlarang, terutama yang disuntik.

Catatan terakhir, karena jenis penyakit ini tidak memberikan tanda-tanda yang signifikan maka sebaiknya Anda melakukan upaya pencegahan alias upaya preventif supaya tidak terinfeksi virus hepatitis C.

Caranya yakni dengan rutin memeriksakan kondisi kesehatan tubuh (general check-up) ke dokter dengan dibarengi meminimalisir melakukan hal-hal yang menjadi penyebab utama kemungkinan terinfeksi oleh virus ini.


Terpopuler