Definisi , Gejala dan Penyebab Osteoartritis
27 Mei 2013 - dibaca : 9.665 kali

Definisi , Gejala dan Penyebab Osteoartritis

Osteoartritis di Definisikan sebagai penyakit sendi yang sering ditemukan dan menjadi penyebab kecacatan, terutama pada usia lanjut, dewasa, muda-tua, bahkan sering juga dijumpai pada anak dengan berbagai kelompok usia. Kelainan yang utama pada osteoartritis adalah kerusakan rawan sendi yang diikuti pertumbuhan osteosit, yaitu pembentukan tulang baru pada subkondral dari tepi tulang, peradangan synovium dan kerusakan ligamen. Osteoartritis pada umumnya menyerang sendi-sendi penopang tubuh, yaitu sendi lutut, panggul. Osteoartritis dapat pula menyerang sendi tangan.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) telah mencanangkan Bone and Joint pada dekade 2000 – 2010, yang bertujuan memperbaiki kualitas hidup individu / manusia yang menderita penyakit muskuloskeletel (otot, rangka tulang) termasuk penyakit osteoartritis, di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dengan cara memberdayakan upaya pencegahan yang efektif. Di samping itu, upaya mengidentifikasi faktor-faktor resiko osteoartritis amat penting diketahui untuk kepentingan berbagai cara pencegahan.

Beberapa Definisi Osteoartritis :

Osteoartritis adalah penyakit rematik yang banyak ditemukan di seluruh dunia. WHO memperkirakan 10% dari penduduk berusia lebih dari 60 tahun terserang penyakit ini.

Osteoartritis didefinisikan pula sebagai penyakit yang diakibatkan oleh kejadian biologis dan mekanik yang menyebabkan gangguan keseimbangan antara proses degradasi dan sintesis dari kondrosit matriks ekstraseluler tulang rawan sendi dan tulang subkondral. Penyakit osteoartritis diawali oleh banyak faktor, antara lain faktor genetik, metabolis, dan traumatik.

Penampilan / manifestasi klinik ditandai dengan nyeri sendi, nyeri gerak, keterbatasan gerak, dan lain-lain. Gejala klinik dari osteoartritis nonspesifik dan bervariasi antara individu pada berbagai lokasi sendi yang terkena, serta dipengaruhi oleh banyak hal, selain kerusakan sendi.

Osteoartritis dapat menyerang berbagai usia, paling banyak menyerang orang usia di atas 40 tahun sampai usia lanjut. Osteoartritis juga ditemukan, meskipun agak jarang, pada orang dengan usia di bawah umur 40 tahun dan pada anak-anak. Pada kelompok di bawah usia 40 tahun biasanya ada hubungannya dengan akibat peristiwa biokimia dan biomekanik abnormal yang dialami rawan sendi, berupa ketidakseimbangan antara tekanan pada sendi dengan kemampuan fisiologi sistem peredam jaringan lunak, tulang rawan dan tulang pembentuk sendi, faktor metabolis dan faktor kegemukan (obesitas), serta cidera karena trauma, kecelakaan.

Gejala klinis osteoartritis bervariasi, bergantung pada sendi yang terkena, lama dan intensitas penyakitnya, serta respon penderita terhadap penyakit yang dideritanya. Pada umumnya pasien osteoartritis mengatakan bahwa keluhan-keluhannya sudah berlangsung lama, tetapi berkembang secara perlahan-lahan.

Secara klinis, osteoartritis dapat dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu :

1. Subklinis
Pada tingkatan ini belum ada keluhan atau tanda klinis lainnya. Kelainan baru terbatas pada tingkat seluler dan biokimiawi sendi.

2. Manifest
Pada tingkat ini biasanya penderita datang ke dokter. Kerusakan rawan sendi bertambah luas disertai reaksi peradangan.

3. Dekompensasi
Rawan sendi telah rusak sama sekali, mungkin terjadi deformitas dan kontrak.

Gejala-Gejala Osteoartritis

1. Nyeri Sendi

Rasa nyeri merupakan gejala utama yang seringkali dirasakana oleh penderita, walaupun sebelumnya sendi sudah kaku dan berubah bentuknya. Biasanya nyeri sendi bertambah oleh gerakan, dan sedikit berkurang bila istirahat. Pada gerakan tertentu (lutut digerakkan ke medial) menimbulkan rasa nyeri yang lebih dibandingkan gerakan yang lainnya. Nyeri pada osteoartritis dapat juga berupa penjalaran (refered pain), misal pada osteoartritis lumbal, yang menimbulkan keluhan nyeri pada betis (claudicatio intermitten). Korelasi antara nyeri dan tingkat perubahan struktur pada osteoartritis sering ditemukan pada panggul, lutut.

Pada osteoartritis, terdapat hambatan sendi yang biasanya bertambah berat secara perlahan sejalan dengan bertambahnya rasa nyeri. Asal nyeri dapat dibedakan, yaitu :

a. Peradangan

Nyeri yang berasal dari peradangan, biasanya bertambah pada pagi hari atau setelah istirahat beberapa saat dan berkurang setelah bergerak. Hal ini karena sinovitis sekunder, penurunan pH jaringan, pengumpulan cairan dalam ruang sendi yang menimbulkan pembengkakan dan peregangan simpai sendi. Semua ini menimbulkan rasa nyeri.

b. Mekanik

Nyeri akan lebih dirasakan setelah melakukan aktivitas lama dan akan berkurang pada waktu istirahat. Mungkin ada hubungannya dengan keadaan penyakit yang telah lanjut di mana rawan sendi telah rusak berat. Nyeri biasanya terlokalisasi hanya pada sendi yang terkena, tetapi dapat juga menjalar.

2. KeKakuan pada Sendi

Merupakan keluhan pada hampir semua penyakit sendi dan osteoartritis yang tidak begitu berat.Pada beberapa penderita, kaku sendi dapat timbul setelah inmobilitas, seperti duduk lama di kursi, di mobil, bahkan setelah bangun tidur. Kebanyakan penderita mengeluh kaku karena inaktivitas. Berlawanan dengan penyakit inflamasi sendi seperti artritis rheumatoid, di mana pada artritis rheumatoid kekakuan sendi pada pagi hari berlangsung lebih dari 1 jam, maka pada osteoartritis kekakuan sendi jarang melebihi 30 menit.

3. Pembengkakan Sendi

IniMerupakan reaksi peradangan karena pengumpulan cairan dalam ruang sendi. Biasanya teraba panas tanpa adanya kemerahan. Pada sendi yang terkena akan terlihat deformitas yang disebabkan terbentuknya osteofit. Tanda-tanda adanya reaksi peradangan pada sendi (nyeri tekan, gangguan gerak, rasa hangat yang merata dan warna kemerahan) mungkin dijumpai pada osteoartritis karena adanya sinovitis.Kelainan ini ditemukan pada osteoartritis sedang sampai berat. Hambatan gerak ini disebabkan oleh nyeri, inflamasi, fleksi kontraktur kelainan sendi, atau deformitas. Hambatan gerak sendi biasanya dirasakan pada saat berdiri dari kursi, bangun dari tempat periksa, menulis, atau berjalan. Semua gangguan aktivitas tergantung pada lokasi dan beratnya kelainan sendi yang terkena.

4. Perubahan Gaya Jalan (Krepitasi)

Salah satu gejala yang menyusahkan pada pasien osteoartritis adalah adanya perubahan gaya jalan. Hampir pada semua pasien osteoartritis, pergelangan kaki, tumit, lutut atau panggulnya berkembang menjadi pincang. Gangguan berjalan dan gangguan fungsi sendi yang lain merupakan ancaman besar untuk kemandirian pasien lanjut usia.Penderita mengatakan sendinya berbunyi kalau digerakkan. Krepitasi pada sendi yang degeneratif lebih besar dibandingkan dengan yang terdapat pada artritis rheumatoid yang krepitasinya lebih halus.Krepitasi yang jelas dan kasar mempunyai nilai diagnosis yang signifikan.

5. Pembengkakan sendi yang menyebabkan Gangguan Fungsi

Timbul karena ketidakserasian antara tulang pembentuk sendi. Adanya kontraktur, kemungkinan adanya osteofit, nyeri, dan bengkak merupakan penyebab yang menimbulkan gangguan fungsi. Pada osteoartritis tidak terdapat gejala-gejala sistemik seperti kelelahan, penurunan berat badan atau demam.Sendi membengkak / membesar bisa disebabkan oleh efusi sinovitis atau kombinasi dari kelainan-kelainan ini. Sangat jarang merasa panas dan merah sendi.

Secara garis besar penyakit Osteoartritis (Artritis Degeneratif, Penyakit Sendi Degeneratif) dapat di artikan sebagai suatu kondisi yang menyebakan kekauan dan nyeri sendi akibat menipisnya tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di sekitarnya.

Osteoartritis bisa terjadi pada siapa saja baik itu laki-laki,perempuan dan anak-anak.Pada anak-anak Osteoartritis biasanya terjadi karena kelebihan berat badan(gemuk),anak mengalami cedera serta kekurangan Nutrisi.Hal-hal tersebut bisa mengakibatkan pertumbuhan tulang rawannya tidak sempurna dan mengalami kelainan.Pada Pria, Osteoartritis bisa terjadi pada usia muda tetapi pad umumnya penyakit ini terjadi pada usia 70 tahun keatas.

Apakah Penyebab Osteoartritis?

Dalam keadaan normal, sendi memiliki derajat gesekan yang rendah, sehingga tidak akan mudah aus, kecuali bila digunakan secara sangat berlebihan atau mengalami cedera. Osteoartritis kemungkinan berawal ketika suatu kelainan terjadi pada sel-sel yang membentuk komponen tulang rawan, seperti :

  •  Kolagen (serabut protein yang kuat pada jaringan ikat) dan
  •  Proteoglikan (bahan yang membentuk daya lenting tulang rawan)

Selanjutnya tulang rawan tumbuh terlalu banyak, tetapi pada akhirnya akan menipis dan membentuk retakan-retakan di permukaan. Rongga kecil akan terbentuk di dalam sumsum dari tulang yang terletak di bawah kartilago tersebut, sehingga tulang menjadi rapuh. Tulang mengalami pertumbuhan berlebihan di pinggiran sendi dan menyebabkan benjolan (osteofit), yang bisa dilihat dan bisa dirasakan. Benjolan ini memengaruhi fungsi sendi yang normal dan menyebabkan nyeri. Pada akhirnya, permukaan tulang rawan yang halus dan licin berubah menjadi kasar dan berlubang-lubang, sehingga sendi tidak lagi dapat bergerak secara halus. Semua komponen sendi (tulang, kapsul sendi, jaringan sinoval, tendon, dan tulang rawan) mengalami kegagalan dan terjaid kelainan sendi.

Osteoartritis terdiri dari 2 jenis Yaitu :

  •  Osteoartritis primer, jika penyebabnya tidak diketahui.
  •  Osteoartritis sekunder, jika penyebabnya adalah penyakit lain (misalnya penyakit Paget atau ineksi, kelainan bentuk, cedera atau penggunaan sendi yang berlebihan). Orang-orang yang pekerjaannya menyebabkan penekanan berulang pada sendi mempunyai resiko lebih besar untuk menderita osteoartritis. Jenis pekerjaan ini misalnya, pekerja tambang dan supir bis. Obesitas diduga merupakan faktor utama dalam terjadinya osteoartritis, tetapi pembuktiannya belum cukup kuat.

 

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler