Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Perbedaan Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue
23 Mei 2013 - dibaca : 2.112 kali

Perbedaan Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue

Virus Dengue menginfeksi tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus Di dalam tubuh, virus Dengue mengalami perlawanan dari tubuh, dan menimbulkan manifestasi yang beragam.

Manifestasi Infeksi Virus Dengue

1.  Tidak menimbulkan gejala

Walaupun terinfeksi virus Dengue penderita tidak sakit karena faktor  imunitas.

2.  Menimbulkan gejala. Gejala timbul 4-6 hari setelah gigitan nyamuk.

a.   Demam tidak spesifik.

Merupakan demam tidak khas dan dapat terjadi pada penyakit lain seperti demam pada pilek.

b.  Demam Dengue (DD).

Merupakan demam dengan ciri khas:

  • Demam tinggi mendadak 2-7 hari, dengan gejala penyerta:

Nyeri kepala

Nyeri belakang bola mata

Nyeri otot dan nyeri sendi

Flushing ( muka panas kemerahan), ruam kulit

Mual, muntah

  • Nyeri perut, karena ada pembengkakan hati.
  • perdarahan ( bintik-bintik merah di kulit)
  • Manifestasi Leukopenia (jumlah angka lekosit di bawah nilai normal).
  • Angka Trombosit masih dalam rentang normal, atau menurun(Trombositopenia)

c.   Demam Berdarah Dengue(DBD)

  • Perbedaan utama DD dan DBD adalah pada DBD ditemukan adanya kebocoran cairan darah pada pembuluh darah, yang menyebabkan darah mengental.
  • Adanya kebocoran cairan darah ini ditunjukkan dengan nilai hematokrit yang meningkat (Hemokonstrasi)

DBD I         : hemokonsentrasi, angka trombosit turun.

DBD II        : hemokonsentrasi, trombositopenia, perdarahan spontan ( mimisan, gusi berdarah, muntah darah, kencing darah, berak darah)

DBD III       :  menuju kearah syok

DBD IV        : SYOK, bila tidak tertangani: kematian.

 

Perjalanan Penyakit DD/DBD

  • Masa akut (Hari 1,2,3): muncul gejala-gejala. Demam 2 hari pertama dapat dipastikan DD dengan pemeriksaan lab Ns 1 Ag
  • Masa kritis (Hari 4,5,6): suhu tubuh mulai turun, jumlah trombosit turun dan darah mengental. Kritis karena dapat terjadi perdarahan dan syok.
  • Masa pemulihan (Hari 7,8)

Yang harus diperhatikan pada masa kritis: 6K Kritis

  • Kesadaran menurun, gelisah, rewel
  • Kulit, kaki, tangan lembab, dingin
  • Kencing berkurang
  • Kejang
  • Kurang makan, minum, muntah terus
  • Keluar darah ( hidung, gusi, mulut, dubur)

Penyakit yang mirip DD/DBD

  • Flu biasa
  • Demam chikungunya
  • Demam Tifoid
  • Campak
  • Gejala awal mirip, tetapi mulai tampak perbedaan pada hari ke empat.

 

Manajemen DD/DBD: Prinsipnya adalah terapi suportif.

1.  Mencatat hari, tanggal, jam penderita mulai demam.

2.  Minum obat demam (parasetamol), hindari aspirin, ibuprofen.

3.  Istirahat total, makanan lunak, banyak minum (air putih, sari buah, air kelapa)

4.  Kontrol ke dokter bila demam tidak menurun selama 2-3 hari dengan penggunaan obat demam.

5.  Kontrol ke dokter selama masa kritis (hari ke 4,5,6 demam) dan tergantung hasil pemeriksaan dokter dan laboratorium (trombosit dan hematokrit).

Jumlah kasus DBD  di Indonesia umumnya meningkat pada musim hujan sejak bulan Desember sampai dengan April-Mei tiap tahun. Pencegahan DBD yang paling efektif adalah dengan:

Pemberantasan nyamuk DBD:

Ciri fisik nyamuk DBD:

  1. Berwarna hitam dengan loreng putih (belang-belang berwarna putih) di sekujur tubuh nyamuk.
  2. Bisa terbang hingga radius 100 meter dari tempat menetas.
  3. Nyamuk betina membutuhkan darah setiap dua hari sekali.
  4. Nyamuk ini untuk mencapai tahap kenyang sedikitnya bisa menggigit lima orang.
  5. Nyamuk betina menghisap darah pada pagi hari dan sore hari.
  6. Senang hinggap di tempat gelap dan benda tergantung di dalam rumah.
  7. Hidup di lingkungan rumah, bangunan dan gedung.
  8. Nyamuk bisa hidup sampai 2-3 bulan dengan rata-rata 2 minggu.

 

Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M Plus:

  1. Menguras tempat-tempat penampungan air secara teratur seminggu sekali atau menaburkan bubuk abate.
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.
  3. Mengubur/menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air.
  4. Melipat pakaian, jangan menggantung pakaian.
  5. Mengoleskan repelan (krim anti-nyamuk)
  6. Memakai kelambu
  7. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk (nila, cupang) di kolam, tempat penampungan air.

Fogging (pengasapan) kurang efektif dalam memberantas nyamuk karena hanya dapat mematikan nyamuk dewasa.

 

 


Terpopuler