Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Astronom Indonesia Abadikan Imaji Komet Pan-STARRS
07 Mei 2013 - dibaca : 3.296 kali

Astronom Indonesia Abadikan Imaji Komet Pan-STARRS

Astronom Rukman Nugraha dari BMKG berhasil memotret komet Pan-STARRS pada Kamis (7/3) dari Cilacap,

Komet Pan-STARRS mencapai perihelion atau jarak terdekat dengan Matahari pada Sabtu (9/3) lalu. Saat perihelion adalah saat terbaik mengamati salah satu komet terang di tahun 2013 ini dari wilayah Indonesia.

Mulanya, awan yang masih sering menggelantung dan polusi cahaya yang tinggi di kota besar membuat sejumlah kalangan pesimis komet ini bisa terlihat. Namun, upaya para astronom amatir Indonesia berbuah manis. Beberapa citra komet Pan-STARRS berhasil diabadikan bahkan sebelum hari Sabtu.

Diberitahukan oleh astronom amatir Ma'rufin Sudibyo, Jumat (8/3), astronom Rukman Nugraha dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berhasil memotret komet Pan-STARRS pada Kamis (7/3) dari Cilacap, Jawa Tengah. Ia menjepret komet itu dengan kamera Canon 60D dengan panjang lensa fokus 200 mm, tanpa teleskop.

Dalam foto tersebut, komet Pan-STARRS tampak sebagai bulatan berwarna kuning. Di bagian belakangnya, tanpak ekor debu yang memanjang dan melebar. Sebenarnya, ada pula ekor gas, namun tak tampak dalam foto tersebut.

Astronom lain yang berhasil mengabadikan foto komet Pan-STARRS adalah astronom amatir Muhammad Rayhan dari Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ). Rayhan mengambil foto komet Pan-STARRS dari Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta.

Bukan komet besar?

Komet Pan-STARRS ditemukan pertama kali pada 2011 oleh sekelompok astronom menggunakan teleskop bernama Panoramic Survey Telescope and Rapid Response System (PAN-STARRS) di Hawaii. Komet ini memiliki nama resmi C/2011 L4 dan diperkirakan memakan waktu 100 juta tahun untuk sekali mengorbit Matahari.

Biasanya, komet dengan pancaran sinar seperti Pan-STARRS akan dikategorikan sebagai "komet besar". Namun, sebagian pengamat menolak kategori ini karena sang komet kurang terlihat di langit gelap.

Debu ekor komet juga kurang panjang, tapi pendek, cenderung pepat, dan gemuk. Pan-STARRS juga kurang terlihat bagi mata telanjang. Namun dengan menggunakan teleskop, pancaran indah komet ini baru akan terlihat jelas.


Terpopuler