Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Jenis-Jenis Obat Anti Perdarahan
04 Mei 2013 - dibaca : 20.907 kali

Jenis-Jenis Obat Anti Perdarahan

Obat hemostatik sendiri terbagi dua yaitu :
· Obat hemostatik sistemik
· Obat hemostatik local
 
1. Obat hemostatik
a. Aprotinin, sebagai antihemostatik diindikasikan untuk :
  • Pengobatan pasien dengan resiko tinggi kehilangan banyak darah selama bedah buka jantung dengan sirkulasi ekstrakorporal.
  • Pengobatan pasien yang konservasi darah optimal selama bedah buka jantung merupakan prioritas absolut.
b. Ethamsylate
Adalah senyawa yang dapat menstabilkan membran yang menghambat enzim spesifik postglandin dalam proses sintesanya. Obat hemostatik ini juga digunakan pada waktu operasi melahirkan sebaik operasi lain dengan kondisi hemoragik lainnya.
c. Carbazochrome, merupakan obat hemostatik yang diindikasikan untuk
  • Perdarahan karena penurunan resistensi kapiler dan meningkatnya permeabilitas kapiler.
  • Perdarahan dari kulit, membran mukosa dan internal.
  • Perdarahan sekitar mata, perdarahan nefrotik dan metroragia.
  • Perdarahan abnormal selama dan setelah pembedahan karena menurunnya resistensi kapiler.
 
d. Asam Traneksamat
Merupakan obat hemostatik yang merupakan penghambat bersaing dari aktivator plasminogen dan penghambat plasmin. Oleh karena itu dapat membantu mengatasi perdarahan berat akibat fibrinolisis yang berlebihan. Obat ini menpunyai indikasi dan mekanisme kerja ya ng sama dengan asam aminokoproat tetapi 10 kali lebih poten dengan efek sampning yang lebih ringan. Asam tranesamat cepat diabsorsi dari saluran cerna, sampai 40% dari 1 dosis oral dan 90% dari 1 dosis IV diekresi melalui urin dalam 24 jam. Obat ini dapat melalui sawar uri.
1.      Indikasi dan kontraindikasi
Golongan obat ini ialah mlokard akut, trombosis vena dalam dan emboliparu tromboemboli, melarutkan bekuan darah pada katup jantung buatan dan kateter intravena
 
2.      Efek samping
Trombolitik dapat mengakibatkan perdarahan meskipun rt – PA menyebabkan fibrinogenolisis yang lebih sedikit dibandingkan dengan streptonase dan urokinase delkektifitas terhadap bekuan darah tampaknya tidak menurangi resiko timbulnya perdarahan. Bila perdarahan hebat obat harus dihentikan dan mungkin diperlukan tranfusi darah. Untuk mengatasi fibrinolisis engan cepat dapat diberikan asam amino kaproat, suatu inhibitor fibrinolisis, secara IV lambat. Atas dasar kemungkinan dihindarkan penggunaanya pada pengerita dengan perdarahan internal, Stroke baru, proses intracranial lain, hiopertensi, gsngguan hemoetatik, kehamilan dan operasi besar. Bradikardia danaritmia, dapat terjadi pada penggunaan obat inbi pada pasien infark miokard akut, yang biasanya digunakan sebagai petunjik terjadinya reperfusi. Efek samping lain mual muntah. Sterptokonase yangmerupakan protein asing dapat menyebabkan reaksi alergi seperti pruritus urtukarnia, flusing, kadanga=kadang angei pidema, bronco  spasme. Reaksi alergi lambat seperti demam, artragia, sering dilaporkan . Reaksi alergi ribnagn itu dilaporkan pada penggunakan urokiase dari rt – PA yang nonantigenetik.
3.      Dosis dan cara pakai
Untuk penderita infark miokard akut agar reparfusi tercapai obat harus diberikan dalam 3-4 jam setelah timbulnya gejala, tetapi bila penyumbatan arteri koronaria bersifat subtotal atau terbentuk sirkulasi kolateral yang baik, trombolitik dapat dimulai lebih lambat. Penelitian masih terjadi bila trombolitik diberikan dalam 24 jam setelah gejala. Pasien infark miokard akut memelukan trombolitik bila nyeri dada timbul sekurang-kurangnya selama 30 menit dan peningkatan segmen ST persisten dan refrakter terhadap nitrogliserin sublingual. Untuk pasien trombosis vena, trombolitik hanya bermanfaat bila umur thrombus < 7 hari, sedangkan untuk pasien    emboli paru indikasi utama obat ini ialah untuk emboli paru masih dan akut yang dapat mengancam jiwa. Trombolitik mungkin juga diindikasikan untuk pasien emboli paru ringan yang juga berpenyakit jantung atau paru-paru.   
e.       Kompleks faktor IX
Sediaan ini mengandung faktor II, VII, IX dan X, serta sejumlah kecil protein plasma lain dan digunakan untuk pengobatan hemofilia B, atau bila diperlukan faktor-faktor yang terdapat dalam sediaan tersebut untuk mencegah perdarahan.
1. Indikasi

Sediaan ini mengandung faktor II, VII, IX,X serta sejumlah kecil protein plasma lain dan digunakan untuk pengobatan hehofilia B, atau bila diperlukan faktor-faktor yang etrdapat dalam sediaan tersebut untuk mencegah perdarahan. Akan tetapi karena ada kemungkinan timbulnya hepatitis.

2. Kontraindikasi
Antara lain trombosis demam, menggigil, sakit kepala, flushing, dan reaksi hipersensivitas
berat (shok anafilaksis).
3. Efek samping
Sakitkepala , mual, flushing , sakit dan pembengkakan pada tempat
suntikan, juga dilaporkan terjadinya peningkatan tekanan darah  yangringan dan harus hati- hati penggunaanya pada pasien hipertensi danpenyakit ateri koronarian.
4. Dosis

Obat ini sering digunakan IV denagn dosis 0,3 mikrogram secara infuse dalam waktu 15-30 menit. fibrinogen insani Sediaan ini hanya digunakn bila dapat ditentukan kadar fibrinogen dalam darah  penderita, dan adanya pembekuan yang sebenarnya

 
f. Vitamin K dan turunannya
 sebagai obat hemostatik, vitamin K memerlukan waktu untuk dapat menimbulkan efek, sebab vitamin K harus merangsang pembentukan faktor-faktor pembekuan darah terlebih dahulu
 
1. Indikasi
Digunakan untuk mencegah atau mengatasi perdarhan skibat defisiensi vitamin K.
 
2. Kontraindikasi

·  Neonatus

·  Bayi

·  Hamil tua

 
3. Efek samping
Pemberianpareteral pada bayi premature kurang dari 2,5 kg resiko terkenaikterus meningkat. Pemberian filokuinon secar intravena yang terlalu cepat dapt menyebabkan kemerahan pada muka, berkeringat, bronkospsse, sianosis, sakit pada dada dan kadang menyababkan kematian. Menadion bersifat iritatif pada kulit dan saluran nafas. Larutan menadion dapt menyebabkan kulit melepuh. Pada bayi terutama bayi prematy, menadion dan derivatnya dapat menyebabkan anemia hemolitik, hi[erbilirubinemia dan ikterus
 
4. Cara pakai

Diberikanmelalui orl, injeksi intramuscular atau IV

contoh obat

nama
generic : fitomenaadiol

nama dagang: kaywan,
phytomenadion, phytomenadion injeksi.

g. Faktor antihemofilik (faktor VIII) dan cryprecipitated antihemophilic factor,
Kedua zat ini bermanfaat untuk mencegah atau mengatasi perdarahan pada penderita hemofilia A dan pada penderita yang darahnya mengandung inhibitor faktor VIII.  Cryprecipitatefanti hemofilik factor mengandung fibrinogen dan protein plasma laindalam jumlah yng lebih banyak dari sediaaan konsentrat faktor IIIV,sehingga kemungkinan terjadi reaksi hipersensitivitas lebih besarpula. Efek samping lain yang dapat timbul pada penggunaan kedua jenissediaan ini adalah hepatitis  virus, anemi hemolitik,hiperfibrinogenemia menggigil dan demam.
1.      Indikasi
Mencegah atau mengatasi perdarahan pada penderita hemofilia A ( defisienxi faktor IIIV) yang sifatnya periditeri dan pada penderita yang darahgnya mengandung faktor di dapat dari plasma donor tunggal dan kaya akan faktor IIIV dalam jumlah baku. Selain itu penderita hemofilia A crypoprecipitates anti hemofilik faktor juga dapat diginakan untuk pasien dengan penyakit von Willebrand. Penyakit heriditer yang selain terdapat defisiensi faktor IIIV juga terdapat gangguan suatu faktor plasma yaiti kofaktor ristisein yang penting untuk adhesi trombosit dan stabilitaskapiler. Kofaktor ristosetin hilang selama proses pembuatan sediaankonsentrat faktor anti hemofilik.
2.      Efek samping
anti hemofilik factor mengandung fibrinogen dan protein plasma laindalam jumlah yng lebih banyak dari sediaaan konsentrat faktor IIIV,sehingga kemungkinan terjadi reaksi hipersensitivitas lebih besarpula. Efek samping lain yang dapat timbul pada penggunaan kedua jenissediaan ini adalah hepatitis  virus, anemi hemolitik,hiperfibrinogenemia menggigil dan demam.
3.      Dosis dan cara pakai
Kadar faktor hemofilik 20-30% dari normal yang diberikan IV biasanya digunakan untuk mengatasi perdarahan pada penderita hemofilia. Biasanya hemostatik dicapai dengan dosis tunggal 15-20 unit/kg BB. Untuk perdarahan ringan pada otot dan jaringan lunak, diberikan dosis tunggal 10 nit/kg BB. Pada penderita hemofilia sebelum dioperasi diperlukan kadar anti hemofilik sekurang – kurangnya 50% dari normal, da pasca bedah diperlukan kadar 20-25 % dari normal untuk 7-10 hari Untuk pemilihan obat hemostatik yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter. Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat hemostatik dengan merk yang berbeda dengan isi yang sama secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat hemostatik sesuai dengan kebutuhan anda.
 
2. Obat hemostatik lokal
Yang termasuk dalam golongan ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan mekanisme hemostatiknya.
a.       Hemostatik serap
1. Mekanisme kerja
Hemostatik serap ( absorbable hemostatik ) menghentikan perdarahan dengan pembentukan suatu bekuan buatan atau memberikan jala serat-0serat yang mempermudah bila diletakkan langsung pada pembekuan yang berdarah. Dengan kontak pada permukaan asing trombosit akan pecah dan membebaskan factor yang memulai proses pembekuan darah.
 
2.      Indikasi : hemostatik
golongan ini berguna untuk mengatasi perdarahan yang berasal dari pemubuluh darah kecil saja m\isalnya kapiler dan tidak efektif untuk menghentikan perdarahn arteri atau vena yang tekanan intra vaskularnya cukup besar.
 
3.      Contoh obat
Antara lain spon, gelatin,  oksi sel ( seluloisa oksida ) dan busa fibrin insani (Kuman fibrin foam ). Spon, gelatih, dan oksisel dapat digunakan sebagai penutup luka yang akhirnya akan diabsorpsi. Hal ini menguntungkan karena tidsk memerlukan penyingkiran tang memungkinkan perdarahn ulang seperti yang terjadi poada penggunaaan kain kasa. Untuk absorpsi yang sempurna pada kedua zat diperlukan waktu 1- 6 jam. Selulosa oksida dapat memperngaruhi regenerasi tulang dan dapat mengakibatkan pembentuksan kista bila digunakan jangka panjang pada patah tulang. Selain itu karena dapat menghambat epitelisasi, selulosa oksida tidak dianjurkan intuk digunakan dalam jangka panjang. Busa fibrin insani yang berbentuk spon, setah dibasahi, dengan tekanan sedikit dapta menutup permukaan yang berdarah.
b.      Astrigen
 
1. Mekanisme kerja : Zat ini bekerja local dengan mengedepankan protein darah sehingga perdarahan dapat dihentikan sehubungan dengan cara penggunaanya, zat ini dinamakan juga styptic.
2. Contoh Obat : Antara lain feri kloida, nitras argenti, asam tanat.
3. Indikasi : Kelompok ini digunakan untuk menghentikan perdarahan kapiler tetapi kurang efektif
bila dibandinbgkan dengan vasokontriktor yang digunakan local.
 
c.       Koagulan
1.      Mekanisme kerja
Kelompok ini pada penggunaan lopkal menimbulkan hemostatid dengan 2cara yaitu dengan mempercepat perubahan protrombin menjadi trombindan secara langsung menggumpalkan fibrinogen. Aktifitor protrombin,ekstrak yang mengandung aktifator protrombin dapat dibuat antara laindari jaringan ortak yang diolah secara kering dengan asetat. Beberaparacun ular memiliki pula aktifitas tromboplastin yang dapat menimbulkan pembekuan darah. Salah satu conto adalah russell’s vipervenomnyang sangat efektif sebagai hemostatik local dan dapat digunakan umpamanyta untuk alveolkus gigi yang berdarah pada pasienhemofilia.
 
2.      Carapemakaian
Untuk tujuan ini kapas dibasahi dengan larutan segar 0,1% dan ditekankan pada alveolus sehabis ekstrasi gigi. TRombin zat ini tersedia dalamm bentuk bubuk atau larutan untuk penggunaaan lokal. Sediaan ini tidak boleh disuntikkan IV, sebab segara menimbiulkan bahaya emboli.
 
d.      Vasokonstriktor
1.      Indikasi
Epinetrin dan norepinetrin berefek vasokontriksi , dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan kapiler suatu permukaan.
2.      Carapemakaian
Cara penggunaanya ialah dengan mengoleskan kapas yangtelah dibasahi dengan larutan 1: 1000 tersebut pada permukaan yangberdarah. Vasopresin, yang dihasilkn oleh hipofisis, pernah digunakan untuk mengatasi perdarahan pasca bedah perslinan. Perkembangan terahir menunjukkan kemungkinan kegunaanya kembali bila disuntikkan langsung ke dalam korpus uteri untuk mencegah perdarahan yang berlebihan selama operasi korektif ginekolog.


Terpopuler