Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Kebudayaan dan Unsur-Unsur Budaya
02 Mei 2013 - dibaca : 4.053 kali

Kebudayaan dan Unsur-Unsur Budaya

Untuk mengenal suatu budaya tertentu, kita bisa menelusurinya dari unsur-unsur budaya yang meliitu bahasa, sistem pengetahuan, organisasi dan lain sebagainya. Dari unsur-unsur budaya itu kita akan mengetahui dengan pasti seberapa tinggi kebudayaan suatu bangsa atau suatu etnis tertentu. Dari unsur-unsur budaya itu sendiri kita bisa menelusuri kenapa budaya satu bangsa dengan budaya bangsa lainnya. Unsur-unsur budaya merupakan buah atau hasil pencapaian suatu budaya tertentu selama rentang waktu tertentu dan diturun temurunkan sehingga menjadi identitas yang khas, menjadi miliki suatu bangsa tertentu.

Dari unsur-unsur budaya beberapa bangsa serumpun, menunjukkan ada kesamaan sekalipun tidak secara persis sama. Coba saja perhatikan hasil buah pikiran dan prilaku bangsa-bangsa serumpun sebagai sesama bangsa Melayu, misalnya antara Indonesia, Malaysia dan Brunei Darusallam. Beberapa unsur-unsur budaya yang tumbuh dan berkembang di ketiga bangsa serumpun tersebut menunjukkan ada corak yang khas, yang memiliki kemiiripan satu sama lain sekalipun tidak seutuhnya mirip. 

Wujud Kebudayaan

Berbicara tentang wujud kebudayaan, secara umum ada tiga bentuk wujud kebudayaan. Wujud kebudayaan ini tidak terikat atau mengacu apakah sebuah bangsa tersebut berbudaya tinggi atau masih tradisional. Ketiga wujud kebudayaan itu antara lain kebudayaan sebagai suatu kompleks ide, wujud kebudayaan sebagai kompleks aktivitas dan wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Wujud kebudayaan yang pertama yaitu kebudayan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan lainnya. Wujud ini merupakan wujud ideal dari kebudayaan. Tempatnya ada di dalam kepala atau pikiran, atau bisa juga tertuang dalam tulisan-tulisan. Istilah lain yang lebih tepat untuk menggambarkan wujud ideal kebudayaan ini adalah adat atau adat istiadat. Nilai-nilai yang terkandung dari wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, norma dan peraturan ini akan menunjukkan seberapa tinggi kebudayaan yang telah berhasil dicapainya. Dari wujud kebudayaan ini pula kemudian kita mengenal ada bangsa yang berbudaya tinggi dan lain sebagainya. 

Kemudian, wujud kebudayaan yang kedua adalah kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas dan tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud kebudayaan ini sering disebut juga sistem sosial atau social system, yakni tindakan berpola manusia itu sendiri. Sebagai rangkaian aktivitas manusia, sistem sosial atau wujud kebudayaan ini bersifat konkret atau nyata, terjadi setiap saat di sekitar kita, dapat diobservasi, dan dapat didokumentasikan. Sistem sosial suatu bangsa tertentu bisa dipelajari sejak bangsa itu mengenal kebudayaan sampai ketika pengaruh-pengaruh dari luar datang dan saling mempengaruhi atau terjadinya akulturasi budaya. Sebuah bangsa memiliki sistem sosial tersendiri yang tak bisa disamakan dengan bangsa lain. Sistem sosial suatu bangsa merupakan pintu masuk bangsa lain ketika akan mempelajari keberadaan bangsa tersebut. 

Sedangkan wujud ketiga adalah kebudayan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Wujud kebudayaan ini sering disebut juga dengan kebudayaan fisik. Oleh karena sifatnya benda fisik, wujud ini sangat konkret, dapat diraba, dilihat, dan difoto. Misalnya, komputer, bangunan, dan pakaian. Diantara wujud kebudayaan itu yang paling terus berkembang seiring dengan berputarnya waktu adalah kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia. Hasil karya manusia ini terus tumbuh dan berkembang seiring dengan tumbuh dan berkembangnya manusia itu sendiri. 

Bila jaman lampau dalam proses persalinan itu dibantu oleh pintar atau dukun dengan segala atributnya, maka seiring dengan berkembangnya teknologi dimana telah ditemukan berbagai alat yang menunjang proses persalinan, penanganannya pun berada di bawah kendali dokter atau bidan. Begitulah seterusnya suatu kebudayaan yang berupa hasil karya manusia itu tumbuh dan berkembang. Sepanjang manusia bisa mengikuti perkembangan hasil budaya manusia tersebut, maka sepanjang itu pula ia akan merasakan nyaman dan aman berinteraksi di dalam suatu budaya tertentu.

Namun sebaliknya apabila tidak bisa mengikuti perkembangan kebudayaan dalam wujud hasil karya manusia itu, disamping akan dianggap ketinggalan jaman, tapi juga akan menyebabkan orang tersebut tidak merasa aman dan nyaman dalam interaksi dengna sekitarnya. Sehingga pada akhirnya akan terisolir dan dikucilkan. Kemengertian akan unsur-unsur budaya dan wujudnya, semakin membuat orang tersebut memiliki toleransi dan daya tahan yang tinggi untuk tetap bertahan dengan nyama dan aman. 

Unsur-Unsur Budaya

Ada dua kata kunci ketika kita akan menelusuri apa sebenarnya unsur-unsur budaya itu. Kata kunci yang pertama adalah pengertian tentang unsur. Unsur bisa diartikan sebagai bagian terkecil dari suatu benda atau bagian-bagian yang membentuk sesuatu. Dan kata kunci kedua adalah budaya. Budaya bisa diartikan sebagai pikiran atau akal budi.

Istilah budaya berasal dari kata Sanskerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti akal atau budi. Dengan demikian, budaya atau kebudayaan adalah hal-hal yang berkaitan dengan akal atau budi. Jadi yang dimaksud dengan unsur-unsur budaya adalah bagian-bagian terkecil yang membentuk suatu hasil dari pikiran atau akal budi. Maka dengan demikian unsur-unsur budaya adalah segala aspek sampai ke bagian yang terkecil yang membentuk sesuatu dari hasil pikiran manusia atau berupa akal budi. 

Istilah budaya dan kebudayaan ada sebagian yang mengartikan sama saja. Namun, sebagian yang lainnya membedakan kedua istilah tersebut. Kata budaya merupakan pengembangan dari budi-daya yang berarti daya dari budi. Jadi, budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa, dan rasa. Sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa, dan karsa itu. Kebudayaan yang terdapat pada semua jenis masyarakat, baik masyarakat kota maupun pedesaan, baik masyarakat modern maupun masyarakat tradisional, sehingga dengan demikian kebudayaan mengandung unsur-unsur budaya universal.

Sepintas di awal tulisan telah disinggung tentang unsur-unsur budaya. Secara lebih lengkapnya, unsur-unsur budaya dengan merujuk kepada pendapat C. Kluckhohn, menyangkut tujuh aspek yang ketujuh aspek ini secara alami dimiliki oleh setiap kebudayaan terkecuali ketika ada hal-hal atau sebuah rekayasa budaya yang sengaja ingin menghilangkan salah satu atau beberapa unsur budaya untuk tujuan tertentu. 

Unsur-unsur budaya atau kebudayaan universal menurut C. Kluckhohn meliputi tujuh unsur pokok yang dimiliki setiap kebudayaan, antara lain :

1. Bahasa

2. Sistem pengetahuan 

3. Organisasi sosial

4. Sistem peralatan hidup dan teknologi

5. Sistem mata pencaharian hidup

6. Sistem religi

7. Kesenian

Setiap unsur budaya tersebut menjelma dalam tiga wujud kebudayaan, yaitu wujud gagasan, wujud sistem sosial, dan wujud kebudayaan fisik. Wujud kebudayaan berupa wujud gagasan salah satunya adalah sistem religi misalnya. Dalam unsur budaya ini, terwujud sebagai sistem keyakinan, gagasan tentang Tuhan, gagasan tentang surga dan neraka. Dan lain sebagainya yang kesemua merujuk kepada aspek-aspek religi lainnya. 

Kemudian, ada juga wujud yang berupa upacara-upacara keagamaan atau pemujaan. Pada dasarnya sebenarnya upacara keagamaan merupakan bagian dari sistem religi suatu masyarakat tertentu atau menjadi bagian dari wujud budaya gagasan.

Wujud ketiga dari unsur religi ini adalah adanya wujud kebudayaan fisik seperti bangunan-bangunan tempat ibadah. Dalam setiap aspek bangunan tempat ibadah ini secara langsung maupun tidak langsung merupakan bentuk pengejewantahan dari sistem religi itu sendiri. Dengan demikian masing-masing bangunan tempat ibadah dari sistem religi yang berbeda, dengan sendirinya akan berbeda pula.


Terpopuler