Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Antropologi Kebudayaan: Belajar Masyarakat
02 Mei 2013 - dibaca : 2.420 kali

Antropologi Kebudayaan: Belajar Masyarakat

Belajar Masyarakat Secara alamiah, manusia selalu tertarik untuk mengenali dan mempelajari orang-orang di sekitarnya. karena memang tiap individu yang ada selain berbeda secara fisik, watak atau karakter. Mereka pun memiliki kebudayaan yang berbeda-beda.

Hal inilah yang memungkinkan lahirnya studi-studi tentang antropologi kebudayaan. Sejarah Antropologi Kebudayaan Praktik antropologi kebudayaan telah dimulai oleh Herodotus, seorang ahli sejarah Yunani yang hidup sekitar 484-425 SM.

Ia melakukan perjalanan-perjalanan di berbagai tempat di Asia, mesir dan Yunani untuk mengetahui, mempelajari dan kemudian menuliskannya kembali dengan terperinci tentang apa saja yang menjadi budaya orang-orang atau kelompok-kelompok masyarakat yang ia temui sepanjang perjalanannya. Mulai dari cara mereka berpakaian, apa yang mereka makan, bagaimana cara mereka memperoleh makanan, ritual-ritual yang dilakukan, upacara-upacara adat, bahasa, dan etiket pergaulan mereka.

Perjalanan Antropologi Kebudayaan

Saat orang-orang Eropa mulai melakukan pelayaran keliling dunia. Para penjelajah, pelaut, dan misionaris itu pun juga mulai banyak yang menuliskan kisah perjalanan mereka, yang bercerita tentang apa saja yang mereka jumpai. Segala cerita tentang kehidupan, adat-istiadat dan kebudayaan masyarakat yang tak pernah ditemui oleh mereka sebelumnya, mereka tulis ulang untuk kemudian, cerita-cerita atau tulisan itu mereka bawa pulang kembali ke Negara asal mereka.

Menjadikan tulisan-tulisan itu semacam laporan perjalanan. Inilah yang kemudian menjadi awalan ilmu antropologi. Pada abad kesembilanbelas, antropologi menjadi kajian akademis yang berdiri sendiri. Beberapa badan dan institusi yang mempelajari etnologi ataupun antropologi mulai muncul di berbagai tempat di Eropa dan Amerika.

Kebanyakan mereka memfokuskan penelitian dan pembahasan pada bahasa, sifat-sifat secara fisik, dan budaya masyarakat-masyarakat di luar bangsa mereka, yang sering dianggap tidak 'beradab'. Perbedaan Kebudayaan Dalam antropologi kebudayaan seringkali dijumpai banyak perbedaan budaya atau kultur masyarakat antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya. Perbedaan kebudayaan antara masyarakat di dunia, dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantaranya adalah :

1. Perbedaan geografis, perbedaan kondisi tempat dan lingkungan geografis dimana masyarakat bertempat tinggal memang menjadi salah satu factor yang sangat berpengaruh. Masyarakat agraris yang hidup di wilayah yang subur akan memiliki kebudayan becocok tanam yang amat kuat, spesifik dan besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat Eskimo yang hanya menangkap ikan atau mempunyai kebudayaan berburu.

2. Perbedaan waktu, perbedaan waktu yang dimaksudkan di sini adalah tentang era hidup masyarakat-masyarakat tersebut. Sebagian wilayah ada yang merasa dirinya telah menjadi modern karena industrialisasi yang ada di Negara mereka. Namun ada juga wilayah yang masih dianggap terbelakang atau tidak beradab justru memiliki warisan budaya yang begitu besar, berupa seni arsitektur bangunan, seni patung, seni lukis dan lainnya yang bahkan tidak bisa dihasilkan oleh sebuah mesin.

3. Perbedaan agama atau keyakinan, perbedaan tentang agama atau keyakinan juga menjadikan adat-istiadat dan kebudayaan tiap kelompok masyarakat berbeda. Satu contoh, para penganut agama Buddha di Srilanka membuat sebuah patung Buddha yang besarnya 11,5 meter yang dipahat langsung di permukaan tebing di Awkana, Srilanka.

Sedangkan orang-orang Muslim memiliki masjid yang selain untuk dipakai berdoa dan beribadah juga merupakan tempat pertemuan yang penting, menjadi pusat kegiatan untuk komunitas baik dalam bidang-bidang sosial maupun keagamaan.

Metode Penelitian Antropologi Kebudayaan Seorang ahli antropologi melakukan penelitiannya dengan cara mengumpulkan berbagai data secara langsung di lapangan, kemudian ia membuat kesimpulan-kesimpulan yang sesuai dengan data-data yang telah dimilikinya. Karena para antropolog itu melakukan riset dengan menggunakan anggota masyarakat, secara teoritis para anggota masyarakat yang digunakan sebagai 'obyek penelitian' itu pun tak boleh terkontaminasi atau mempengaruhi fenomena yang sedang diselidiki.

Jadi interaksi yang ditimbulkan si peneliti di lapangan tidak boleh mempengaruhi atau merubah perilaku masyarakat itu. Peneliti melakukan dua kegiatan berbeda yang harus dilakukannya hampir secara bersamaan di lapangan, yakni berpartisipasi, yang artinya ikut berperan langsung atau mengambil bagian, dalam kehidupan sehari-hari sebuah kelompok atau komunitas dengan sebaik-baiknya, hingga dapat dianggap sebagai bagian dari kelompok itu sendiri, agar peneliti dapat memperoleh data-data yang se-detail dan se-faktual mungkin.

Yang kedua, peneliti juga harus dapat hanya menjadi pengamat saja, artinya peneliti harus dapat melakukan berbagai tinjauan dari sudut pandang yang umum dan luas serta terlepas dari ikatan batin dengan masyarakat yang diteliti. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahaya akibat kita terlalu naïf, percaya begitu saja pada informasi yang dikemukakan dari hasil mewawancarai para obyek yang diteliti.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapat informasi yang lebih akurat dalam penelitian antropologi kebudayaan adalah dengan melakukan perbincangan secara lebih personal atau pribadi dan bukan melakukan wawancara langsung pada sekelompok orang. Kita dapat pula meminta, salah satu dari mereka yang telah memiliki hubungan kebih dekat dengan kita dan melek huruf untuk menulis kegiatan mereka dalam sebuah buku tulis.

Atau bisa juga kita merekamnya saat melakukan percakapan dan bincang-bincang santai sembari menemani mereka melakukan aktivitas harian.

Menjadi Seorang Antropolog Budaya

Jika Anda menyukai mengamati, budaya, tradisi manusia dan merenungkan atas mereka sangat, Anda bisa menjadi seorang antropolog budaya yang besar! Sekarang, bagi kebanyakan dari kita, bahkan pikiran bepergian di seluruh dunia dan memenuhi berbagai jenis orang dan mengalami tradisi dan budaya, sangat glamor.

Di sinilah kita harus memisahkan fakta dari fiksi. Menjadi hanya tertarik untuk melakukan sesuatu yang istimewa tidak membuat kita cukup kompetitif untuk mengambil hobi kita atau bunga sebagai karier. Ketika datang untuk memilih profesi atau karier, bunga tidak harus menjadi satu-satunya kriteria.

Apa yang Antropolog Budaya Lakukan

Deskripsi pekerjaan Antropolog kebudayaan terdiri dari tugas yang berkaitan dengan penelitian dan studi berbagai jenis peradaban dan masyarakat yang telah ada sejak manusia mengambil akar budayanya sendiri.

Perjalanan di seluruh dunia dan di Indonesia, untuk mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan budaya dan tradisi. Memahami pola gaya hidup yang berlaku di kota-kota, negara, dan benua. Jika antropolog budaya bekerja di Afrika, ia akan mempelajari suku, masyarakat dan desa di benua itu. Jika ia berada di Eropa, ia akan mencoba untuk memahami punk, kelompok agama dan masyarakat yang memiliki cara hidup mereka sendiri.

Mereka mempelajari sejarah dari masyarakat untuk menyediakan pandangan logis, ilmiah, basis sosial dan rasional pada fungsi jalan masyarakat. Sebagai contoh, jika masyarakat percaya pada kekuatan magis dari penyembuhan dengan nyanyian himne keagamaan atau mantra, mereka tidak akan menganggapnya nyata atau palsu. Sebaliknya, mereka akan memeriksa kekuatan sejarah, iman dan ilmiah yang mendalam (jika ada) terkait dengan nyanyian mantra dan kemampuannya untuk menyembuhkan rasa sakit atau penyakit.

Mereka mempelajari fitur khusus atau tren gaya hidup lazim dalam masyarakat. Ini mungkin termasuk ritual perkawinan, tren tindik badan, lukisan wajah, kebiasaan makan, pola berburu, tarian seremonial, hukum, sistem keluarga, sistem ekonomi dll

Budaya yang berbeda ada di dunia dengan praktek mereka sendiri aneh dan gaya hidup. Antropolog budaya melakukan studi banding tentang bagaimana budaya dan peradaban berbeda dengan menghormati satu sama lain. Melakukan studi banding berbagai adat istiadat dan tradisi membantu dalam memahami erat fungsi manusia di berbagai belahan dunia.


Terpopuler