Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Ibnu Utsaimin Sang Guru Akidah
18 April 2013 - dibaca : 5.560 kali

Ibnu Utsaimin Sang Guru Akidah

REPUBLIKA.CO.ID, Asy-Syekh Ibnu Utsaimin adalah seorang ulama asal Arab Saudi yang terkenal dalam menyerukan dakwah tauhid. Dia sangat gencar mengajarkan akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Akhlak Ibnu Utsaimin begitu mulia karena selalu menjadikan Rasulullah saw, sahabat, dan para tabi’in sebagai
uswatun hasanah.

Nama lengkapnya Muhammad bin Shalih bin Sulaiman bin Abdurrahman bin Utsman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Ahmad bin Muqbil al-Wabah. Dia berasal dari Bani Tamim.

Nama Utsaimin diambil dari nama sang kakek keempat, Utsman yang lebih terkenal dengan Utsaimin. Oleh karenanya, Syekh pun dikenal dengan Ibnu Utsaimin, atau anak dari Utsaimin.

Syekh lahir di Kota Unazah, Arab Saudi, 27 Ramadhan 1247 Hijriyah. Ayahnya merupakan seorang pebisnis, tetapi keluarganya hidup sederhana.

Sang ayah memercayakan pendidikan putranya kepada sang kakek, Syekh Abdurrahman bin Sulaiman al-Damigh, seorang imam masjid Al-Khazirah di Kota Unaizah. Dari sang kakek, Syekh Ibnu Utsaimin menghafal dan mempelajari Alquran.

Usia 14 tahun, syekh mampu menjadi seorang hafiz. Syekh juga belajar menulis, menghitung, dan bahasa dari kakek. Asuhan sang kakek berakhir hingga al-Utsaimin belajar di madrasah milik Syekh Ali bin Abdullah Asy-Syuhaitan.

Ibnu Utsaimin dikenal sangat cerdas dan memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Melihat kegigihan putranya, sang ayah pun mendukungnya untuk faqih dalam ilmu agama.

Dikirimlah syekh kepada para ulama ternama kala itu. Salah satunya, yakni Syekh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, ahli tafsir terkenal penulis kitab Taisir al Karim Ar Rahman fi Tafsiri Kalam Al Manan.

Tak hanya tafsir, Ibnu Utsaimin juga mempelajari bahasa Arab, baik nahwu maupun sharaf. Dia juga sempat belajar di Ma’had Al-Ilmi di Kota Riyadh. Di sana dia mendapat banyak pengajaran dari beberapa ulama terkenal, termasuk Syekh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi.

Dengan kecerdasannya, dia pun mendapat akselerasi dari kelas dua langsung naik ke kelas empat. Lulus dari ma’had tersebut, dia melanjutkan ke Fakultas Syariah di Universitas Islam Al Imam Muhammad Ibn Su’ud yang dulu bernama Universitas Riyadh.

Syekh memulai dakwahnya setelah lulus universitas tahun 1374 Hijriyah. Saat gurunya Imam As Sa’di wafat, dia menggantikannya menjadi imam masjid sekaligus khatib di kota kelahirannya.

Syekh juga menggantikan gurunya dalam mengajar di perpustakaan Al-Wathaniyah yang berdiri sejak 1359. Namun, semakin hari perpusatakaan tersebut tak menampung lagi para penuntut ilmu. Jumlah murid Syekh terus bertambah.
 
Syeikh Ibnu utsaimin amat terkenal di Arab Saudi karena menjadi salah satu guru di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Syekh mengajarkan banyak ilmu agama, tapi yang paling terkenal yakni sikap dia dalam menjunjung akidah Ahlus Sunnah.

Baik karya, ceramah, maupun kitab yang ditulisnya, banyak membahas permasalahan akidah. Dakwahnya sangat sarat akidah salafiah Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Beberapa karya tentang akidah amat banyak. Di antaranya, syarh (penjelasan) Kitabut Tauhid, Al-Aqidah Al Wasithiyah, dan Lum’atul I’tiqad, Syarh Ushulil Iman, Al Iman bil Qadr, dan Al-Qawaid Al Mutsla.

Selain menghasilkan banyak karya, syeikh Ibnu Utsaimin juga berkiprah dalam beberapa jabatan penting. Dia merupakan salah satu anggota badan ulama besar Kerajaan Arab Saudi Ha’ah Kibar Ulama sejak 1407 hingga wafat.

Syekh menjadi anggota Al-Majlisul Ilmi di Universitas Islam Al Imam Muhammad Ibn Su’ud selama dua periode akademik, pimpinan organisasi tahfizul Qur’an Al Khairiyyah di Kota Unaizah pada 1405 hingga wafat.

Tak hanya itu, syeikh Ibnu Utsaimin pun mempimpin beberapa jabatan lain. Raja Arab Saudi, Raja Faishal, juga pernah memberikan penghargaan kepada Syekh berupa Jaizah Malik Faishal Al Alamiyah.

Setelah menorehkan banyak manfaat bagi Muslimin, Syekh Ibnu Utsaimin wafat pada Rabu, 25 Syawal 1421 Hijriyah. Dia meninggalkan banyak karya yang masih menjadi rujukan hingga kini.

Murid-muridnya pun tersebar di seluruh penjuru dunia tak terkecuali Indonesia. Terdapat seorang muridnya yang hingga kini menjadi ulama di Indonesia, yakni Ustaz Muhammad Umar As Sewed asal Cirebon. Begitu besar jasa Syeikh Ibnu Utsaimin bagi Muslimin. Semoga Allah merahamatinya.


Terpopuler