Sejarah Teori Kalor
03 November 2012 - dibaca : 16.806 kali

Sejarah Teori Kalor

Sejarah Perkembangan Teori Kalor

Kalor adalah merupakan tenaga yang ditransfer dari satu benda ke benda lain karena beda temperatur. Dalam abad ke-17, Galileo, Newton dan ilmuan lain umumnya mendukung teori ahli atom Yunani kuno yang mengganggap kalor merupakan wujud gerakan molekuler. Pada abad berikutnya metode-metode dikembangkan untuk melakukan pengukuran jumlah kalor yang meninggalkan atau masuk ke suatu benda secara kuantitatif, dan ditemukan bahwa bila dua benda dalam kontak termis maka jumlah kalor yang meninggalkan suatu benda sama dengan jumlah kalor yang memasuki benda lainnya. Penemuan ini mengarah ke pengembangan teori yang tampaknya berhasil tentang kalor sebagai zat materi yang kekal yaitu suatu fluida yang tidak tampak yang disebut ”kalorik” yang tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan tetapi hannya mengalir keluar dari satu benda ke benda lain. Teori ini cukup untuk menggambarkan transfer kalor, tetapi akhirnya ditinggalkan ketika teramati bahwa kalorik dapat diciptakan tanpa batas lewat gesekan tanpa hilangnya kalorik yang sama di suatu tempat lain. Dengan kata lain, prinsip kekekalan kalorik terbukti salah.

Teori kalorik berlanjut menjadi teori pelopor tentang kalor yang bertahan 40 tahun setelah pekerjaan Thomson, namun terori melemah sedikit demi sedikit karena makin banyak teramati contoh tentang tidak kekalnya kalor. Teori mekanika tentang kalor yang modern tidak muncul sampai tahun 1840 dalam pandangan ini, kalor adalah tenaga yang di transfer dari sutu benda ke benda lain karena beda temperatur (tenaga internal suatu sistem sering dinyatakan sebagai tenaga termis bila sistem yang panas bersinggungan dengan sistem yang lebih dingin, tenaga internal ditransfer dari sistem yang panas ke sistem yang dingin dalam bentuk kalor).

Eksperimen pertama dilakukan oleh James Joule (1818-1889) nenunjukkan bahwa munculnya atau hilangnya sejumlah tenaga termis tertentu selalu diikuti hilangnya atau munculnya sejumlah tenaga mekanik yang ekuivalen. Tenaga termis maupun tenaga mekanik tidak ada yang kekal secara bebas, tetapi tenaga mekanik yang hilang selalu sama dengan tenaga termis yang dihasilkan. Yang kekal adalah total tenaga mekanik ditambah tenaga termis (Tippler, 1998:597-598).

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler