Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Mengenal Kimia
03 November 2012 - dibaca : 3.191 kali

Mengenal Kimia

Sejarah Kimia

Sejarah mengenai kimia ini berdasar dari bahasa Arab, Kimiya yang artinya adalah perubahan benda atau zat. Sedangkan dalam bahasa Yunani ditemukan kata Khemeia yang berarti ilmu tentang komposisi, struktur serta sifat zat atau materi. Dimana struktur tersebut tersusun dari skala atom sampai molekul yang disertai adanya perubahan dengan adanya hubungan dari masing-masing unsur sehingga menciptakan sebuah materi yang bisa dijumpai dalam kehidupan.

Dalam materi pelajaran kimia, dipelajari juga menganai pengetahuan sifat serta hubungan antara atom yang terpisah yang tujuannya untuk menerakan konsep tersebut pada tingkat yang lebih tinggi. Dalam pemahaman kimia modern, sifat fisik suatu benda pada dasarnya ditentukan melalui susunan tingkat atom yang pada saatnya akan ditentukan adanya gaya dari masing-masing atom serta ikatan kimianya.

Itulah mengapa ilmu kimia ini sering dikenal dengan sebutan ilmu andryan. Hal ini karena melalui kajian dalam ilmu kimia ini, berbagai macam disiplin ilmu lain bisa saling terhubung. Misalnya ilmu fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bionformatika serta geologi. Hal ini karena berbagai disiplin ilmu tersebut digunakan sebagai konsep subdisiplin yang dipelajari dalam materi kimia.

Kimia memiliki hubungan dengan kajian materi yang tersusun dari dua zat atau lebih. Dimana dari hubungan atau interaks yang terjadi pada setiap zat ini pada akhirnya akan tercipta sebuah materi baru. Materi baru ini bisa tercipta secara langsung dari proses interaksi masing-masing partikel tersebut, bisa pula terjadi karena adanya faktor yang membantu dalam menciptakan materi baru. Faktor penghubung ini yang sering disebut dengan unsur katalis, yaitu sebuah zat kimia lain yang dilibatkan pada proses interaski namun tidak dikonsumsi.

Sebagai contoh adalah penggunaan asam sulfat sebagai katalisator elektrolisis air. Selain itu ada pula yang dikenal dengan fenomenan immaterial, yang terjadi pada radiasi elektromagnit saat proses fotokimia.

Hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini merupakan komponen yang tersusun atas atom serta komponen subatom yang menciptakan atom itu sendiri. Komponen sub atom ini antara lain proton, elektron, serta netron. Atom sendiri bisa dikombinasikan guna menciptakan bentuk materi yang lebih kecil seperti ion, molekul serta kristal.

Selain itu, segala susunan yang ada di dunia ini memiliki sifat yang disesuikan dengan sifat zat kimia serta proses hubungan antar mereka. Contohnya kita bisa melihat pada sifat baja dan besi. Dimana baja memiliki sifat yang lebih kuat dibandingkan besi, hal ini karena ikatan atom dalam struktur baja, lebih kaku daripada struktur ikatan atom pada besi.

Lebih jauh, kita bisa mengetahui asal mula ilmu kimia sampai pada fenomena dalam proses pembakaran. Api adalah suatu kekuatan mistis yang mampu merubah sebuah zat menjadi zat berbeda. Oleh karena itu, api menjadi salah satu pusat perhatian utama bagi kalangan manusia.

Api pula yang pada akhirnya membawa manusia hingga bisa menemukan besi serta gelas. Setelah proses penemuan emas sebagai logam yang memiliki nilai tinggi, menjadikan banyak orang yang berminat untuk bisa menciptakan metode guna merubah zat lain menjadi emas.

Proses ini kemudian membawa manusia pada proses penciptaan sebuah protosains yang dikenal dengan nama Alkimia. Alkimia sendiri kemudian digunakan oleh banyka kebudayaan pada berbagai fase sejarah, dan didalamnya sering terkandung kumpulan filsafat, mistrisisme serta protosains.

Pengembangan kimia modern banyak dituntun oleh berbagai penemuan proses kimia oleh alkimiawan ini. banyak alkimiawan terkemuka yang berhasil dilahirkan dunia. Dan mereka inilah yang kemudian memiliki peran besar dalam pengembangan alkimia serta menjauhkannya dari filsafat serta mistisisme. Dua alkimiawan terkemuka, Abu Musa Jabin bin Hayyan serta Paracelsus berperan besar dalam pengembangan pendekatan yang lebih sistematis serta mengedepankan pemikiran akademis.

Alkimiawan yang mempelopori penerapan metode ilmiah pada alkimia serta mencipatakan perbedaan antara kimia dan alkimia adalah Robert Boyle. Meski begitu penemu konsep kimia yang kita pelajari sekarang ini adalah Antoine Lavoisier yang dikenal dengan hukum kekekalan massanya. Hukum ini diciptakan pada tahun 1783. Puncak sejarah perjalanan kimia ini sendiri ditandai dengan pembuatan tabel periodik unsur kimia yang dibuat Dmitri Medeleyev tahun 1869.

Dalam kehidupan industri moden, industri kimia merupakan suatu sistem yang sangat penting. Di tahun 2004, penjualan bahan kimia oleh 50 produsen terbesar di dunia mencapai 687 bilyun dollar Amerika. Dari hasil penjualan ini, berhasil menciptakan keuntungan sebesar 8,1 % serta biaya riset dan pengembangan sebesar 2,1% dari keseluruhan penjualan.


Cabang Ilmu Kimia


Ilmu kimia memiliki beberapa cabang utama kajian. Selain itu, terdapat pula beberapa cabang penelitian yang lebih khusus. Untuk cabang utama ilmu kimia, terdapat lima jenis cabang utama tersebut, antara lain :

Kimia Analitik

Merupakan cabang utama ilmu kimia yang mempelajari mengenai susunan kimia serta strukturnya. Dalam cabang ilmu ini, menggunakan metode uji coba standar dalam kimia. Dimana metode tersebut bisa digunakan pada semua disiplin lain ilmu kimia, selain ilmu kimia teori murni.

2. Biokimia

Cabang ilmu kimia yang meneliti mengenai senyawa, reaksi serta interaksi kimia yang berlangsung pada organisme hidup. Biokimia serta kimia organik memiliki hubungan yang erat, sebagaimana halnya pada kimia medisinal atau neurokimia. Biokimia memiliki hubungan juga dengan biologi molekular, fisiologi serta genetika.

3. Kimia Anorganik

Kajian cabang ini adalah mengenai sifat serta senyawa anorganik. Antara bidan organik serta anorganik tidak terdapat perbedaan yang mutlak, dimana kedua memiliki banyak kemiripan, terutama pada masalah kimia organologamnya.

4. Kimia Organik

Kajian dalam kimia organik ini adalah tentang struktur senyawa organik, sifat, komposisi mekanisme serta reaksi dari suatu senyawa organik. Senyawa organik dipahami sebagai semua senyawa yang didasarkan pada rantai karbon.

5. Kimia Fisik

Kajian yang digunakan dalam cabang ini adalah dasar fisik sistem serta proses kimia, terutama energitika dan peristiwa yang terjadi dalam sistem tersebut. Pada kimia fisik terdapat berbagai macam kemiripan dengan fisika molekular. Penggunaan kalkulus dilibatkan dalam proses penurunan persamaan dalam kimia fisik. Selain itu, secara umum antara kimia fisik dan kimia kuantum dan kimia teori memiliki hubungan yang saling mempengaruhi antara satu sama lainnya.


Terpopuler