Pengertian Reaksi Dasar / Reaksi Elementer
03 November 2012 - dibaca : 8.170 kali

Pengertian Reaksi Dasar / Reaksi Elementer

Reaksi dasar atau reaksi elementer adalah reaksi terkecil paling sederhana di mana reaksi kimia dapat terurai, dan tidak memiliki produk sampingan. Kebanyakan reaksi yang berhasil diamati dari sebuah eksperimen reaksi dasar banyak terjadi secara paralel atau berurutan.. Urutan sebenarnya dari reaksi dasar individu dikenal sebagai mekanisme reaksi. Reaksi dasar melibatkan beberapa molekul, biasanya satu atau dua, karena probabilitas rendah untuk beberapa molekul yang bertemu di waktu tertentu.

Reaksi dasar yang paling penting adalah reaksi unimolecular dan Bimolekular. Reaksi unimolekuler ini hanya terdiri dari satu molekul yang terbentuk dari transformasi atau diasosiasi dari satu atau beberapa molekul lain yang ter isomerisasi atau disosiasi dalam satu atau lebih molekul lain. Reaksi tersebut memerlukan penambahan energi dalam bentuk panas atau cahaya. Sebuah contoh dari reaksi unimolecular adalah isomerisasi cis-trans, dimana cis-trans berbentuk senyawa yang mengkonversi ke bentuk versa trans atau sebaliknya.

Dalam reaksi yang disosiasi, ikatan dalam molekul split (pecah) akan menghasilkan dua fragmen molekuler kemudian terbelah menjadi dua berupa homolytic atau heterolytic. Dalam pemecahan homolitik, ikatan akan terpecah dan terbagibagi sehingga setiap produknta tetap memiliki satu elektron dan menjadi radikal netral. Dalam pemecahan heterolitik, kedua elektron dari ikatan kimia tetap dengan salah satu produknya, sehingga menghasilkan ion yang bermuatan. Disosiasi memainkan peran penting dalam memicu reaksi berantai, seperti reaksi hidrogen-oksigen atau polimerisasi.

Nama:
Email:
Website:
Isi:

Terpopuler