Mohon Maaf atas tidak tercantumnya semua sumber dari konten yang ada di website ini.. Terima Kasih kepada semua yang telah menyadur dan mencantumkan referensi dari website ini, semoga bermanfaat untuk semua.
Lipid
03 November 2012 - dibaca : 12.199 kali

Lipid

Suatu lipid didefinisikan sebagai senyawa organic yang terdapat dalam alam serta terlarut dalam air, tetapi larut kedalam pelarut non-polar seperti suatu hidrokarbon atau dietil eter. Pelbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan kemiripan sifat fisiknya, tetapi hubungan kimia, fungsional dan structural mereka, maupun fungsi – fungsi biologis.


Lipida adalah sekelompok zat –zat yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam eter, kloroform dan benzena. Ke dalam golongan zat – zat tersebut termasuk lemak, fosfatida, sterol, dan lain – lain. Ditinjau dari sudut jumlahnya maka lemak merupakan bagian yang paling penting dari golongan zat – zat tadi dalam tubuh hewan dan makanannya akan tetapi lipida – lipida tertentu lainnya memainkan peranan penting pula.


Seperti halnya karbohidrat, lemak mengandung karbon, hidroden dan oksigen, tetapi lemak lebih banyak mengandung karbon dan hydrogen dalam perbandingannya terhadap oksigen. Sebagai missal, sukrosa mempunnyai formula umum C12H22O11 sedangkan lemak yang mengandung asam stearat mempunyai komposisi C57H10O6 .

Pembagian lipida adalah sebagai berikut :
1. Lipida sederhana – ester asam lemak dengan berbagai macam alcohol
a. Lemak (trigliserida atau lemak netral ) – ester asam lemak dengan gliserol
b. Lilin – ester asam lemak dengan alcohol selain gliserol
2. Lipida campuran - sebagai tambahan pada asam lemak dan alcohol, lipida tersebut juga mengandung zat – zat lain (P, S,N, dan sebagainya)
3. Lipida yang diperoleh – zat-zat yang diperoleh dari kelompok tersebut diatas dengan cara hidrolisis.

Sterol – seringkali alcohol bermolekul besar, terdapat di alam bergabung dengan asma lemak dan dapat larut dalam larutan lemak. Molekul lemak dibentuk dari gabungan tiga molekul asam lemak dan satu molekul gliserol.

Asam lemak
Lipida terdiri dari asam – asma lemak dan alcohol. Sifat daripada lemak ditentukan oleh asam lemaknya. Asam lemak terdapat tidak hanya pada lemak tetapi merupakan zat antara dari metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Diantara asam – asam lemak maka asam asetat mempunyai peranan paling penting sebagai zat antara pada siklus dimana karbohidrat, lemak, protein dapat saja diubah atau digunakan sebagai sumber energi dan akhirnya dirombak menjadi karbon dioksida dan air. Mekanisme tersebut dimanakan siklus asam sitrat atau siklus kreb.


Asam lemak digolongkan sebagai asam lemak jenuh dan asma lemak tidak jenuh. Asam lemak tidak jenuh mempunyai dua atau lebih molekul – molekul hydrogen yang hilang. Molekul – molekul hydrogen yang hilang tersebut dapat diisi melalui suatu proses yang disebut ‘hidrogenase’. Hal ini terjadi bila minyak tumbuh – tumbuhan dipadatkan dalam proses pembuatan mentega. Asam lemak tidak jenuh menpunyai titii didih yang rendah dan lebih rektif daripada asam lemak jenuh dengan jumlah atom karbon yang sama. Sebagai missal, : asam steartat meleleh pada 70 0C sedangkan oleat, linoleat, dan linolenat cair dalam suhu kamar meskipun asam – asam tersebut mempunyai 18 atom karbon.


Asam lemak jenuh mempunyai folmula umum CnH2n O2 dan titik didihnya meninggi sesuai dengan meningkatnya jumlah atom karbon. Asam butirat terdapat dilemak susu. Asam lemak mulai dari kaproat sampai dengan miristrat terdapat hyanya di sebagian kecil lemak termasuk lemak susu dan minyak kelapa. Asam palmitat, oleat, dan stearat terdapat luas pada tumbuh – tumbuhan dan pada umunya pada ternak hewan. Linoleat yang juga disebut linolat merupakan presentase terbesar dari banyak lemak tumbuh – tumbuhan tetapi hanya terdapat dalam jumlah terbatas dari lemak hewan. Asam arakidonat terdapat dalam jumlah terbatas dalam lemak berbagai jaringan hewan. Asam klupanodonat adalah asam lemak yang sangat tidak jenuh yang terdapat dalam minyak ikan.

Titik Cair
Lemak mempunyai titik cair yang berbeda – beda. Beberapa dianataranya merupakan benda padat pada suhu kamartetapi lainnya yaitu minyak, adalah cair pada suhu kamar. Lemak uang padat pada suhu kamar terdiri terutama dari asam – asam lemak jenuh. Sebagian besar lemak terdiri terutama dari asam lemak tak jenuh. Lemak yang tidak jenuh terdiri dari asam lemak yang mempunyai atom hydrogen yang yang lebih sedikit yang melekat kepada atom – atom karbohidrat, karena hal itulah maka lemak yang tidak jenuh siap dapat menerima hydrogen atau unsure – unsure lainya seperti iodium.

Fosfolipid
Fosfolipid adalah lipid yang mengandung gugus eter fosfat. Fosfogliserida, satu tipe fosfolipid, erat berhubungan dengan lemak dan minyak. Senyawa ini biasanya mengandung ester asam lemak pada dua posisi gliserol dengan suatu eser fosfat pada posisi ketiga, fosfogliserida bersifat jelas terbedakan (distinctive) karena molekul – molekulnya terdiri dari dua ekor hidrofobik yang panjang dengan suatu gugus hidrofilik yang sangat polar – suatu gugus ion dipolar. Oleh karena itu fosfogliserilda bersifat surfaktan netral. Mereka merupakan zat pengemulsi yang sangat bagus.
Lesitin dan sefalin merupakan dua tipe fosfogliserilda yang dijumpai terutama dalam otak, sel syaraf, dan hati hewan dan juga dijumpai dalam kuning telur, kecambah gandum, ragi kedelai, dan makanan lainnya. Struktur kedua tipe senyawa ini mirip satu sama lain. Lesitin adalah derivate kolins klorida, HOCH2CH2N(CH3)3+CI-, HOCH2CH2NH2.
Kelas – kelas fosfolipid lainnya adalah plasmalogen, yang memiliki gugus ekor vinil sebagai ganti gugus ester pada karbon 1 gliserol, dan sfigolipid, dengan sfigomielin sebagai contoh

Lipida polar, golongan lipida yang lain, adalah komponen utama membrane sel, yaitu ‘tempat’ terjadinya reaksi – reaksi metabolic. Membrane melindungi sel dari lingkungan yang juga memungkinkan adanya kompartemen – kompartemen didalam sel yang memungkinkan terjadinya aktivitas metabolic.


Terpopuler