Sifat Koligatif
03 November 2012 - dibaca : 6.910 kali

Sifat Koligatif

Es batu yang tidak mengandung garam akan mencair lebih dahulu dibandingkan es batu yang mengandung garam. Hal ini berarti titik beku es batu yang mengandung garam lebih rendah daripada titik beku es batu yang tidak mengandung garam. Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip ini dimanfaatkan oleh nelayan dan pedagang es keliling. Para nelayan menggunakan es batu untuk mengawetkan ikan. Es batu yang digunakan biasanya ditambahkan garam agar es batu tersebut tidak cepat mencair. Hal ini juga dilakukan oleh pedagang es keliling yang menambahkan garam juga pada es batunya. Mengapa penambahan garam menyebabkan tituk beku es batu menjadi lebih rendah? Hal ini dapat dijelaskan dengan konsep sifat koligatif berikut. Selamat belajar… ^_^

A. Sifat Koligatif itu apa sih?

Kata koligatif berasal dari bahasa latin colligare yang berarti ‘berkumpul bersama’. Sifat koligatif bergantung pada sifat dan keadaan partikel masing-masing. Jadi, sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan

Larutan terdiri atas zat terlarut dan pelarut. Zat paling sering digunakan sebagai pelarut adalah air, karena air merupakan pelarut yang paling baik. Zat-zat yang tidak terlarut dalamair dapat larut dalam pelarut organic yang bersifat nonpolar. Misalnya toluena yang merupakan zat terlarut yang dapat larut dalam benzene. Semua zat terlarut apapun jenisnya akan memiliki sifat koligatif jika telah bercampur dengan pelarutnya.

 

B. Sifat-sifat apa saja yang merupakan sifat koligatif?

Sifat Koligatif larutan meliputi

1. Penurunan tekanan uap (ΔP)

2. Kenaikan titik didih (ΔTb)

3. Penurunan ttitik beku (ΔTf)

4. Tekanan Osmosis

 

C. Satuan Konsentrasi yang digunakan dalam perhitungan sifat koligatif

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sifat koligatif larutan itu bergantung pada jumlah partikel zat terlarut. Oleh karena itu, kita harus memahami terlebih dahulu satuan-satuan konsentrasi yang menyatakan jumlah partikel, yaitu molalitas (m) dan fraksi mol (X). Molalitas digunakan untuk menentukan kenaikan titik didih dan penurunan titik beku, sedangkan fraksi mol digunakan untuk menentukan penurunan tekanan uap. Kedua satuan konsentrasi itu berhubungan juga dengan satuan persen (%).


1. Molalitas (m)

Molalitas merupakan banyaknya satu mol zat terlarut dalam 1000 gram pelarut. Misalnya, larutan 1 molal mengandung arti bahwa dalam 1000 gram pelarut terdapat 1 mol zat.

 

2. Persen massa (%m)

Persen massa menyatakan jumlah gram zat terlarut dalam 100 gram larutan.

 

3. Fraksi mol

Fraksi mol ( X ) menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut terhadap jumlah mol total dalam larutan. Jika jumlah mol zat terlarut (nA), jumlah mol pelarut (nB), dan fraksi mol zat terlarut ( XA).

Larutan terdiri dari zat terlarut dan pelarut sehingga fraksi mol larutan terdiri dari fraksi mol zat terlarut dan fraksi mol pelarut.